This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 10 Februari 2025

HMI komisariat (P) Lafran pane TebingTinggi Salurkan Santunan kepada anak langit di Dies Natalis HMI ke 78 th


Tebing Tinggi, Selektifnews.com – HMI komisariat (P) Lafran Pane TebingTinggi gelar puncak Milad Hmi ke 78 di Gedung hj. Sawiyah Tebing Tinggi turut Berhadir dalam kegiatan Pj walikota yang di wakili Kepala Dinas Perpustakaan dan arsip Daerah Muhammad Fadly S.Pd, M.Pd, Anggota DPRD Kota Tebing Tinggi Fadli Umam, SE, H. Dadang Dermawan Pasaribu M. Si Sebagai Pemateri Diskusi yang juga sekretaris umum MW KAHMI Sumut, Zulfadli Matondang S.Sos, M.SP Sekretaris MD Kahmi Kota Tebing Tinggi, Rinawati Ketua Forhati Tebing Tinggi dan Para senior serta tamu yang berhadir menghadiri peringatan Milad HMI ke-78 yang diselenggarakan oleh HMI Komisariat (p) Lafran Pane Tebing Tinggi. Acara yang berlangsung pada 9 Februari 2025 ini menjadi ajang refleksi sejarah panjang perjuangan HMI serta momentum memperkuat komitmen kader dalam membangun bangsa dan umat.  (10/02/2025)


Dalam sambutannya, Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun Robert H. Pardosi mengapresiasi semangat dan kekompakan kader HMI Komisariat (p) Lafran Pane dalam menyelenggarakan peringatan Milad ini. Ia menegaskan bahwa HMI harus terus menjadi organisasi yang berkontribusi nyata dalam masyarakat, baik dalam bidang intelektual, sosial, maupun keagamaan.  


"Milad HMI bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga momentum untuk merefleksikan peran kita sebagai kader dalam membawa perubahan. Kita harus terus menjaga semangat keislaman dan keindonesiaan serta memperkuat solidaritas antar-kader demi kemajuan organisasi dan bangsa," ujarnya Robert.  


Sementara itu, Ketua HMI Komisariat (p) Lafran Pane Tebing Tinggi Jihan Akbar dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga tradisi intelektual dan perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendiri HMI.  



"Kami merasa terhormat atas kehadiran Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun dalam acara Milad ini. Ini menjadi bukti bahwa sinergi antar-kader HMI harus terus terjalin erat. Semoga peringatan Milad ini semakin meneguhkan komitmen kita dalam berkontribusi untuk umat dan bangsa," ungkapnya.  


Acara puncak Milad HMI ke-78 ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti talkshow Dies Natalis, pemotongan tumpeng, pembagian 15 paket sembako untuk anak yatim, Penghargaan kepada partisipasi bakti sosial, serta pengumuman pemenang lomba pidato tingkat SMA/SMK/MA dan Orasi Ilmiah tingkat Mahasiswa.


Dengan peringatan Milad ini, diharapkan kader HMI semakin solid dan terus bergerak dalam perjuangan mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT

Hangga Oktafandany SH: Jangan Biarkan Koruptor Timah Lolos, Semua Harus Dihukum Setimpal!


Pangkalpinang, Selektifnews.com – Putusan ringan terhadap para terdakwa kasus korupsi tata kelola timah di Bangka Belitung memicu perpecahan di tengah masyarakat. Sebagian menganggap vonis tersebut melumpuhkan perekonomian daerah, sementara banyak pihak justru menilai hukuman yang rendah bagi perusak lingkungan dan perampok sumber daya ini sebagai bentuk ketidakadilan. Senin (10/2/20250.


Hangga Oktafandany, SH, praktisi hukum dari Kantor Firma Hukum Hangga Off, menilai langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) menarik perkara ini ke Jakarta sebagai strategi kunci. Jika kasus ini tetap disidangkan di Pangkalpinang, ia meyakini para terdakwa bisa lolos dari jeratan hukum.


“Kalau kejagung tidak mengambil langkah strategis menarik perkara ini ke Jakarta, saya berani menjamin seluruh terdakwa akan bebas jika disidangkan di Pangkalpinang,” tegas Hangga dalam Forum Diskusi Grup (FGD) yang digelar MD KAHMI Kota Pangkalpinang di Wilhelmina Park Alun-Alun Taman Sari, Minggu (9/2/2025).


