-->

Iklan

Menu Bawah

Iklan

Halaman

Indonesia Terima Tiga Jet Tempur Rafale Pertama dari Prancis, Tonggak Baru Modernisasi Alutsista TNI AU

Redaksi
Rabu, 28 Januari 2026, Januari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-01-27T21:26:53Z

 

Indonesia Terima Tiga Jet Tempur Rafale Pertama dari Prancis, Tonggak Baru Modernisasi Alutsista TNI AU

Jakarta, Selektifnews.com  -- Indonesia resmi menerima tiga unit jet tempur Dassault Rafale pertama sebagai bagian dari kesepakatan strategis bernilai USD 8,1 miliar dengan Pemerintah Prancis. Penerimaan pesawat tempur canggih ini menandai langkah penting dalam upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional, khususnya bagi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).


Juru bicara Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi bahwa ketiga pesawat tempur tersebut telah tiba di Indonesia pada hari Jumat. Saat ini, jet-jet Rafale tersebut ditempatkan di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau, sebagai bagian dari tahapan awal pengoperasian dan integrasi ke dalam kekuatan TNI AU.


“Kedatangan pesawat Rafale ini merupakan bagian penting dari modernisasi peralatan pertahanan Angkatan Udara Indonesia,” ujar Rico kepada AFP. Ia menegaskan bahwa proses penyerahan secara administratif maupun teknis telah rampung, sehingga ketiga jet tempur tersebut sudah siap digunakan untuk mendukung tugas-tugas pertahanan udara nasional.


Pengadaan jet tempur Rafale ini merupakan hasil kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2022 oleh Menteri Pertahanan saat itu, Prabowo Subianto, untuk pembelian total 42 unit Rafale dari perusahaan dirgantara Prancis, Dassault Aviation. Kesepakatan ini menjadi salah satu kontrak pertahanan terbesar dalam sejarah Indonesia dan mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat postur pertahanan negara.


Indonesia memilih Rafale bukan tanpa alasan. Pesawat tempur generasi 4,5 ini dikenal sebagai jet tempur multirole sejati yang mampu menjalankan berbagai misi dalam satu sortie, mulai dari pertempuran udara-ke-udara, serangan presisi udara-ke-darat, misi anti-kapal, hingga pengintaian. Kemampuan ini memungkinkan satu platform menggantikan beberapa jenis pesawat sekaligus.


Keunggulan Rafale juga terletak pada penggunaan radar AESA RBE2, yang membuatnya mampu mendeteksi target dari jarak lebih jauh, melacak banyak sasaran secara bersamaan, serta lebih tahan terhadap gangguan elektronik musuh. Ditambah dengan sistem peperangan elektronik SPECTRA, Rafale memiliki tingkat survivabilitas tinggi bahkan saat menghadapi sistem pertahanan udara modern.


Dari sisi persenjataan, Rafale dapat membawa berbagai senjata canggih kelas dunia, seperti rudal jarak jauh Meteor, rudal MICA, rudal jelajah SCALP-EG, bom pintar AASM Hammer, hingga rudal anti-kapal Exocet. Kemampuan supercruise dan manuver tinggi juga menjadikan pesawat ini unggul dalam pertempuran udara serta cocok untuk menjaga wilayah Indonesia yang luas.


Selain itu, Rafale telah teruji di medan tempur nyata dalam berbagai operasi militer di Afghanistan, Libya, Suriah, Mali, dan Irak. Dengan rekam jejak tersebut, kehadiran Rafale diharapkan dapat meningkatkan daya tangkal (deterrence), kesiapsiagaan, serta profesionalisme TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Sumber: Sindonews.com

Editor: Zulfandi Kusnomo

Komentar

Tampilkan

Terkini

Entertainment

+

Opini

+