![]() |
| Foto tangkapan layar CCTV Terduga pelaku penipuan |
TEBING TINGGI – Aksi kejahatan jalanan dengan modus berpura-pura meminjam telepon genggam (HP) kembali meresahkan masyarakat. Kali ini, seorang siswi SMA Negeri 1 Kota Tebing Tinggi bernama Salmaya Sari Br Siregar menjadi korban setelah seorang pria tak dikenal meminjam HP miliknya dengan alasan hendak membuka Google Maps untuk mencari lokasi penjemputan adik sepupunya. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (21/10/2026) siang, saat korban baru pulang sekolah dan sedang menunggu angkutan umum di depan sekolahnya. Kejadian ini menjadi peringatan bagi para pelajar dan orang tua agar lebih waspada terhadap orang asing yang meminta bantuan dengan alasan tertentu.
Berdasarkan penuturan Salmaya kepada awak media idisiOnline.com, kejadian bermula ketika dirinya sedang menunggu angkot di depan SMA Negeri 1 Tebing Tinggi. Tiba-tiba, seorang laki-laki yang tidak dikenalnya menghampiri korban dengan mengendarai sepeda motor jenis Scoopy berwarna putih tanpa pelat nomor kendaraan. Pria tersebut mengenakan jaket berwarna biru muda, celana panjang hitam, masker, kacamata, serta helm berwarna pink. Dengan penampilan yang tidak menimbulkan kecurigaan pada awalnya, pria tersebut kemudian mengajak korban berbicara dan menyampaikan bahwa dirinya hendak menjemput adik sepupunya, tetapi membutuhkan bantuan untuk mencari lokasi melalui Google Maps.
Korban yang tidak menaruh curiga kemudian dimintai bantuan untuk meminjamkan HP miliknya guna membuka aplikasi Google Maps. Pelaku selanjutnya mengajak Salmaya menuju lokasi yang ditunjukkan melalui aplikasi tersebut, yakni sebuah masjid di belakang El Coffee, Jalan Sudirman, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi. Sepanjang perjalanan, menurut keterangan korban, HP tersebut masih berada dalam genggamannya. Namun, setelah tiba di lokasi yang dituju, pria itu mengatakan bahwa lokasi tersebut ternyata salah dan kembali meminta HP milik korban. Situasi kemudian berubah ketika Salmaya sudah turun dari sepeda motor, sementara pelaku langsung melarikan diri dengan membawa HP tersebut.
Salmaya mengaku sempat berusaha meminta pertolongan dengan berteriak sekuat tenaga ketika menyadari HP miliknya dibawa kabur. Namun, teriakan tersebut tidak mendapat respons dari orang-orang di sekitar lokasi sehingga pelaku berhasil melarikan diri. Peristiwa itu membuat korban mengalami ketakutan dan kesedihan. Dengan suara bergetar, Salmaya menceritakan kejadian yang dialaminya kepada awak media. Pengalaman tersebut menjadi pukulan tersendiri bagi korban, terlebih dirinya masih berstatus sebagai pelajar yang seharusnya dapat menjalani perjalanan pulang sekolah dengan aman tanpa harus menghadapi kejadian yang mengancam rasa aman dan kenyamanannya.
Mengetahui putrinya menjadi korban, Syawal, orang tua Salmaya, mengaku geram dan langsung mengambil langkah untuk mencari informasi mengenai pelaku. Salah satu upaya yang menjadi prioritas adalah menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV milik warga maupun bangunan di sekitar lokasi kejadian. Menurut pihak keluarga, rekaman CCTV diharapkan dapat membantu mengungkap identitas serta ciri-ciri pelaku, termasuk kendaraan yang digunakan saat melancarkan aksinya. Keluarga juga berharap masyarakat yang memiliki rekaman relevan pada waktu kejadian dapat membantu memberikan informasi kepada pihak berwenang agar proses penyelidikan dapat berjalan lebih cepat.
Syawal mengungkapkan rasa syukurnya karena putrinya tidak mengalami kekerasan fisik maupun tindakan lain yang membahayakan keselamatannya. Meski demikian, ia mengaku tetap khawatir apabila kejadian serupa menimpa anak-anak sekolah lainnya. “Syukur alhamdulillah anak saya tidak diapain-apain, karena anak saya seorang perempuan. Hanya HP yang dibawa kabur. Bagaimana kalau anak saya sampai dibawa lari? Karena itu, saya meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian di Kota Tebing Tinggi maupun Polsek terdekat, agar membantu mencari pelakunya berdasarkan rekaman CCTV yang ada,” ungkap Syawal dengan nada geram. Ia berharap kejadian yang menimpa putrinya dapat menjadi perhatian bersama agar para pelajar tidak menjadi sasaran kejahatan serupa.
Lebih lanjut, Syawal menyampaikan bahwa dirinya berencana melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rambutan agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia berharap laporan tersebut nantinya dapat membantu pihak kepolisian mengidentifikasi pelaku, menelusuri keberadaannya, serta mengambil langkah hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang tersedia. Keluarga juga mengharapkan dukungan masyarakat untuk menyampaikan informasi yang relevan kepada kepolisian apabila mengetahui atau melihat seseorang dengan ciri-ciri yang sesuai dengan keterangan korban. Namun, informasi mengenai identitas pelaku tetap perlu diverifikasi oleh aparat berwenang guna menghindari kesalahan identifikasi terhadap orang yang tidak terkait dengan peristiwa tersebut.
Modus meminjam HP dengan dalih mencari alamat atau membuka Google Maps merupakan bentuk manipulasi yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk memperoleh kepercayaan korban. Dalam situasi seperti ini, pelaku dapat menggunakan alasan yang terdengar masuk akal untuk membuat korban bersedia memberikan akses terhadap barang berharganya. Oleh karena itu, para pelajar diimbau agar tidak mudah menyerahkan HP kepada orang yang tidak dikenal, terutama ketika diminta mengikuti orang tersebut ke lokasi yang sepi atau tidak familiar. Jika ada orang asing yang membutuhkan bantuan mencari alamat, sebaiknya arahkan untuk meminta bantuan kepada petugas keamanan, pihak sekolah, atau orang dewasa yang dapat dipercaya. Peran orang tua, sekolah, masyarakat, dan kepolisian sangat penting dalam meningkatkan kewaspadaan serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak sekolah. Keluarga Salmaya berharap pelaku segera ditemukan dan kejadian serupa tidak kembali terulang di Kota Tebing Tinggi.
Laporan: Endra Syafutra
Editor: Zulfandi Kusnomo
