This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 01 Februari 2025

Kapolres Bangka Tengah Bungkam, Ke Mana Raibnya Dua Ton Timah?


BANGKA TENGAH, SELEKTIFNEWS.COM - Sebuah penggerebekan dramatis mengguncang Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, pada Jumat pagi (31/01/2025). Beredar foto dan video 12 detik yang memperlihatkan aparat kepolisian menggeledah kediaman seorang warga berinisial SM. Sabtu (1/2/2025).


Penggeledahan ini terkait dugaan penampungan pasir timah ilegal dari aktivitas tambang di Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) PT Timah Tbk, tepatnya di kawasan kolong Kenari, Merbuk, dan Pungguk.


Hasil penggerebekan itu cukup mencengangkan: sekitar dua ton pasir timah ditemukan tersimpan dalam puluhan karung, lengkap dengan label nama pemiliknya. 


Sejumlah penambang pun dipanggil ke Mapolres Bangka Tengah untuk dipertemukan dengan perwakilan PT Timah. 


Namun, alih-alih menegakkan hukum secara menyeluruh, aksi kepolisian ini justru memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat.


Mengapa penegakan hukum terkesan tebang pilih? Sementara warga kecil disikat habis, bos besar timah ilegal yang disebut-sebut sebagai "Sultan Koba" berinisial IS, yang beroperasi di kawasan Gelam-Gelam atau kolong Pungguk, tetap melenggang bebas. Hingga kini, aparat kepolisian seakan enggan menyentuhnya.



"Ke mana dua ton timah yang disita?" ujar RZ, warga Koba, yang curiga dengan nasib barang bukti tersebut.


Jika pasir timah ini nantinya diserahkan kepada PT Timah, apakah perusahaan tersebut sudah mengantongi Surat Perintah Kerja (SPK) yang sah? Ataukah ada permainan tersembunyi di balik penyitaan ini? 


Anehnya, Kapolres Bangka Tengah, AKBP Pradana Aditya Nugraha, justru memilih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi.


Sikap diam Kapolres ini semakin memperkuat dugaan adanya perlindungan terhadap pemain besar seperti IS. 


Publik pun mulai mencium aroma permainan kotor, terutama setelah melihat oknum polisi yang kerap terlihat nongkrong di kedai kopi milik IS di Jalan Raya Koba. 


Apakah ini sekadar kebetulan atau memang ada kolusi antara aparat dan mafia timah?


Sementara itu, pada Sabtu siang (01/02/2025), beredar video TikTok yang memperlihatkan pihak Polsek Koba turun ke kawasan kolong Kenari, Merbuk, dan Pungguk. 


Mereka mengimbau para penambang agar menghentikan aktivitasnya, mengklaim bahwa tindakan ini merupakan permintaan PT Timah.


Namun, publik tak begitu saja percaya. Jika aparat serius menegakkan hukum, mengapa "Sultan Koba" masih dibiarkan beroperasi? 


Mengapa hanya rakyat kecil yang terus menjadi korban? Pertanyaan demi pertanyaan menggantung tanpa jawaban, sementara misteri raibnya dua ton timah masih belum terpecahkan.


Masyarakat kini menuntut transparansi dan keadilan. Jika hukum benar-benar ditegakkan, seharusnya tak ada perlakuan istimewa bagi mereka yang berkantong tebal. Keadilan bukan untuk segelintir orang, tetapi untuk semua! (KBO Babel)

Gemapronadi Usulkan BNN Dibubarkan: Tuduh Tak Mampu Berantas Kartel Narkoba UH Di Gang Puri

BNNK Pematang Siantar di Jl. Keselamatan, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematang Siantar


Pematang Siantar, Selektifnews.com – Gerakan Masyarakat Anti Prostitusi, Narkoba, dan Judi (Gemapronadi) Kota Pematang Siantar mengusulkan agar pemerintah segera membubarkan Badan Narkotika Nasional (BNN). Ketua Gemapronadi, Andi Ryansah, menilai keberadaan lembaga tersebut tidak memberikan dampak signifikan dalam pemberantasan narkoba, khususnya terhadap Kartel Narkoba UH yang diduga sebagai sindikat terbesar di Kota Pematang Siantar.


Menurut Andi, keberadaan BNN selama bertahun-tahun tidak memberikan efek jera terhadap bandar dan jaringan narkoba di kota ini. Justru, ia menilai peredaran narkoba semakin merajalela, menunjukkan bahwa BNN dan Polres Pematang Siantar tidak mampu mengatasi permasalahan ini.