Menurutnya, keputusan memindahkan sidang ke Jakarta membuat ruang gerak para mafia hukum semakin sempit. “Semua terkunci, semua bingung untuk bermain. 



Coba lihat beberapa perkara tambang timah sebelumnya, siapa yang terselamatkan di pengadilan? Banyak yang lolos. Alhamdulillah, perkara ini ditarik ke Jakarta meskipun vonisnya masih rendah,” ujarnya.


Hangga menyoroti ketimpangan keadilan dalam putusan kasus ini. “Ini semua orang-orang berduit. Hukuman 4-5 tahun tidak memenuhi rasa keadilan. Bandingkan dengan pegawai pemerintah yang hanya menerima ratusan juta karena tanggung jawab jabatan, mereka juga dihukum sama beratnya. Ini sangat menyedihkan,” tegasnya.


Ia juga mengungkap tekanan yang diterima Kejagung dari berbagai pihak, termasuk serangan buzzer yang mencoba membentuk opini publik demi membela para koruptor. “Kejagung sempat diserang habis-habisan, tapi mereka tidak mundur. Kita harus mendukung mereka!” katanya.


Hangga menekankan bahwa masyarakat harus bersyukur karena yang disikat kali ini bukan hanya pekerja lapangan, melainkan para bos besar yang selama ini tak tersentuh. 



“Dulu, yang ditangkap itu supir dan pekerja tambang, sementara bosnya lolos. Sekarang, pimpinannya yang kena. Ini keberhasilan besar dalam penegakan hukum,” ujarnya.


Namun, ia juga mengkritik ketidakseimbangan dalam upaya pemberantasan korupsi. “Kejagung sudah mati-matian membenahi tata kelola timah, tapi instansi lain seperti kehutanan dan aparat penegak hukum lainnya tidak mendukung. Bagaimana mungkin timah masih bisa lolos di pelabuhan? Siapa yang bermain di sini?” sindirnya.


Ia menegaskan bahwa upaya Kejagung harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. “Jika tidak ada sinergi dengan lembaga lain, penegakan hukum akan pincang. Ini harus sampai ke Presiden!” pungkasnya.


Dalam FGD bertajuk Timahku, Timahmu, Timah Kita?, selain Hangga, hadir pula Pahlevi Sahrum (Komisi I DPRD Babel), Rizal (Kepala CSR PT Timah), dan Retno Budi (Walhi Babel), dengan Fahrizal sebagai moderator. (M.Zen/KBO Babel)

Minggu, 09 Februari 2025

Syahdan Wartawan Gnewstv.id Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Pihak Pengaman PTPN IV Saat Melakukan Tugas Jurnalis


Serdang Bedagai, Selektifnews.com -- Seorang jurnalis media online Gnewstv.id Syahdan Saragih, warga Dusun IV, Desa Simalas, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) diduga menjadi korban penganiayaan oleh pihak pengaman kebun PTPN IV Regional I, saat melakukan tugas peliputan diareal Daerah Aliran Sungai (DAS) Afseling 4 Kebun Manako.


Usai melakukan tugas peliputan Syahdan sempat bertemu dengan Kepala Pengamanan Kebun Manako bernama Aminuddin yang mengajak dirinya ngobrol dan minum kopi dikantor Afdeling IV Kebun Monako.


Kemudian sehabis minum kopi, Syahdan beranjak pulang berjalan kaki menuju salah satu warung di Dusun I Kebun Sayur, Desa Simalas, Kecamatan Sipispis, Namun tak disangka sebelum sampai ke warung itu Komandan Security Pandi alias Laklok dan rekannya Ari Fadli diduga langsung melakukan penganiayaan dengan cara mempiting leher dan tangan kiri ditarik ke belakang.


Tidak sampai disitu, oknum Security Plat Merah itu juga diduga turut melakukan intimidasi kekerasan berupa pukulan dibagian pelipis mata kiri dan membanting tubuhnya sampai terjatuh ke tanah, Syahdan yang tak dapat melakukan perlawanan hanya mampu berteriak minta tolong hingga warga sekitar berhamburan menyaksikan hal tersebut.


