TNI dan Petani Bersinergi Berburu Hama Tikus, Antisipasi Ancaman Gagal Panen di Tiga Balata

 

Keterangan foto: Babinsa Koramil 09/Tiga Balata bersama petani saat berburu hama tikus di areal persawahan Lingkungan Sihobuk, Simalungun, Jumat (28/8/2026).

Simalungun— Ancaman serangan hama tikus terhadap tanaman padi mulai diantisipasi petani di Lingkungan Sihobuk, Kelurahan Tiga Balata, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Upaya pengendalian dilakukan melalui kegiatan berburu hama tikus yang melibatkan Babinsa Koramil 09/Tiga Balata Kodim 0207/Simalungun, perangkat kelurahan, penyuluh pertanian, kelompok tani hingga mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Simalungun (USI).


Kegiatan yang dilaksanakan Jumat (28/8/2026) tersebut dipimpin Babinsa Koramil 09/Tiga Balata Sertu Iskandar Khan bersama Kopda Cornelius Sitanggang. Keduanya turun langsung ke areal pertanian dan melakukan penyisiran bersama masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Sinar Baru Jaya. Keterlibatan Babinsa menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap upaya masyarakat dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat program ketahanan pangan di wilayah binaan.


Kegiatan pengendalian hama tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang musim tanam periode Oktober 2026-Maret 2027. Populasi tikus yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan kerusakan pada tanaman padi dan berdampak terhadap hasil produksi petani. Karena itu, pengendalian sejak dini dipandang penting agar keberadaan hama dapat ditekan sebelum memasuki masa tanam berikutnya dan berkembang menjadi ancaman yang lebih besar bagi areal persawahan.


Lurah Tiga Balata Dedi M. Sialagan, SH., bersama seluruh PPL UPT Pertanian Kecamatan Jorlang Hataran, para kepala lingkungan se-Kelurahan Tiga Balata serta mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Simalungun turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan bahwa upaya menjaga tanaman pangan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah kelurahan, penyuluh, TNI, petani dan kalangan akademisi memiliki peran masing-masing dalam mendukung pengelolaan pertanian yang lebih efektif.


Kehadiran mahasiswa pertanian juga memberikan nilai tambah dalam kegiatan tersebut. Pengendalian hama tidak hanya dilakukan melalui tindakan langsung di lapangan, tetapi juga membutuhkan pemahaman mengenai pola serangan, kondisi lingkungan serta pengelolaan lahan yang tepat. Kolaborasi antara pengalaman petani dan pengetahuan akademik diharapkan dapat membantu masyarakat menemukan langkah pengendalian yang lebih efektif sekaligus mendukung penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan.


Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama para petani menyisir sejumlah titik di areal pertanian yang dinilai berpotensi menjadi tempat persembunyian hama tikus. Penyisiran dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menekan populasi tikus sebelum memasuki musim tanam baru. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi Babinsa untuk berinteraksi langsung dengan petani dan mengetahui kondisi pertanian di wilayah binaannya.


Sinergi antara TNI, pemerintah kelurahan, penyuluh pertanian, kelompok tani dan kalangan akademisi menjadi gambaran bahwa persoalan pertanian, khususnya ancaman hama, tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan koordinasi dan kepedulian bersama agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara berkesinambungan. Dengan langkah antisipatif tersebut, petani diharapkan dapat lebih siap menghadapi musim tanam Oktober 2026-Maret 2027 serta menjaga lahan pertanian tetap produktif.


Kegiatan berburu hama tikus berlangsung aman, tertib dan lancar. Bagi petani, pengendalian hama sejak sebelum masa tanam merupakan langkah penting karena serangan tikus yang sudah meluas dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan meningkatkan risiko kerugian. Melalui pendampingan Babinsa serta dukungan pemerintah, penyuluh pertanian, kelompok tani dan mahasiswa, upaya tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung keberhasilan musim tanam Oktober 2026-Maret 2027 sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Simalungun. 


Sumber: Tim Pendim 0207/SML

Editor: Zulfandi Kusnomo 

🛍️ SELEKTIF SHOP
Pilihan untuk Anda
Papan Bunga Mahkota
Papan Bunga E001
Rp400.000
BELI SEKARANG
Papan Bunga Standard
Papan Bunga S001
Rp250.000
BELI SEKARANG
Papan Bunga Standard
Papan Bunga S002
Rp250.000
BELI SEKARANG
Papan Bunga Standard
Papan Bunga S003
Rp250.000
BELI SEKARANG