TNI dan PTPN IV Pacu Ketahanan Pangan, Pilot Project Kedelai 1.000 Hektare Dimulai di Simalungun

 

Keterangan Foto: Danramil 10/Tanah Jawa Kodim 0207/Simalungun Kapten Inf Suheri bersama personel Babinsa dan unsur terkait saat mengikuti penanaman perdana kedelai dalam Pilot Project Program Ketahanan Pangan Kedelai 1.000 hektare di lahan PTPN IV Regional II Unit Kebun Bahjambi, Nagori Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Jumat (28/8/2026).

Simalungun — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan hingga ke tingkat daerah. Di Kabupaten Simalungun, langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan penanaman perdana kedelai melalui Pilot Project Program Ketahanan Pangan Kedelai seluas 1.000 hektare yang dilaksanakan di lahan PTPN IV Regional II Unit Kebun Bahjambi. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan produktif untuk komoditas pangan strategis sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan sektor perkebunan.


Penanaman perdana tersebut digelar pada Jumat (28/8/2026) di lahan seluas 40 hektare yang berada di Nagori Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Dalam kegiatan itu, Danramil 10/Tanah Jawa Kodim 0207/Simalungun, Kapten Inf Suheri, bersama lima personel Babinsa turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan di lokasi. Kehadiran jajaran TNI melalui aparat kewilayahan menunjukkan komitmen untuk mendukung berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Program budidaya kedelai tersebut dinilai memiliki arti strategis karena tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga mendorong optimalisasi lahan yang selama ini memiliki potensi produktivitas. Dengan melibatkan lahan perkebunan, pelaksanaan pilot project diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan komoditas pangan yang dapat dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Kabupaten Simalungun sendiri memiliki potensi lahan dan sumber daya pertanian yang dapat dikembangkan untuk mendukung agenda ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.


Kapten Inf Suheri menegaskan bahwa TNI melalui Babinsa akan terus memberikan dukungan terhadap program pemerintah yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah maupun petani. “Kami siap mendukung dan mengawal program ketahanan pangan di wilayah, termasuk penanaman kedelai ini. Harapannya, program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Suheri.


Ia menambahkan, keberhasilan program ketahanan pangan sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor. Ketersediaan lahan produktif harus diikuti dengan pengelolaan yang baik, pendampingan, pengawasan serta pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, keberadaan Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu membangun koordinasi dan komunikasi di lapangan sehingga berbagai kendala yang muncul selama proses budidaya dapat segera diketahui dan dicarikan solusi bersama.


Penanaman perdana di Kebun Bahjambi merupakan salah satu bagian dari target besar Program Ketahanan Pangan Kedelai 1.000 hektare. Dari keseluruhan target tersebut, lahan seluas 40 hektare di Unit Kebun Bahjambi menjadi salah satu lokasi pelaksanaan pilot project. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, SE, Manajer BAJ PTPN IV Budi Darmawan, Manajer PKS Ari Gunawan, Askep RY.A BAJ Rahmad, perwakilan Kapolsek Tanah Jawa Brigadir Bayu, perwakilan Camat Tanah Jawa Rinaldi Samosir, Pangulu Baja Dolok Jumawan, serta jajaran staf Perkebunan PTPN IV Bahjambi Afdeling VIII.


Kehadiran unsur legislatif, pemerintahan kecamatan dan nagori, kepolisian, TNI serta jajaran PTPN IV dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi dalam mewujudkan program ketahanan pangan. Kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremoni penanaman perdana, tetapi dilanjutkan melalui pendampingan dan pengawasan selama masa pertumbuhan hingga memasuki tahap panen. Dengan pengelolaan yang konsisten, budidaya kedelai di lahan tersebut diharapkan mampu memberikan hasil optimal sekaligus menjadi contoh pemanfaatan lahan perkebunan untuk mendukung produksi pangan.


Dimulainya penanaman kedelai di Kebun Bahjambi menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Simalungun. Program seluas 1.000 hektare tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu pengungkit produktivitas pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan lahan secara lebih produktif. Sinergi TNI, PTPN IV, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus terjaga agar program tidak hanya menghasilkan produksi kedelai, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan. 


Sumber: Tim Pendim 0207/SML

Editor: Zulfandi Kusnomo 

🛍️ SELEKTIF SHOP
Pilihan untuk Anda
Papan Bunga Mahkota
Papan Bunga E001
Rp400.000
BELI SEKARANG
Papan Bunga Standard
Papan Bunga S001
Rp250.000
BELI SEKARANG
Papan Bunga Standard
Papan Bunga S002
Rp250.000
BELI SEKARANG
Papan Bunga Standard
Papan Bunga S003
Rp250.000
BELI SEKARANG