Panen TBS Mentah Diduga Marak di REGIONAL-1 Kebun Gunung Pamela , Manajer Bungkam, APK Justru Bantah Temuan Media


Serdang Bedagai – Praktik panen Tandan Buah Segar (TBS) yang belum matang diduga terjadi di PTPN IV Regional-1 Kebun Gunung Pamela, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. 


Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap potensi kerugian perusahaan akibat menurunnya kualitas bahan baku produksi minyak sawit.


Panen buah sawit sebelum mencapai tingkat kematangan optimal diketahui berdampak langsung terhadap rendahnya kandungan minyak.


Kondisi tersebut dapat menurunkan produksi Crude Palm Oil (CPO) sekaligus mengurangi nilai jual produk yang dihasilkan perusahaan.



Selain menurunkan rendemen, panen buah mentah juga berpotensi meningkatkan kadar Asam Lemak Bebas (ALB/FFA) yang berpengaruh terhadap kualitas minyak sawit. Jika kondisi tersebut terjadi secara berulang, maka target produksi yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) berpotensi tidak tercapai.


Rendemen yang tidak stabil juga dapat menyulitkan manajemen dalam melakukan evaluasi kinerja kebun.


Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi mengganggu perencanaan produksi serta efisiensi operasional dari kebun hingga ke pabrik pengolahan.


Berdasarkan hasil pemantauan awak media di lapangan, Rabu (1/4/2026) sekira pukul 15.30 WIB, di areal Afdeling 2 dan Afdeling 4 tanaman menghasilkan (TM) tahun tanam 2002 Kebun Gunung Pamela, ditemukan puluhan tandan buah sawit yang diduga masih dalam kategori mentah tersusun di Tempat Pengumpulan Hasil (TPH).



Temuan tersebut mengindikasikan bahwa fungsi pengawasan di tingkat lapangan belum berjalan optimal. Diduga buah yang belum memenuhi kriteria matang panen tetap dipotong oleh pemanen dan selanjutnya diangkut menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS).


Padahal berdasarkan Surat Edaran Direksi Operasional PTPN IV PalmCo melalui SEVP Operasional Regional-1, standar kematangan panen minimal yakni terdapat lima brondolan segar di piringan pokok dan sepuluh brondolan segar saat di Pabrik Kelapa Sawit. Standar tersebut diterapkan guna menjaga kualitas TBS yang dipanen dan memastikan stabilitas rendemen.


Agar pemberitaan yang dimua berimbang awak media mengkonfirmasi Manajer Kebun Gunung Pamela, Suparlan, pada Jumat (3/4/2026) sore terkait temuan tersebut. Namun hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi.


Di sisi lain, awak media justru menerima pesan WhatsApp dari seseorang bernama Malik yang mengaku sebagai Asisten Personalia Kebun (APK) Gunung Pamela. Dalam komunikasinya, yang bersangkutan membantah adanya praktik panen buah mentah serta menyebut adanya perubahan aturan terkait kriteria kematangan panen.



Namun berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan, TBS yang dipanen menunjukkan ciri-ciri buah mentah seperti warna buah masih gelap, belum terdapat brondolan jatuh, daging buah masih keras serta tangkai tandan masih hijau.


Hingga berita ini diterbitkan, aksi panen buah mentah diduga masih berlangsung tanpa ada pengawasan maskimal yang dilakukan oleh pihak manajemen Regional 1 Kebun Gunung Pamela.


Laporan: R.Girsang

Editor: Zulfandi Kusnomo