Dihadapan warga Syahdan ditarik dan dinaikkan ke sepeda motor dengan diapit Pandi alias Laklok dan rekannya dibawa menuju kantor perkebunan, Sesampainya di Kantor Afdeling IV Kebun Gunung Monako Syahdan Saragih kembali mendapat intimidasi kedua tangannya diborgor layaknya mafia klas kakap oleh Kepala Pengaman Kebun berinisial Aminuddin.


Atas kejadian itu Syahdan Saragih melaporkan insiden itu ke Polres Tebing Tinggi dengan laporan polisi Nomor STTPL/B/76/II/2025/SPKT/POLRES TEBING TINGGI/POLDA SUMATERA UTARA.


Sementara itu Pimimpin Redaksi Gnewstv.id Rudianto Purba didampingi kuasa hukum Media Siber Gnewstv.id Dafidson Rajagukguk, SH, MH saat diwawancarai awak media, mengecam keras aksi biadab dan brutal yang terjadi pada anggotanya itu menurut Rudi hal itu tidak berprikemanusiaan, selain itu arogansi Kepala Pengaman Kebun  PTPN IV Kebun Monako dalam menghalangi tugas wartawan merupakan pelanggaran hukum yang dapat dipidana, Tindakan itu melanggar kebebasan Pers yang telah dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


"Penganiayaan ini tidak berprikemanusiaan, menghalangi tugas jurnalis merupakan pelanggaran hukum yang dapat dipidana,"Pungkas Rudianto Purba Pemimpin Redaksi Gnewstv.id.


Lanjut Rudi, Menurut sumber yang dipercaya Aminuddin kepala pengaman Kebun Monako merupakan anggota TNI yang masih aktif bertugas dikesatuannya, ancaman dan intimidasi Aminuddin kepada Syahdan wartawan Gnewstv.id tak pantas dilakukan dan ucapkannya menurut Aminuddin ia tidak kenal hukum, ia hanya tau hukum rimba seperti Tembak mati kubur.


"Ucapan Aminuddin "Saya Tidak Kenal dengan Hukum, Yang saya tau Hukum Rimba Tembak Mati Kubur, akan kami laporkan ke Sub Dendom Polisi Meliter,"Tegas Rudi menirukan ucapan Aminuddin.


Terpisah Mhd Noor Nasution kepala Manajer PTPN IV Regional I Kebun Gunung Monako ketika dikonfirmasi wartawan terkait penganiayaan itu, Sabtu (8/2/25) sekira pukul 10:40 Wib, sampai berita ini dirilis memilih bungkam tak bersuara.


(Red/Ms)

Pihak P2TL Selesaikan Tunggakan Uang Jasa Anggotanya yang Tertunggak Berbulan-Bulan

 


Tebing Tinggi, Selektifnews.com – Setelah berbulan-bulan menunggu kejelasan, akhirnya pihak Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) Pematang Siantar/Tebing Tinggi menyelesaikan tunggakan uang jasa yang belum dibayarkan kepada salah satu anggotanya, Andre.


Penyelesaian ini terjadi setelah koordinasi langsung antara Andi Siahaan, Koordinator P2TL yang baru, dengan Andre. Andi Siahaan menggantikan koordinator sebelumnya, Frist Yahya Purba, yang dianggap lamban dalam menangani masalah pembayaran tersebut.


Panggilan untuk Penyelesaian

Pada Minggu (9/2/25), Andi Siahaan menghubungi Andre melalui WhatsApp Messenger. Dalam percakapan tersebut, Andi meminta pertemuan guna menyelesaikan permasalahan yang sempat berlarut-larut. "Atas permintaan pihak manajer, kami ingin menyelesaikan masalah ini agar tidak berkepanjangan," ujar Andi Siahaan.


Andre, yang sebelumnya merasa kecewa karena uang jasanya tak kunjung diberikan, menerima ajakan tersebut. Didampingi awak media, ia bertemu dengan Andi di sebuah kafe di Kota Tebing Tinggi.


Permintaan Maaf dan Penyelesaian Masalah

Dalam pertemuan itu, Andi Siahaan secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Andre atas keterlambatan pembayaran yang terjadi selama kepemimpinan koordinator lama. "Kami benar-benar meminta maaf atas keterlambatan ini dan memahami kekecewaan yang dirasakan Andre. Kami juga berterima kasih kepada awak media yang telah membantu memediasi persoalan ini," ujar Andi.


Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. "Ke depan, kami akan berusaha lebih transparan dan responsif dalam mengelola pembayaran kepada anggota agar tidak ada lagi keterlambatan yang merugikan pihak yang bekerja untuk kami," tambahnya.


Andre Lega, Masalah Terselesaikan

Dengan adanya penyelesaian ini, Andre akhirnya merasa lega setelah berbulan-bulan terbebani akibat tunggakan uang jasa yang belum diterimanya. "Saya berterima kasih atas itikad baik dari pihak P2TL. Semoga ini menjadi pelajaran agar tidak ada lagi keterlambatan pembayaran seperti ini ke depannya," kata Andre.


Kasus ini menjadi pengingat bahwa transparansi dan komunikasi yang baik dalam sebuah organisasi sangatlah penting. Dengan adanya penyelesaian yang baik, diharapkan hubungan kerja antara anggota dan pihak manajemen P2TL dapat berjalan lebih baik di masa depan.


(Endra Syah – Selektifnews.com)

Tim Intelrem 022/PT Berhasil Amankan 22,68 Gram Sabu dan Senpi

Foto: Kasrem 022/PT Letkol Inf Binsar Junianto Simanjuntak didampingi Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Henry Sirait saat Konferensi Pers di Makorem 022/PT


Simalungun, Selektifnews.com  – Tim Intelrem 022/PT berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu dan kepemilikan senjata api ilegal dalam operasi yang dilakukan di Desa Naga Jaya II, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun. Dalam operasi ini, seorang tersangka bernama Budi Damanik (46) berhasil diamankan dengan barang bukti berupa 22,68 gram sabu-sabu, satu pucuk pistol revolver, dan sejumlah amunisi.


Kronologi Pengungkapan Kasus

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima pada Kamis, 6 Februari 2025, pukul 12.00 WIB. Laporan tersebut menyebutkan adanya dugaan peredaran narkotika jenis sabu-sabu serta kepemilikan senjata api ilegal di Desa Naga Jaya II.


Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Jumat, 7 Februari 2025, pukul 10.00 WIB, Tim Intelrem 022/PT yang dipimpin oleh Kasi Intelrem 022/PT melaksanakan briefing di kantor Sintelrem 022/PT. Hasil briefing ini kemudian dilaporkan kepada Danrem 022/PT, yang selanjutnya memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.


Pada pukul 14.00 WIB, tim yang terdiri dari 12 personel berangkat menuju Kecamatan Serbelawan, Kabupaten Simalungun, guna menggali informasi lebih lanjut. Setengah jam kemudian, tim singgah di Koramil 05/Serbelawan untuk mendapatkan keterangan dari Babinsa terkait aktivitas peredaran narkotika di wilayah binaannya.


Setelah mengumpulkan informasi yang cukup, pukul 19.30 WIB, tim bergerak menuju lokasi yang dicurigai, yakni sebuah keramba di Desa Naga Jaya II. Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan penyergapan terhadap Budi Damanik. Dalam penggeledahan, tim menemukan satu pucuk pistol revolver, amunisi, dan narkotika jenis sabu-sabu.


Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya keterlibatan anggota TNI dalam jaringan peredaran narkoba ini. Namun, Korem 022/PT tetap berkomitmen untuk mendalami lebih lanjut guna memastikan bahwa tidak ada oknum TNI yang terlibat dalam kasus ini.



Barang Bukti yang Diamankan

Dalam operasi ini, tim berhasil mengamankan sejumlah barang bukti sebagai berikut:


- 1 pucuk pistol jenis Revolver (No.20H41651)

- 3 butir amunisi kaliber 9 mm

- 6 butir amunisi Revolver

- 22,68 gram sabu-sabu

- Uang tunai sebesar Rp. 2.170.000,-

- 1 unit handphone merek Realme

- 1 buah tas pinggang

- 2 buah kaca pirex

- 2 buah sendok pipet

- 1 buah tupperware berisi plastik klip



Identitas dan Peran Tersangka

Tersangka yang berhasil diamankan adalah:

- Nama: Budi Damanik

- Usia: 46 tahun

- Pekerjaan: Wiraswasta

- Alamat: Huta Mahai, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun

- Agama: Islam

- Peran: Pengedar narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 22,68 gram di wilayah Desa Naga Jaya II, Kecamatan Bandar Huluan.