Kartel UH Masih Beroperasi, Penggerebekan Dinilai Sandiwara

Salah satu indikasi lemahnya pemberantasan narkoba, menurut Andi, adalah masih bebasnya para petinggi kartel UH meskipun sempat ada penggerebekan di Gang Bajigur yang dilakukan oleh Polda Sumatera Utara. Operasi tersebut dinilai hanya sebagai formalitas, karena yang ditangkap hanyalah anggota-anggota kecil, sementara bos besar sindikat narkoba tetap tidak tersentuh.


"Penggerebekan itu hanya sandiwara. Setelah beberapa orang ditangkap, kasusnya seolah menguap begitu saja. Tidak ada pengembangan yang jelas. Bahkan, kartel ini sekarang sudah kembali beroperasi di Gang Puri, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara," ujar Andi.


Ia juga mempertanyakan mengapa penanganan kasus narkoba di Kota Pematang Siantar harus melibatkan Polda Sumut, sementara BNN dan Polres Pematang Siantar justru terkesan tidak berdaya.



Program Astacita Mandek, Masyarakat Kecewa

Andi juga menyoroti program Astacita yang menjadi visi Presiden RI Prabowo Subianto, di mana salah satu poinnya adalah pemberantasan narkoba. Namun, menurutnya, program tersebut tidak berjalan dengan baik dan tidak ada aksi nyata di lapangan yang menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak jaringan narkotika.


"Masyarakat sangat berharap dengan pemerintahan baru ini, terutama dengan janji pemberantasan narkoba. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, semakin banyak laporan tentang peredaran narkoba yang justru semakin terbuka. Jika BNN tidak bisa bekerja, lebih baik dibubarkan saja!" tegasnya.


Harapan kepada Kapolri untuk Tindakan Tegas

Dalam pernyataannya, Andi mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk lebih serius dalam menindak bandar besar narkoba, khususnya di Kota Pematangsiantar. Ia berharap kepolisian tidak hanya menyasar pengedar kecil, tetapi juga menindak jaringan utama dan pejabat yang diduga membekingi bisnis haram ini.


"Masyarakat butuh kepastian hukum. Jika aparat tegas, pasti ada perubahan. Kami ingin melihat bandar-bandar besar ini ditangkap dan diproses hukum secara transparan, bukan sekadar operasi formalitas yang ujung-ujungnya hilang tanpa hasil," ujar Andi.


Gemapronadi menyatakan akan terus mengawal isu ini dan mendorong pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja BNN serta aparat penegak hukum lainnya dalam memberantas peredaran narkoba.


Kartel Narkoba UH Kembali Beraksi Di Gang Puri: Polisi Terkesan Setengah Hati Berantas Jaringan Besar


Pematangsiantar, Selektifnews.com – Setelah sempat lumpuh pasca penggerebekan sarang narkoba di Gang Bajigur oleh Polda Sumut beberapa waktu lalu, komplotan kartel narkoba UH kini kembali beroperasi. Namun, kali ini mereka berpindah lokasi ke Gang Puri, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar. Fakta ini memunculkan dugaan bahwa pemberantasan narkoba di Sumatera Utara, khususnya oleh Polres Pematangsiantar dan Polda Sumut, tidak dilakukan secara tuntas dan hanya menyentuh level bawah.


Kartel UH Kembali Beroperasi

Kabar kembalinya aktivitas penjualan narkoba ini dibenarkan oleh seorang warga yang enggan disebut namanya, sebut saja Bolot. Kepada awak media, ia mengungkapkan bahwa aktivitas transaksi narkoba di lokasi baru sudah berlangsung selama tiga hari terakhir.


"Udah main lagi mereka, Bang, tiga hari ini. Tapi buka di tempat lama di Gang Puri," ujar Bolot, Jumat (31/1/2025).



Menurut Bolot, sistem transaksi yang digunakan tetap sama seperti sebelumnya, yakni menggunakan kode tertentu untuk setiap paket narkoba yang dijual.


"Ada paketan 100 kodenya pulsa 10, paketan 150 kodenya pulsa 15," ungkapnya.


Bolot juga menyebut bahwa wajah-wajah lama dari jaringan UH tak lagi terlihat. Kini, orang-orang baru yang bertugas sebagai pengedar dan kurir lapangan.


"Yang jualan anggota UH juga, tapi sekarang udah wajah-wajah baru. Gak nampak orang lamanya, karena yang nganter barang becak (istilah untuk kurir)," terangnya.


Lebih lanjut, Bolot mengungkapkan keyakinannya bahwa jaringan UH mustahil diberantas tuntas karena diduga memiliki beking kuat.


"Gak mungkin bisa dibasmilah, Bang. Kuat beking orang itu. Kalo gak kuat ya udah tutup dari hari itulah," bebernya.



