Simalungun — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan aparat kewilayahan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Babinsa Koramil 12/Saribudolok, Kodim 0207/Simalungun, Serka Jarisken Saragih bersama personel Polsek Saribudolok dan perangkat Nagori Sinar Naga Mariah melaksanakan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.
Sosialisasi dilaksanakan di Kantor Pangulu Nagori Sinar Naga Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pemantauan dan penyampaian imbauan di kawasan lereng Gunung Sipiso-piso. Aparat bersama perangkat nagori mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Cara tersebut dinilai memiliki risiko tinggi, terutama pada musim kemarau ketika kondisi tanah, semak belukar dan vegetasi menjadi lebih mudah terbakar sehingga api dapat menyebar dengan cepat.
Dalam kegiatan tersebut, Serka Jarisken Saragih menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh masyarakat. Menurutnya, api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat dengan cepat merambat ke area lain apabila tidak dikendalikan dengan baik. Kondisi cuaca panas dan kering juga dapat memperbesar risiko kebakaran sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan. Jangan sampai aktivitas membuka lahan justru menimbulkan kebakaran yang merugikan masyarakat dan merusak lingkungan,” ujar Serka Jarisken Saragih. Ia juga mengajak warga untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap mencurigakan maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi berkembang menjadi karhutla. Pelaporan secara cepat dinilai penting agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
Kapolsek Saribudolok AKP Rudiansen Sipayung, SH, bersama personel Polsek Saribudolok turut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla. Selain mengancam kawasan hutan dan lahan, kebakaran juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menimbulkan asap serta menyebabkan kerugian terhadap lingkungan dan sumber penghidupan warga. Karena itu, pencegahan dinilai lebih penting daripada melakukan penanganan setelah api terlanjur meluas.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pangulu Nagori Sinar Naga Mariah, Ingat Maruli Tua Sipayung, bersama para gamot. Pemerintah nagori mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Perangkat nagori juga diharapkan terus menyampaikan informasi serta imbauan kepada warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Kegiatan pencegahan turut melibatkan Centeng Api, Piun Girsang, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran. Keterlibatan unsur masyarakat tersebut menjadi penting karena warga merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran. Dengan adanya kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah nagori dan masyarakat, pemantauan terhadap kondisi wilayah diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal.
Melalui sosialisasi dan pemantauan tersebut, aparat berharap masyarakat tidak hanya memahami bahaya karhutla, tetapi juga ikut menjadi garda terdepan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Pamatang Silimahuta. Pencegahan sejak dini menjadi langkah penting karena karhutla tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian yang lebih besar. Sinergi seluruh unsur diharapkan mampu menjaga wilayah Kabupaten Simalungun tetap aman dari ancaman kebakaran selama musim kemarau.
Sumber: Tim Pendim 0207/SML
Editor: Zulfandi Kusnomo