Komitmen TNI dalam Pemberantasan Narkoba

Menanggapi kasus ini, Kasrem 022/PT Letkol Inf Binsar Junianto Simanjuntak menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan anggota TNI dalam peredaran narkotika yang diungkap. Namun, pihaknya tetap akan mendalami setiap informasi terkait dugaan keterlibatan oknum TNI.


"Kami memandang serius setiap laporan mengenai dugaan keterlibatan anggota TNI dalam kejahatan narkotika. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan pendalaman untuk memastikan bahwa tidak ada anggota yang terlibat. Jika terbukti ada keterlibatan oknum TNI, kami akan menindak tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku," ujar Letkol Inf Binsar Junianto Simanjuntak.


Beliau juga menegaskan bahwa TNI, khususnya Korem 022/PT, berkomitmen penuh dalam mendukung pemberantasan narkoba di wilayahnya. "Kami tidak akan mentolerir siapapun, termasuk anggota TNI, yang terbukti terlibat dalam jaringan peredaran narkoba," tegasnya.


Langkah Selanjutnya

Saat ini, tersangka Budi Damanik telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap jaringan yang lebih luas. Barang bukti yang berhasil disita juga telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.


Korem 022/PT mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam pemberantasan narkoba dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. TNI akan terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya guna menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari peredaran narkoba.


Pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat, kita bisa mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan terbebas dari ancaman narkotika.

Sabtu, 08 Februari 2025

Forum BBM Sampaikan Surat Untuk Presiden RI Prabowo Subianto Ke KSP RI

Foto: Rikky Fermana pose bersama Deputi I KSP RI usai menyerahkan surat Forum BBM ke KSP RI, Jumat, (7/2/2025)


Pangkalpinang, Selektifnews.com – Putusan ringan terhadap terdakwa kasus korupsi tata kelola timah memicu polemik di masyarakat. Di Bangka Belitung, reaksi keras datang dari Forum Bangka Belitung Menggugat (BBM), yang menilai vonis tersebut mencederai rasa keadilan publik. Sabtu (8/2/2025). 


Pasalnya, meskipun nilai korupsi yang dilakukan mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah, para terdakwa justru mendapatkan hukuman ringan dengan alasan sikap sopan di persidangan.


Kondisi ini menjadi ironi di tengah kenyataan bahwa rakyat kecil yang mencuri untuk sekadar bertahan hidup justru kerap menerima hukuman jauh lebih berat. 


Forum BBM menegaskan bahwa putusan tersebut menunjukkan ketidakberpihakan hukum kepada masyarakat serta melemahkan upaya pemberantasan korupsi di sektor pertambangan timah.


Lebih lanjut, Forum BBM menyoroti adanya kelompok tertentu yang mengatasnamakan masyarakat Bangka Belitung untuk membela para koruptor. 


Kelompok ini diduga memiliki afiliasi dengan perusahaan-perusahaan smelter timah swasta yang juga ditetapkan sebagai tersangka dan asetnya telah disita negara. 



Ironisnya, mereka justru menggiring opini bahwa para cukong timah yang menjadi terdakwa adalah "pahlawan ekonomi" bagi Bangka Belitung.


Tidak hanya itu, kelompok pembela para terdakwa korupsi ini bahkan meminta Presiden RI Prabowo Subianto menonaktifkan Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). 


Mereka menuding Kejaksaan RI telah bertindak berlebihan dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor).


Forum BBM Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo


Menyikapi situasi ini, Forum BBM mengambil langkah konkret dengan mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. 


Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan mafia timah. Forum BBM juga mendesak agar para terdakwa kasus korupsi ini dijatuhi hukuman seberat-beratnya, serta meminta pemerintah untuk mengabaikan kelompok yang membela para pelaku korupsi dan perusak lingkungan.


Selain itu, Forum BBM menegaskan bahwa hasil rampasan atau sitaan dari kasus korupsi timah seharusnya dialokasikan untuk pembangunan dan pemulihan ekonomi masyarakat Bangka Belitung yang terdampak akibat praktik korupsi di sektor pertambangan.


Pada Jumat (7/2/2025) sore, perwakilan Forum BBM, Rikky Fermana, mendatangi Kantor Staf Presiden (KSP) untuk menyerahkan surat terbuka tersebut. 