Polisi Dituding Setengah Hati dalam Pemberantasan Narkoba

Penggerebekan di Gang Bajigur beberapa waktu lalu sempat menimbulkan harapan bahwa jaringan UH akan benar-benar dihancurkan. Namun, faktanya, yang tertangkap hanya anak buah dan kaki tangan kelas bawah. Para petinggi kartel UH tetap bebas dan tampaknya masih mengendalikan bisnis haram ini.


Polda Sumut dinilai setengah hati dalam menjalankan program Astacita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, di mana salah satu poin utama adalah pemberantasan narkoba. Meski panglima tertinggi sudah memberikan instruksi tegas, tampaknya implementasi di lapangan, terutama oleh Polres Pematangsiantar dan Polda Sumut, masih jauh dari harapan.


Hasil penggerebekan sebelumnya yang hanya menangkap tiga orang terkesan tidak dikembangkan lebih lanjut. Tidak ada langkah nyata untuk memburu bandar besar maupun para petinggi jaringan UH. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa ada kekuatan besar yang melindungi mereka, sehingga bisnis narkoba tetap berlanjut meski telah dilakukan tindakan penegakan hukum.


Desakan Penindakan Serius

Masyarakat Pematangsiantar yang selama ini resah dengan peredaran narkoba di daerah mereka berharap agar aparat kepolisian lebih serius dalam menangani peredaran narkoba, terutama yang dikendalikan oleh kartel besar seperti UH. Mereka menuntut agar aparat penegak hukum tidak hanya menangkap kurir dan pengedar kecil, tetapi juga menindak para bandar besar yang selama ini masih bebas berkeliaran.


Jika kepolisian tidak segera bertindak tegas, bukan tidak mungkin peredaran narkoba di Kota Pematangsiantar akan semakin merajalela dan semakin sulit diberantas. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari aparat kepolisian: apakah mereka akan bertindak tegas sesuai arahan presiden atau tetap membiarkan jaringan UH terus beroperasi dengan nyaman?


Diduga Bandar Sabu Igun Cs Di Perlanaan Tak Tersentuh Hukum, Program Astacita Prabowo Mandek!


Simalungun, Selektifnews.com – Keresahan warga Simalungun terhadap peredaran narkotika jenis sabu yang semakin merajalela seolah tidak mendapat respons serius dari Aparat Penegak Hukum (APH) setempat. Salah satu nama yang disebut-sebut sebagai bandar besar di wilayah tersebut, Igun Cs, diduga masih bebas beroperasi meskipun bisnis haramnya sudah diketahui luas oleh masyarakat. Hal ini tentunya tidak sejalan dengan Program Astacita Presiden Prabowo Subianto dimana salahsatu poinnya adalah memberantas Narkoba.


Menurut informasi yang beredar, jaringan narkoba yang dipimpin oleh Igun memiliki sistem operasi yang rapi dan terstruktur, dengan masing-masing anggota memiliki wilayah edarnya sendiri. Para pengedar di bawah kendali Igun disebut mampu menjual hingga puluhan gram sabu per hari, dengan omset mencapai ratusan juta rupiah.


Modus Operasi dan Dugaan Koordinasi dengan APH

Seorang sumber berinisial SG mengungkapkan bahwa para bandar diduga telah melakukan koordinasi dengan APH untuk melindungi bisnis mereka. 


“Biasanya APH meminta sejumlah tangkapan, yang ditangkap ya para pecandu atau pengedar kecil yang dijadikan tumbal oleh para bandar besar,” ujar SG kepada wartawan.


SG menambahkan bahwa nama Igun sudah lama dikenal sebagai bandar sabu yang menguasai wilayah Simalungun Bawah, namun anehnya hingga kini tidak pernah tersentuh oleh pihak berwenang. Sementara itu, para pecandu dan pengedar kecil dengan mudahnya diciduk oleh aparat.


Lebih lanjut, informasi dari kalangan para pengedar menyebutkan bahwa mereka yang tidak mengambil barang dari Igun Cs akan dijadikan target untuk ditangkap. Situasi ini menambah ketakutan bagi para pengecer yang terpaksa beroperasi di bawah kendali jaringan Igun agar tidak menjadi korban penangkapan.


Struktur Jaringan Igun Cs

Jaringan Igun diduga beroperasi di beberapa kecamatan dengan tugas yang sudah dibagi secara sistematis:

- Rido bertanggung jawab mengedarkan sabu di Kecamatan Bandar, Pematang Bandar, dan Bandar Masilam.

- Irul bertugas di Kecamatan Bosar Maligas dan Ujung Padang.

- Doni diduga beroperasi di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

- Nanok, Kundil, Reza, Ajo, dan Aseng juga disebut sebagai bagian dari jaringan ini, masing-masing memiliki wilayah edar yang berbeda.

