![]() |
| Foto Ilustrasi by AI |
SIMALUNGUN – Aktivitas sabung ayam yang diduga berlangsung secara rutin setiap hari Minggu di Huta III Bawah, Nagori Marihat Bukit, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, semakin menjadi sorotan masyarakat. Warga mengaku resah dan meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Simalungun dan Polsek Gunung Malela, segera mengambil tindakan tegas terhadap kegiatan yang diduga berkaitan dengan praktik perjudian tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah warga, kegiatan itu diduga berlangsung di halaman warung kopi milik seorang warga bermarga Sitorus yang berada di sekitar samping Jembatan Sungai Kerasaan. Lokasi tersebut disebut-sebut menjadi tempat berkumpulnya para penghobi ayam laga maupun penonton yang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan pertandingan yang digelar setiap pekan.
Menurut keterangan warga, kegiatan sabung ayam tersebut tidak hanya dihadiri masyarakat setempat, tetapi juga didatangi peserta dan pengunjung dari luar Kecamatan Gunung Malela. Ramainya pengunjung yang datang setiap hari Minggu diduga membuat perputaran uang dalam kegiatan tersebut mencapai jutaan rupiah dalam sekali pelaksanaan.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut sudah berlangsung cukup lama dan kerap menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Warga berharap aparat kepolisian dapat turun langsung ke lokasi guna memastikan apakah kegiatan tersebut mengandung unsur pelanggaran hukum atau tidak.
“Setiap hari Minggu ramai. Banyak yang datang dari luar daerah. Kami berharap pihak kepolisian turun langsung melakukan pengecekan agar masyarakat mendapat kepastian apakah kegiatan itu sesuai aturan atau tidak,” ujar warga tersebut kepada awak media.
Masyarakat menilai keberadaan aktivitas sabung ayam itu berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), terutama apabila ditemukan adanya unsur perjudian yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan. Selain itu, warga juga mengkhawatirkan dampak sosial yang dapat muncul, khususnya terhadap generasi muda yang berada di lingkungan sekitar lokasi kegiatan.
Karena itu, masyarakat berharap Polres Simalungun melalui Polsek Gunung Malela segera melakukan penyelidikan dan penertiban apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kondusivitas wilayah, memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta memastikan penegakan hukum berjalan secara adil dan transparan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang diduga sebagai penyelenggara kegiatan maupun aparat kepolisian terkait masih belum memberikan keterangan resmi. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada berbagai pihak guna memperoleh informasi yang berimbang dan sesuai dengan kaidah jurnalistik, serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Laporan: Tim Selektifnews.com
Editor: Redaksi