Ia terlihat oleh jejaring media kementerian Sekretariat Negara RI, membawa surat Forum BBM terbungkus sebuah amplop coklat yang kemudian diterima langsung oleh Deputi I KSP, Letjen (Purn) Hilman Hadi.


"Kebetulan mendapat tugas dari Ketua Forum BBM untuk menyampaikan surat terbuka kepada Bapak Presiden Prabowo dan surat tembusan kepada Kepala KSP. Alhamdulillah, surat tersebut sudah diterima langsung oleh Deputi I KSP, dan InsyaAllah aspirasi masyarakat Bangka Belitung akan disampaikan ke Bapak Presiden," ujar Rikky Fermana saat keluar dari gedung KSP RI.


Harapan Forum BBM terhadap Pemerintah


Deputi I KSP sendiri memiliki peran penting dalam mengendalikan, mempercepat, memonitor, dan mengevaluasi berbagai isu strategis nasional, termasuk sektor pertambangan dan pengelolaan lingkungan hidup. 


Oleh karena itu, Forum BBM berharap pemerintah tetap konsisten dalam memberantas korupsi di sektor timah dan tidak terpengaruh oleh tekanan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan pribadi dalam kasus ini.


Forum BBM menegaskan bahwa pemberantasan korupsi di sektor timah bukan hanya demi keadilan, tetapi juga untuk masa depan ekonomi dan lingkungan Bangka Belitung. 


Keputusan yang adil dan tegas terhadap para pelaku diharapkan mampu memberikan efek jera dan mencegah praktik serupa terulang di masa mendatang.


Masyarakat Bangka Belitung kini menunggu langkah nyata dari pemerintah dalam menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan oleh Forum BBM. 


Mereka berharap keadilan benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu, sehingga kasus korupsi timah ini dapat menjadi titik balik dalam upaya mewujudkan tata kelola pertambangan yang lebih transparan dan berkeadilan. (Gusweda/KBO Babel)

Barbarossa: Dari Bajak Laut Ditakuti Menjadi Laksamana Kekaisaran Ottoman

Foto: Fine Art Museum - Algiers


Pada abad ke-16, Laut Mediterania menjadi ajang pertempuran sengit antara berbagai kekuatan, termasuk Kekaisaran Ottoman, Spanyol, dan negara-negara Kristen Eropa lainnya. Salah satu tokoh paling legendaris yang mendominasi perairan ini adalah Barbarossa, seorang bajak laut yang kemudian menjadi Laksamana Agung (Kapudan Pasha) Angkatan Laut Kekaisaran Ottoman.


Asal-usul Barbarossa

Nama asli Barbarossa diyakini sebagai Khiḍr atau Khizr, dan ia berasal dari keluarga Muslim yang tinggal di Pulau Lesbos (Midilli dalam bahasa Turki), yang berada di bawah kendali Ottoman sejak 1462. Ayahnya, Yakup Ağa, adalah seorang tentara Ottoman yang berasal dari Turki, sedangkan ibunya diyakini keturunan Yunani yang masuk Islam.


Khiḍr memiliki tiga saudara laki-laki: Ishak, Aruj, dan Ilyas. Dua saudaranya, Aruj dan Ilyas, terlibat dalam dunia maritim lebih awal darinya. Awalnya, mereka adalah pedagang yang sering melakukan perjalanan di Mediterania. Namun, setelah kapal mereka diserang oleh Ksatria Santo Yohanes dari Pulau Rhodes, Ilyas terbunuh dan Aruj ditawan. Setelah berhasil melarikan diri, Aruj bertekad untuk membalas dendam terhadap musuh-musuhnya dan mulai beroperasi sebagai bajak laut.


Menjadi Bajak Laut yang Ditakuti

Khiḍr mengikuti jejak Aruj dalam dunia bajak laut. Mereka berbasis di Afrika Utara, terutama di pesisir Aljazair dan Tunisia, tempat mereka menyerang kapal-kapal Spanyol dan Portugal yang melintasi Mediterania. Karena keberanian dan keberhasilannya, Aruj mendapatkan julukan "Baba Aruj" (Ayah Aruj). Namun, orang-orang Eropa salah mengartikannya sebagai "Barbarossa" (Janggut Merah), karena janggutnya yang kemerahan. Setelah Aruj meninggal, julukan ini diwarisi oleh Khiḍr.