Dengan sistem yang terorganisir ini, jaringan Igun terus berkembang tanpa adanya tindakan tegas dari APH.


Dasar Hukum dan Dugaan Pembiaran oleh APH

Peredaran narkotika merupakan tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam Pasal 112 UU tersebut, disebutkan bahwa setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman dapat dipidana dengan penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta denda maksimal Rp 8 miliar.


Sementara itu, Pasal 114 menyebutkan bahwa setiap orang yang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan I dapat dipidana dengan penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.


Namun, dalam kasus Igun Cs, dugaan adanya pembiaran oleh APH semakin menguat. Jika benar bahwa bandar besar seperti Igun tidak pernah tersentuh, maka ada kemungkinan pelanggaran terhadap Pasal 421 KUHP, yang mengatur tentang penyalahgunaan wewenang oleh pejabat.


Tuntutan Masyarakat dan Harapan Penegakan Hukum

Warga Simalungun berharap agar kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya segera bertindak tegas dalam menangani peredaran narkotika di daerah mereka. Jika dugaan koordinasi antara bandar dan APH terbukti, maka sebaiknya Mabes Bareskrim Polri diminta untuk turun langsung ke Kabupaten Simalungun.


Hingga berita ini diterbitkan Kapolsek Perdagangan AKP Ibrahim Sopi, S.H, M.H belum berhasil dikonfirmasi oleh wartawan.

Jumat, 31 Januari 2025

NS dan SS Diduga Big Boss Rokok Ilegal di Siantar-Simalungun, Omzet Miliaran: Kami Tak Takut Siapapun, Ada Beking Kami!


Pematang Siantar, Selektifnews.com – Peredaran rokok ilegal di wilayah Siantar-Simalungun semakin merajalela, dengan dugaan kuat bahwa NS dan SS adalah dua sosok utama di balik bisnis haram ini. Beredar kabar bahwa keduanya merupakan pemasok terbesar rokok ilegal di daerah tersebut dengan omzet mencapai miliaran rupiah per bulan.


Tak hanya itu, NS dan SS disebut-sebut memiliki backing kuat dari oknum tertentu sehingga merasa kebal hukum. "Kita tak gentar, kita ada beking," ujar NS dan SS dengan percaya diri kepada seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya.



Aliansi Masyarakat Siantar-Simalungun Geram, Desak APH Bertindak

Ketua Aliansi Masyarakat Siantar-Simalungun Bersatu, Johan Arifin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap aparat penegak hukum (APH) yang dinilai lamban dan lemah dalam mengatasi maraknya peredaran rokok ilegal ini.


"Kami sangat menyayangkan lemahnya pengawasan dari aparat dan stakeholder terkait. Jika ini terus dibiarkan, maka rokok ilegal akan semakin merajalela, bukan hanya di Siantar-Simalungun, tetapi bisa menjangkau seluruh Sumatera Utara," ujarnya.


Johan Arifin menantang aparat kepolisian, TNI, POM AD, Brimob, dan Bea Cukai untuk segera menangkap NS dan SS guna mengungkap siapa sebenarnya pihak yang melindungi mereka. "Kalau benar bekingnya oknum aparat berseragam hijau atau coklat, kami akan menyurati Presiden Prabowo agar ada tindakan tegas," tambahnya.


Ia juga meminta agar para stakeholder membuktikan keberanian mereka dengan membumihanguskan bisnis haram tersebut. "Kalau tidak segera ditindak, artinya ada pembiaran. Jangan sampai rakyat yang bergerak sendiri," tegas Johan.



SS, Sang Raja Rokok Ilegal di Simalungun dan Labuhanbatu

Menurut sumber terpercaya yang merupakan mantan sales rokok ilegal, SS memiliki jaringan distribusi yang luas, mencakup hingga Labuhanbatu. Dalam sebuah penggerebekan beberapa waktu lalu, aparat menemukan ratusan kardus rokok ilegal dengan cukai palsu jenis "selendang" di rumah sekaligus tempat usaha SS.


"Setelah penggerebekan itu, sekarang dia sudah lebih hati-hati. Barangnya tidak lagi disimpan di rumah," ungkap sumber tersebut.


SS diketahui mengedarkan beberapa merek rokok ilegal, seperti Zeez, Saga, dan ABS, yang dikenal di lapangan dengan sebutan "cukai Spanyol" atau "selendang". Rokok ini dikemas dalam cukai 12 batang isi 20 batang, yang sebenarnya ilegal dan merugikan negara.


Lebih mengejutkan lagi, menurut sumber yang sama, beberapa oknum aparat sering datang ke rumah SS untuk meminta "jatah bulanan" agar bisnisnya tetap aman. "Banyak aparat sering ke rumahnya, bang," bebernya.



