![]() |
| Prabowo Subianto Gelar Silaturahmi dengan 160 Ulama di Istana, Bahas Perdamaian Palestina dan Diplomasi Timur Tengah |
JAKARTA, SELEKTIFNEWS.COM — Prabowo Subianto menggelar acara silaturahmi bersama sekitar 160 ulama dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam, 5 Maret 2026. Pertemuan tersebut menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah dan para ulama guna membahas berbagai isu penting, baik yang berkaitan dengan kondisi dalam negeri maupun dinamika geopolitik global yang tengah berkembang.
Pertemuan yang berlangsung selama lebih dari tiga jam itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para ulama dan tokoh ormas Islam diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan Presiden mengenai berbagai persoalan strategis, termasuk peran Indonesia dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memaparkan secara langsung alasan dan proses panjang di balik keterlibatan Indonesia dalam forum perdamaian internasional yang dikenal sebagai Board of Peace (BoP). Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk ikut berkontribusi aktif dalam meredakan konflik yang terjadi di Palestina.
Presiden menegaskan bahwa keputusan pemerintah untuk terlibat dalam forum tersebut bukanlah langkah yang diambil secara tergesa-gesa. Menurutnya, keputusan itu merupakan bagian dari upaya diplomasi yang matang dan terukur demi mengurangi konflik serta menekan jumlah korban jiwa yang terus berjatuhan di wilayah Palestina, khususnya di Gaza.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa sebelum mengambil langkah tersebut, pemerintah Indonesia telah melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara mayoritas Islam serta negara-negara di kawasan Timur Tengah. Di antaranya adalah Turkiye, Arab Saudi, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab (UAE), Pakistan, Yordania, Kuwait, hingga Bahrain.
Dalam forum tersebut, Presiden juga memaparkan perkembangan terbaru terkait situasi konflik di Gaza. Berdasarkan data dan fakta yang dihimpun pemerintah, sejak ditandatanganinya perjanjian damai Gaza Palestina dalam forum di Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Oktober 2025 lalu, angka konflik dan korban jiwa di wilayah tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Selama enam bulan terakhir setelah kesepakatan damai tersebut, jumlah korban dilaporkan berada pada kisaran sekitar 600 hingga 1.000 jiwa. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode 2024 hingga 2025 yang mencatat lebih dari 70.000 korban jiwa akibat eskalasi konflik yang terjadi secara masif di wilayah Gaza.
Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa upaya penghentian konflik secara total masih membutuhkan proses dan kerja sama dari berbagai pihak. Ia mengakui bahwa hingga saat ini masih terdapat insiden konflik dan korban yang berjatuhan, namun jumlahnya telah jauh berkurang. Selain itu, perkembangan positif lainnya adalah dibukanya kembali jalur logistik melalui jalan darat di Rafah yang sebelumnya sempat ditutup, sehingga membantu penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina.
Laporan: Tim Selektifnews.com
Editor: Zulfandi Kusnomo



