SPBU 14.202.154 Kotabayu Tebing Tinggi Diduga Bermain Literan via Mesin Pengisian, Warga Minta Pemeriksaan

Foto: Istimewa 


Tebing Tinggi, Selektifnews.com — SPBU 14.202.154 Kotabayu di Kota Tebing Tinggi kembali menjadi sorotan masyarakat terkait dugaan pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sesuai dengan jumlah literan. Dugaan tersebut mencuat setelah adanya keluhan dari salah seorang warga yang merasa dirugikan saat melakukan pengisian BBM jenis Pertalite pada Minggu (29/03/2026).


Seorang warga berinisial Bo menceritakan pengalamannya kepada awak media saat hendak melakukan perjalanan menuju Pematangsiantar. Ia mengatakan bahwa sebelum mengisi BBM di SPBU tersebut, tangki sepeda motor Yamaha Jupiter miliknya masih berisi sekitar satu liter lebih Pertalite.


Menurut Bo, saat tiba di SPBU 14.202.154 Kotabayu, ia meminta kepada operator untuk mengisi BBM hingga penuh atau “full tank”. Namun, selama proses pengisian berlangsung, ia melihat mesin pengisian BBM tampak mengalami gangguan karena aliran Pertalite keluar sangat lambat dan mesin terlihat macet-macet.


Melihat kondisi tersebut, Bo kemudian menanyakan kepada operator mengenai lambatnya proses pengisian BBM. Operator SPBU disebut menjawab bahwa mesin pengisian memang sedang macet-macet. Tidak lama kemudian, setelah pengisian selesai, operator menyampaikan total pembayaran sebesar Rp35.000.


Bo mengaku terkejut dengan jumlah tersebut. Ia merasa jumlah BBM yang masuk ke tangki sepeda motornya tidak masuk akal, mengingat sebelumnya masih ada sisa sekitar satu liter lebih di dalam tangki. Ia memperkirakan pengisian sekitar 3,5 liter, namun menurutnya tangki sepeda motor Yamaha Jupiter miliknya tetap tidak dalam kondisi penuh.


“Saya heran bagaimana mungkin tangki Jupiter bisa terisi sebanyak itu, sementara sebelumnya masih ada sisa BBM lebih dari satu liter. Setelah ditambah sekitar Rp35.000 atau sekitar 3,5 liter, tangki juga tidak penuh. Saya menduga ada permainan literan,” ungkap Bo.


Kejadian tersebut kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait transparansi dan akurasi pengukuran BBM di SPBU tersebut. Beberapa warga bahkan menyebutkan bahwa SPBU Kotabayu sebelumnya juga sempat menjadi pembicaraan di tengah masyarakat terkait pelayanan dan dugaan permasalahan serupa.


Menyikapi hal ini, masyarakat berharap pihak terkait seperti Dinas Perdagangan serta aparat penegak hukum, khususnya Polres Tebing Tinggi, dapat segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap alat ukur dan sistem pengisian BBM di SPBU 14.202.154 Kotabayu. Pemeriksaan tersebut dinilai penting guna memastikan tidak adanya praktik yang merugikan konsumen serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan SPBU.


Laporan: Endra Syafutra 

Editor: Zulfandi Kusnomo