NS, Pemasok Rokok Ilegal Omzet Miliaran Per Bulan

Jika SS menguasai distribusi di Labuhanbatu dan Simalungun, NS disebut sebagai pemasok besar rokok ilegal dengan omzet fantastis. NS diketahui mengedarkan merek rokok ilegal seperti Magna dan SKY.


Sumber terpercaya menyebut, NS memiliki lebih dari tujuh mobil angkutan yang setiap hari mengantarkan rokok ke berbagai wilayah, terutama di Simalungun atas. "Di sekitar Beringin, sering terlihat mobil Grandmax putih B No xxxx PCL dan BK No xxxx PZ mengantar rokok ke berbagai tempat," katanya.


Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa setiap dua minggu, NS mendatangkan satu truk Colt Diesel berisi rokok ilegal dari Kota Malang, dengan total belanja sekitar Rp1,3 miliar.


"Mana ada takutnya NS dan SS itu, abang nggak tahu siapa bekingnya. Kalau cuma setingkat Polres, mereka masih belum gentar," tambah narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.



Tantangan Terbuka untuk Aparat Penegak Hukum

Kasus ini semakin menegaskan bahwa peredaran rokok ilegal di Siantar-Simalungun sudah berada pada level yang mengkhawatirkan. Jika benar NS dan SS memiliki beking kuat dari oknum tertentu, maka aparat harus membuktikan keberanian mereka untuk menindak tegas tanpa pandang bulu.


Aliansi Masyarakat Siantar-Simalungun Bersatu sudah melemparkan tantangan kepada aparat penegak hukum. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata, mereka berencana untuk membawa masalah ini ke tingkat nasional, bahkan langsung ke Presiden Prabowo.


Masyarakat kini menunggu, apakah hukum akan benar-benar ditegakkan atau justru kembali membiarkan para "big boss" rokok ilegal ini terus beroperasi tanpa hambatan?

Warga Protes! PT Tri Cahaya Sawit Diduga Buang Limbah ke Sungai


Simalungun, Selektifnews.com – PT Tri Cahaya Sawit, pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Jl. Bahagia No.8 Huta I, Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, diduga kuat membuang limbah ke sungai pada malam hari. Akibatnya, warga sekitar mulai melakukan protes karena khawatir terhadap pencemaran lingkungan yang semakin parah.


Warga Resah dengan Kondisi Sungai yang Tercemar

Salah satu warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi pabrik mengungkapkan bahwa limbah tersebut diduga dialirkan langsung ke sungai yang berada di belakang pabrik. Warga tersebut mengajak awak media untuk melihat langsung kondisi sungai yang sudah tampak berubah warna akibat tercemar oleh limbah pabrik.


"Lokasinya tidak jauh dari belakang PKS itu, Pak. Kalau mau cek ke lokasi, susuri aja aliran sungai besar di belakang pabrik itu. Abang lihatlah di sungai, hasil dari amatan tampak jelas limbah di sungai tersebut. Warna air sungai sudah jelas tampak berbeda," ujar warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (29/1/2025).


Menurutnya, pencemaran ini sudah berlangsung cukup lama, namun warga takut melaporkan karena khawatir terhadap tekanan dari pihak tertentu. Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar pencemaran lingkungan ini dapat dihentikan sebelum berdampak lebih luas pada kesehatan dan kehidupan mereka.



Aliansi Masyarakat Siantar Simalungun Bersatu Menyayangkan Kurangnya Pengawasan

Menanggapi dugaan pencemaran ini, Ketua Aliansi Masyarakat Siantar Simalungun Bersatu, Johan Arifin, menyayangkan sikap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun yang dinilai kurang proaktif dalam mengawasi limbah industri. Menurutnya, kasus pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik bukanlah hal baru di Kabupaten Simalungun, namun hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak terkait.


"Seharusnya Dinas Lingkungan Hidup lebih aktif dalam mengawasi limbah-limbah pabrik di daerah ini. Jika memang ada indikasi pelanggaran, harus segera ditindak. Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat kelalaian pengawasan," ujar Johan Arifin.


Pihak Perusahaan membantah 

Saat awak media mencoba mengonfirmasi pihak perusahaan, salah satu humas PT Tri Cahaya Sawit berinisial IS, yang dihubungi melalui WhatsApp Messenger hanya menjawab singkat.

"Gak benar itu bang," tulis IS di pesan WhatsApp, Jumat (31/1/2025).


Dinas Lingkungan Hidup Berjanji Akan Menindaklanjuti

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun, Daniel Silalahi, yang dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp Messenger, mengakui bahwa pihaknya sudah menerima informasi ini sebelumnya. Ia berjanji akan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.


"Nanti saya cek dan kasih info. Sama kita turun ke lokasi supaya semua terbuka," tulisnya, Jumat (31/1/2025).


