Foto Istimewa 


LABUHANBATU UTARA — PT Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Kebun Membang Muda bersama Kebun Labuhan Haji melaksanakan kegiatan Penyusunan Dokumen Penilaian Dampak Sosial Stakeholder Tahun 2026 pada Selasa, 20 Mei 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Kebun Membang Muda, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, perusahaan, organisasi pekerja, hingga tokoh stakeholder lainnya.


Kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan yang mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Penyusunan dokumen penilaian dampak sosial dilakukan untuk memastikan setiap aktivitas operasional perusahaan tetap memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.



Dalam pelaksanaannya, proses penyusunan dokumen dilakukan secara partisipatif melalui diskusi, wawancara, serta pengumpulan data lapangan. Langkah tersebut bertujuan agar hasil penilaian benar-benar mencerminkan kondisi nyata yang terjadi di lingkungan masyarakat, karyawan, mitra kerja, maupun pihak-pihak berkepentingan lainnya yang terdampak langsung maupun tidak langsung oleh aktivitas perusahaan.


Hadir dalam kegiatan tersebut Askep Kebun Membang Muda Lamsar H. Nababan, SP, perwakilan Kebun Labuhan Haji Kiki Teguh Sembada, SP, serta perwakilan Manajemen Regional 1 Yenni Dhamayanti Nasution. Turut hadir pula Kabid Tenaga Kerja Kabupaten Labuhanbatu Utara Rina Pane, Kabid DLH Labura Paduar Sinaga, Meslan, S.Pd selaku Kasubag Kecamatan Kualuh Hulu, Jeflin Saragih dari Staf Kecamatan Kualuh Selatan, S. Sirait selaku Kanit Binmas Polsek Kualuh Hulu, hingga Serka E. Sipangkar dari Koramil 01 Aek Kanopan.


Selain itu, kegiatan juga melibatkan unsur serikat pekerja dan stakeholder lainnya seperti Darmawan dari PT Mitra Abadi Simalungun, Komite Gender 1KLJ Hety Manulang, Komite Gender 1KMM Sri Wahyuni, SPBUN 1KLJ Sugeng, SPBUN 1KMM Hadi Lespana, Kabiro Suara Buruh Nasional Parasian Lubis, serta Konsultan CV Tiga Permata Berseri Medan Dr. Mena Uly Tarigan bersama tim yang mendampingi proses penyusunan dokumen tersebut.


Dalam kesempatan itu, perwakilan Manajemen Regional 1 Yenni Dhamayanti Nasution menyampaikan bahwa hasil dari penyusunan dokumen penilaian dampak sosial stakeholder ini nantinya akan menjadi acuan perusahaan dalam menyusun program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan tahun 2026. Dengan adanya data dan kajian yang lebih terukur, perusahaan berharap program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat maupun stakeholder terkait.



Menurutnya, penyusunan dokumen ini juga menjadi bentuk keseriusan perusahaan dalam membangun tata kelola perkebunan yang lebih transparan, inklusif, dan berkelanjutan. Perusahaan ingin memastikan bahwa seluruh program sosial yang dilaksanakan tidak hanya bersifat formalitas, melainkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.


PTPN IV Regional 1 juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat melalui komunikasi terbuka, transparansi informasi, serta pengembangan program kemitraan yang berkelanjutan. Melalui langkah tersebut, perusahaan berharap dapat menciptakan hubungan yang saling mendukung antara dunia usaha, pemerintah, pekerja, dan masyarakat demi terciptanya pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Labuhanbatu Utara.


Laporan: Suharno

Editor: Redaksi