![]() |
| Ketua Komisi XIII DPR Apresiasi Pengembangan Ketahanan Pangan di Nusakambangan Bersama Menteri Imipas Agus Andrianto |
Nusakambangan, Selektifnews.com – Pengembangan program ketahanan pangan di Pulau Nusakambangan mendapat apresiasi dari Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Nusakambangan bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, beserta jajaran pada Selasa (10/2). Kunjungan ini menjadi bagian dari pengawasan sekaligus dukungan terhadap optimalisasi program pembinaan dan pemberdayaan di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Willy Aditya menilai langkah yang dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan merupakan terobosan progresif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia menyebut pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai langkah strategis yang patut diapresiasi. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga berdampak pada pembinaan warga binaan.
“Kami telah meninjau beberapa titik mulai dari tambak udang, tambak ayam, dan Balai Latihan Kerja. Menurut kami, pengembangan yang dilakukan di sini sangat progresif,” ujar Willy Aditya dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa sinergi antara fungsi pembinaan dan produktivitas ekonomi menjadi model yang bisa direplikasi di wilayah lain.
Sementara itu, Menimipas Agus Andrianto menegaskan bahwa pembangunan ketahanan pangan di kawasan pemasyarakatan dilakukan dengan mengoptimalkan lahan tidur yang sebelumnya belum dikelola secara maksimal. Lahan-lahan tersebut kini dimanfaatkan untuk berbagai sektor produktif seperti pertanian, perikanan, hingga peternakan terpadu. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.
Agus menjelaskan, program ketahanan pangan di Nusakambangan merupakan bagian dari kebijakan nasional yang mendorong setiap Lapas dan Rutan di Indonesia untuk berkontribusi dalam mendukung kebutuhan pangan. Secara teknis, hasil produksi yang dikelola di Lapas dan Rutan, sebesar 5 persen dimanfaatkan oleh penyedia bahan makanan di daerah terkait, sementara sisanya dapat disalurkan ke pasar dalam negeri maupun berpotensi untuk ekspor.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan internal lembaga pemasyarakatan dan daerah sekitar, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Produk hasil pembinaan warga binaan diharapkan mampu memiliki daya saing dan kualitas yang memenuhi standar pasar. Dengan demikian, kawasan pemasyarakatan dapat bertransformasi menjadi pusat produksi yang produktif dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan itu, rombongan juga meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) yang menjadi pusat peningkatan keterampilan warga binaan. Berbagai pelatihan diberikan, mulai dari bidang pertanian modern, perikanan, hingga keterampilan teknis lainnya. Program ini dirancang agar warga binaan memiliki bekal kompetensi yang memadai saat kembali ke masyarakat.
Kunjungan Ketua Komisi XIII DPR RI bersama Menimipas dan jajaran diharapkan semakin memperkuat dukungan legislatif terhadap pengembangan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan DPR, Nusakambangan diharapkan menjadi contoh sukses integrasi pembinaan, produktivitas, dan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.
Reporter: Tim Selektifnews.com
Editor: Zulfandi Kusnomo