Warga berharap pihak berwenang benar-benar menindaklanjuti laporan ini dengan serius. Mereka juga meminta agar ada tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti mencemari lingkungan, termasuk sanksi administratif atau bahkan pencabutan izin operasional jika diperlukan.


Kasus dugaan pembuangan limbah oleh PT Tri Cahaya Sawit ini menjadi alarm bagi semua pihak, terutama pemerintah daerah dan lembaga pengawas lingkungan. Jika benar terbukti, maka perusahaan harus bertanggung jawab atas dampak pencemaran yang ditimbulkannya.


Warga berharap agar investigasi dilakukan secara transparan dan ada tindakan nyata untuk menghentikan pencemaran sungai. Selain itu, mereka juga meminta agar pengawasan terhadap pabrik-pabrik kelapa sawit di Kabupaten Simalungun diperketat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.





Sekretaris HMI Koms. (p) Lafran Pane Tebing Tinggi, Mhd Ikhsan Dermawan, Raih Emas dan Dinobatkan Sebagai Pesilat Terbaik di Kejurnas Open Riau Competition


Tebing tinggi, Selektifnews.com -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat (p) Lafran Pane Tebing Tinggi. Mhd Ikhsan Dermawan, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Komisariat, berhasil meraih medali emas pada kelas tanding J dewasa putra dalam Kejuaraan Nasional Open Riau Competition yang berlangsung pada 25–27 Januari 2025. Tak hanya itu, Ikhsan juga dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Dewasa Putra, sebuah pencapaian luar biasa yang mengukuhkan kualitasnya sebagai atlet berbakat.  31 Januari 2024


Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Kadispora Riau ini diikuti oleh pesilat dari lima provinsi, menjadikannya ajang kompetisi bergengsi yang mempertemukan para pendekar terbaik dari berbagai daerah.


Dalam pertandingan yang penuh semangat dan strategi tinggi, Ikhsan berhasil menunjukkan performa terbaiknya, mengungguli lawan-lawannya dengan teknik yang matang dan mental bertanding yang kuat.  


Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan bagi Ikhsan secara pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi HMI Komisariat (p) Lafran Pane Tebing Tinggi. Sebagai seorang kader HMI, Ikhsan telah membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang menjadi prinsip dasar organisasi dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang, termasuk olahraga.  


Ketua HMI Komisariat (p) Lafran Pane Tebing Tinggi Jihan Akbar mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap pencapaian ini. “Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kader HMI tidak hanya unggul dalam intelektualitas dan gerakan keumatan, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dalam dunia olahraga. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi kader lainnya untuk terus berprestasi di berbagai bidang,” ujarnya.  


Dengan prestasi ini, Mhd Ikhsan Dermawan tidak hanya mengharumkan nama HMI Komisariat (p) Lafran Pane Tebing Tinggi, tetapi juga membuktikan bahwa kader HMI Tebing Tinggi mampu berkontribusi dalam mengangkat nama daerah dan bangsa di kancah nasional. Semoga keberhasilan ini menjadi awal dari prestasi-prestasi besar lainnya yang akan diraih oleh kader-kader ke depannya

Telkom Sumut Dukung Siswa SMAN 1 Beringin Lubuk Pakam Kuasai Wirausaha Digital


Lubuk Pakam, Selektifnews.com – Dalam upaya meningkatkan literasi digital dan keterampilan kewirausahaan di kalangan pelajar, Telkom Witel Sumut Daerah Lubuk Pakam menggelar Workshop Kewirausahaan Digital bagi 40 siswa-siswi SMAN 1 Beringin. Kegiatan ini berlangsung di aula sekolah dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Sekolah SMAN 1 Beringin, Ibu Arya, serta Guru Pembimbing, Ibu Fitri.


Workshop ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan pemahaman mendalam tentang kewirausahaan digital, mengingat perkembangan pesat teknologi yang membuka peluang bisnis baru. Selain itu, Telkom Witel Sumut juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mensosialisasikan berbagai produk digital unggulan mereka di segmen Business-to-Business (B2B), seperti Indibiz, Antares Eazy, dan Pijar Sekolah, yang dapat mendukung dunia pendidikan dalam mengadopsi teknologi digital guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah.


Pelatihan dan Materi Workshop

Dalam sesi pelatihan, para siswa diberikan wawasan tentang berbagai aspek penting dalam kewirausahaan digital, mulai dari strategi pemasaran online, manajemen bisnis berbasis digital, hingga pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan jangkauan pasar. Materi disampaikan oleh tim Telkom yang berpengalaman di bidang digital marketing dan teknologi informasi.