Barbarossa semakin terkenal setelah berhasil merebut kota Aljir dari Spanyol pada tahun 1516. Setelah itu, dia menguasai berbagai wilayah di pesisir Afrika Utara dan menjadikan wilayah itu sebagai pangkalan utama bajak laut Muslim. Keberhasilannya menarik perhatian Kekaisaran Ottoman yang saat itu diperintah oleh Sultan Selim I.


Menjadi Laksamana Kekaisaran Ottoman

Pada tahun 1518, setelah kematian Aruj dalam pertempuran melawan Spanyol, Khiḍr—yang sekarang lebih dikenal sebagai Barbarossa—mengambil alih kepemimpinan. Dia kemudian mengajukan kesetiaan kepada Ottoman, dan sebagai imbalannya, Sultan Selim I mengangkatnya sebagai Beylerbey (gubernur) Aljazair serta memberinya pasukan dan armada untuk memperkuat pertahanan Ottoman di Mediterania.


Pada masa pemerintahan Sultan Suleiman yang Agung, Barbarossa semakin berperan penting dalam angkatan laut Ottoman. Pada tahun 1533, Sultan Suleiman mengangkatnya sebagai Kapudan Pasha (Laksamana Agung), yang menjadikannya pemimpin tertinggi angkatan laut Ottoman. Dengan pasukan yang kuat dan sumber daya yang lebih besar, Barbarossa mulai memperluas pengaruhnya di Mediterania.


Kemenangan-kemenangan Besar Barbarossa

Sebagai Laksamana Ottoman, Barbarossa mencetak banyak kemenangan besar, termasuk:


1. Pertempuran Preveza (1538)

Salah satu kemenangan terbesar Barbarossa adalah dalam Pertempuran Preveza melawan armada Liga Suci yang terdiri dari Spanyol, Venesia, Kepausan, dan Genoa di bawah komando Andrea Doria, seorang laksamana Genoa yang bekerja untuk Kekaisaran Spanyol. Dalam pertempuran ini, Barbarossa menggunakan taktik cerdas untuk mengalahkan musuh yang memiliki lebih banyak kapal. Kemenangannya memastikan dominasi Ottoman di Mediterania selama beberapa dekade berikutnya.


2. Ekspedisi ke Italia dan Prancis

Selain berperang melawan Spanyol dan Venesia, Barbarossa juga menjalin aliansi dengan Raja Prancis, François I, yang saat itu berperang melawan Kekaisaran Romawi Suci di bawah Kaisar Charles V. Pada tahun 1543, atas permintaan François I, Barbarossa memimpin ekspedisi ke Toulon, Prancis, dan melakukan serangan terhadap pesisir Italia, termasuk Genoa dan Nice.


3. Penguasaan Wilayah di Afrika Utara

Barbarossa dan pasukannya berhasil mengusir pasukan Spanyol dari berbagai kota di pesisir Afrika Utara, termasuk Tunis dan Tripoli. Ini semakin memperkuat posisi Ottoman di kawasan tersebut.


Akhir Hidup dan Warisan

Setelah bertahun-tahun berperang, Barbarossa akhirnya pensiun di Istanbul dan menghabiskan masa tuanya di sebuah istana di Besiktas, yang menghadap ke Selat Bosporus. Dia meninggal pada tahun 1546 dan dimakamkan di Makam Barbarossa di Besiktas, yang hingga kini masih berdiri sebagai monumen sejarah.


Sebagai penghormatan atas jasanya, Kekaisaran Ottoman terus mengembangkan angkatan lautnya, dan nama Barbarossa tetap dikenang dalam sejarah sebagai salah satu laksamana terbesar yang pernah ada. Bahkan hingga saat ini, Angkatan Laut Turki masih merayakan warisannya, dan namanya sering digunakan untuk kapal-kapal perang modern.


Barbarossa bukan sekadar bajak laut biasa. Ia memulai kariernya sebagai perompak yang ditakuti, tetapi kemudian menjadi tokoh militer yang sangat dihormati. Berkat kepemimpinannya, Kekaisaran Ottoman berhasil menguasai Mediterania dan memperkuat posisinya sebagai kekuatan maritim utama abad ke-16. Warisannya masih terasa hingga hari ini, menjadikannya salah satu tokoh paling legendaris dalam sejarah angkatan laut dunia.

