Simalungun — Menjaga kebersihan lingkungan tidak selalu membutuhkan gerakan besar. Kepedulian sederhana yang dilakukan secara bersama-sama justru dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan gotong royong yang dilakukan Babinsa Koramil 09/Tiga Balata Kodim 0207/Simalungun, Serka James Pakpahan, bersama para murid SD Swasta Antonius Padua, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan di kawasan Simpang Siatasan hingga depan Gereja Katolik Antonius Padua, Nagori Tigadolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Dalam kegiatan itu, Babinsa bersama para pelajar bahu-membahu membersihkan berbagai sampah dan kotoran yang terdapat di sekitar lingkungan. Area yang dibersihkan merupakan kawasan yang cukup sering menjadi ruang aktivitas dan lalu lintas masyarakat.
Dengan menggunakan peralatan kebersihan sederhana, para murid tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama mengumpulkan sampah yang berserakan, membersihkan bagian pinggir jalan serta lingkungan di sekitar rumah ibadah. Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk pembelajaran langsung bagi para siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui tindakan nyata.
Serka James Pakpahan mengatakan, kegiatan bersih-bersih tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah. Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan perlu dibangun sedini mungkin agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para generasi muda.
“Keterlibatan para pelajar menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan positif. Anak-anak tidak hanya diajarkan menjaga kebersihan melalui teori, tetapi langsung mempraktikkannya di lingkungan sekitar,” ujar Serka James Pakpahan.
Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Karena itu, setiap orang diharapkan memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dan tidak menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab petugas tertentu saja. “Menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Dari kegiatan sederhana seperti ini, kita berharap tumbuh kesadaran anak-anak untuk tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga lingkungan,” katanya.
Menurutnya, lingkungan yang bersih akan memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat. Selain menciptakan suasana yang lebih sehat dan tertata, kebersihan juga dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal maupun fasilitas umum. Untuk itu, budaya gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat perlu terus dipelihara dan ditanamkan kepada generasi muda.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kedekatan Babinsa dengan masyarakat, khususnya para pelajar dan generasi muda di wilayah binaannya. Melalui kegiatan sederhana namun penuh nilai kebersamaan itu, pesan yang disampaikan cukup jelas bahwa lingkungan bersih bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan dimulai dari kepedulian setiap individu. Semangat gotong royong diharapkan terus tumbuh sehingga kebersihan dan kenyamanan lingkungan dapat dijaga secara berkelanjutan.
Sumber: Tim Pendim 0207/SML
Editor: Zulfandi Kusnomo