Selain teori, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi bisnis digital, di mana mereka diajarkan cara membuat toko online, mengelola transaksi digital, serta memahami strategi branding di era media sosial. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa agar lebih siap menghadapi tantangan dalam dunia bisnis berbasis teknologi.


"Kami ingin para siswa memiliki mindset entrepreneur sejak dini dan memahami bagaimana teknologi bisa menjadi alat utama dalam pengembangan bisnis di masa depan," ujar Suri Agus, Kepala Kantor Telkom Lubuk Pakam.


Dukungan Sekolah dan Antusiasme Siswa

Kepala Sekolah SMAN 1 Beringin, Ibu Arya, memberikan apresiasi atas inisiatif Telkom Witel Sumut dalam mendukung dunia pendidikan melalui pelatihan kewirausahaan digital. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi era digital yang semakin kompetitif.


“Kami berharap melalui workshop ini, siswa dapat memahami bagaimana teknologi berperan dalam dunia bisnis serta menggunakannya untuk menciptakan peluang baru. Ini adalah keterampilan yang akan sangat berguna bagi mereka setelah lulus nanti,” kata Ibu Arya.


Para siswa yang mengikuti kegiatan ini juga tampak antusias. Salah seorang peserta, Diana Putri, mengungkapkan bahwa dirinya sangat tertarik dengan konsep pemasaran digital yang diajarkan dalam workshop.


"Saya jadi lebih paham bagaimana cara memulai bisnis online, bagaimana strategi promosi yang efektif, dan bagaimana teknologi bisa membantu bisnis berkembang," ujarnya.


Telkom Indonesia Dukung Pendidikan Digital

Melalui program ini, Telkom Indonesia semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui inovasi teknologi digital. Dengan menghadirkan solusi seperti Pijar Sekolah, Telkom membantu institusi pendidikan dalam pengelolaan pembelajaran berbasis digital. Sementara itu, produk Indibiz dan Antares Eazy ditujukan untuk membantu UMKM dan institusi dalam mengembangkan bisnis mereka secara digital.


"Kami ingin memastikan bahwa para generasi muda siap menghadapi tantangan di era digital dengan kemampuan kewirausahaan yang kuat dan pemanfaatan teknologi yang tepat," tambah Suri Agus.


Workshop ini merupakan bagian dari program CSR Telkom Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan pendidikan dan ekonomi digital. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Sumatera Utara.


Dengan adanya pelatihan ini, para siswa SMAN 1 Beringin kini memiliki bekal yang lebih baik dalam memahami dunia bisnis digital, serta memiliki kesempatan lebih besar untuk menjadi wirausahawan muda yang sukses di era teknologi.

Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Gelar ‘Coffee Morning’ Bersama Insan Pers: Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pemberitaan


Pematangsiantar, Selektifnews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pematangsiantar menggelar acara ‘Coffee Morning’ yang penuh kehangatan dan keakraban bersama puluhan insan pers dari Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Acara ini berlangsung di Aula Sumbayak, Lapas Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, pada Jumat (31/01/25).


Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta menjalin kerja sama dengan awak media dalam mendukung keterbukaan informasi publik dan membangun citra positif pemasyarakatan, khususnya di Lapas Pematangsiantar.


Sambutan Hangat dari Kalapas

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Pematangsiantar, Davy Bartian, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran para jurnalis yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam acara ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Lapas dan insan pers dalam menyampaikan informasi yang transparan kepada masyarakat.


"Kami berterima kasih atas kehadiran dan dukungan dari rekan-rekan pers pada acara ‘Coffee Morning’ ini, yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi serta membuka ruang komunikasi yang lebih luas, guna keterbukaan informasi publik serta mengangkat citra positif pemasyarakatan, khususnya Lapas Siantar," ujar Davy Bartian.


Ia menambahkan bahwa sinergi dalam pemberitaan sangat diperlukan untuk membangun citra positif Lapas ke depan, sejalan dengan tugas pemasyarakatan itu sendiri.


"Kami senantiasa terbuka untuk saran dan masukan yang konstruktif sebagai bagian dari kontrol sosial, demi menjadikan Lapas Siantar sebagai unit kerja yang lebih baik," tambahnya.


Diskusi Interaktif dan Masukan dari Insan Pers

Acara kemudian berlanjut dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berjalan dengan lancar. Para jurnalis yang hadir mengajukan berbagai pertanyaan serta memberikan masukan terkait layanan dan pembinaan di Lapas Pematangsiantar. Suasana diskusi berlangsung dengan penuh keakraban, menunjukkan keterbukaan antara pihak Lapas dan media dalam membangun komunikasi yang lebih baik.


Salah satu poin yang dibahas adalah program pembinaan bagi warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Davy Bartian menjelaskan bahwa pembinaan di dalam Lapas terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian.


"Pembinaan kepribadian meliputi kegiatan positif bagi warga binaan, seperti pembinaan keagamaan serta pembinaan tentang wawasan kebangsaan dan bernegara. Sedangkan pembinaan kemandirian bertujuan memberikan keterampilan kepada warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat," jelasnya.


Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa Lapas Pematangsiantar menampung tahanan dari berbagai pihak, termasuk tahanan dari kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan yang telah mendapatkan putusan hukum tetap.


"Kami terus berbenah dalam berbagai aspek, baik dalam hal pembinaan warga binaan maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di dalam Lapas. Untuk itu, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal," katanya.


Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Dalam acara tersebut, Kalapas juga menegaskan bahwa Lapas Kelas IIA Pematangsiantar terus berupaya melakukan pembangunan zona integritas setiap tahunnya guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


"Kami juga melakukan penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan, sehingga masyarakat dapat menerima pelayanan yang lebih baik dan transparan," pungkasnya.


Penutupan dan Foto Bersama

Sebagai penutup, Kalapas Davy Bartian kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan pers yang telah hadir dan berpartisipasi dalam acara tersebut.


"Semoga hubungan baik ini terus terjalin, dan yang paling utama, silaturahmi ini semakin erat," tuturnya.


Acara ‘Coffee Morning’ ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan antara Lapas Pematangsiantar dan insan pers Siantar-Simalungun dalam mewujudkan sinergi yang lebih baik ke depannya.

Pimpinan BO BRI Kantor Cabang Tarutung Arwan Zamroni Ajak Masyarakat Gunakan Brimo



Tarutung, Selektifnews.com -- Arwan Zamroni, Pimpinan BO BRI Cabang Tarutung menyampaikan kepada beberapa awak media, Kini masyarakat tak perlu bingung lagi kalau token listrik mau habis karena ada solusi praktis buat mengisinya, yaitu dengan aplikasi mobile banking BRImo. (30/01/2025) 


BRImo adalah aplikasi mobile banking dari BRI yang menawarkan berbagai fitur, selain beli token BRImo juga bisa bayar tagihan listrik pascabayar dan PDAM hingga beli tiket pesawat, top up voucher games, dan investasi emas. Dengan menggunakan BRImo, masyarakat bisa membeli token listrik PLN dengan mudah dan cepat.


Lanjut Arwan Zamroni, sangat mudah Cara Beli Token Listrik, Bayar Tagihan Pascabayar, maupun Bayar Non-Tagihan Listrik Lewat BRImo berikut langkah yang dilakukan:

1. Login BRImo

2. ⁠Pilih menu Tagihan lalu Listrik

3. ⁠Pilih transaksi terakhir yang pernah dilakukan atau tambah transaksi baru

4. ⁠Pilih produk yang diinginkan (Tagihan atau Token atau Non Tagihan Listrik)

5. ⁠Masukkan Nomor Meter / ID Pelanggan

6. ⁠Konfirmasi Transaksi dengan memasukkan PIN

7. ⁠Transaksi berhasil


Guna memudahkan pembelian token maupun pembayaran tagihan listrik, masyarakat pengguna BRImo bisa memilih pembayaran listrik terakhir sehingga tidak perlu input ulang nomor ID Pelanggan PLN, Jelasnya. 


Buat yang nggak sengaja tutup aplikasi BRImo padahal belum mencatat nomor token atau belum memasukkannya ke meteran, tetap bisa mendapatkan deretan nomor token tersebut melalui menu Listrik lalu pilih 'Cetak Token'.


Kemudian bisa membagikan nomor token tersebut kepada anggota keluarga lainnya guna memasukkan ke meteran listrik.


Cara Mengisi Token Listrik di Meteran

Berikut ini bagaimana cara mengisi token listrik yang sudah dibeli ke meteran listrik PLN rumah:

- Masukkan 20 angka token listrik ke meteran dengan diakhiri menekan 'Enter'

- Token listrik kamu otomatis terisi

- Selesai.


Dengan BRImo, kita bisa membeli token listrik kapan saja dan di mana saja, serta membayar tagihan listrik bulanan dengan mudah dan praktis. Segera pakai BRImo melalui App Store, Play Store, dan Huawei AppGallery sekarang juga dan rasakan kemudahannya! Pungkas Arwan Zamroni.

BERITA TERBARU

Kenaikan Pangkat dan Penghargaan Jadi Momentum Penguatan Profesionalisme, Lapas Kelas I Medan Kukuhkan Duta Layanan 2026

Kenaikan Pangkat dan Penghargaan Jadi Momentum Penguatan Profesionalisme, Lapas Kelas I Medan Kukuhkan Duta Layanan 2026 Medan, Selektifnews...