Menakjubkan! Ilmuwan Temukan Hutan Bawah Tanah Raksasa di Cina, Berpotensi Mengandung Spesies Baru


Tiongkok, Selektifnews.com – Sebuah penemuan luar biasa mengguncang dunia ilmu pengetahuan! Para ilmuwan di Cina baru-baru ini menemukan sebuah hutan bawah tanah raksasa yang tersembunyi di dalam sinkhole raksasa dengan kedalaman mencapai 192 meter. Hutan purba ini dipenuhi dengan pohon-pohon kuno yang menjulang hingga 40 meter, menciptakan sebuah ekosistem tersembunyi yang berpotensi menjadi rumah bagi spesies yang belum pernah dikenal oleh sains.


Penemuan Mengejutkan di Lubang Raksasa

Hutan bawah tanah ini ditemukan oleh tim speleologi dan geologi di wilayah Guangxi, Tiongkok selatan, yang dikenal memiliki banyak sinkhole atau lubang besar akibat erosi batuan kapur. Sinkhole ini memiliki panjang sekitar 306 meter dan lebar 150 meter, menjadikannya salah satu yang terbesar yang pernah ditemukan di dunia.


Menurut laporan, ekspedisi ilmiah dilakukan oleh para peneliti dari China Geological Survey, yang kemudian menuruni lubang raksasa tersebut menggunakan peralatan khusus. Saat tiba di dasar sinkhole, mereka dibuat takjub oleh keindahan alam yang belum terjamah. Hutan lebat dengan pohon-pohon kuno yang menjulang tinggi serta berbagai tanaman merambat menciptakan ekosistem yang benar-benar berbeda dari lingkungan luar.


Potensi Keberadaan Spesies Baru

Yang lebih menarik, para ilmuwan percaya bahwa hutan bawah tanah ini bisa menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya. Salah satu peneliti yang terlibat dalam ekspedisi ini, Chen Lixin, mengatakan bahwa keanekaragaman hayati di dalam sinkhole tersebut berpotensi besar mengandung spesies unik.


"Saya tidak akan terkejut jika kita menemukan spesies yang belum pernah dikenal oleh sains. Kondisi lingkungan yang lembab, kurangnya gangguan manusia, serta sumber daya alami yang melimpah memungkinkan banyak kehidupan berkembang dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya," ujar Lixin.


Selain pohon-pohon tinggi, dasar sinkhole ini juga ditumbuhi semak-semak rimbun dan berbagai jenis tanaman yang tampaknya telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang unik. Cahaya matahari masih dapat menembus ke dalam lubang raksasa ini, memungkinkan vegetasi tumbuh subur.



Fenomena Sinkhole di Cina

Penemuan ini menambah daftar panjang sinkhole spektakuler di wilayah karst Cina. Guangxi dan provinsi sekitarnya terkenal dengan lanskap karstnya yang unik, yang terbentuk akibat pelarutan batuan kapur selama jutaan tahun. Sinkhole besar ini, yang disebut juga sebagai "tiankeng" dalam bahasa Mandarin (berarti "lubang surgawi"), sering kali menjadi pintu masuk ke dunia bawah tanah yang misterius.


Di beberapa kasus sebelumnya, sinkhole di wilayah ini telah ditemukan mengandung sungai bawah tanah, gua besar, dan berbagai ekosistem unik. Namun, hutan bawah tanah sebesar ini sangat jarang ditemukan dan semakin memperkuat spekulasi bahwa masih banyak misteri yang tersembunyi di perut bumi.


Apa Selanjutnya?

Para ilmuwan kini berencana untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut guna mengidentifikasi spesies yang hidup di dalam hutan bawah tanah tersebut. Penelitian lebih rinci akan mencakup survei flora dan fauna, analisis tanah, serta pemetaan lebih mendalam mengenai ekosistem yang ada di dalamnya.


Jika hipotesis tentang adanya spesies baru terbukti benar, maka ini akan menjadi salah satu penemuan terbesar dalam dunia biologi dan geologi dalam beberapa dekade terakhir. Penemuan seperti ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang keanekaragaman hayati, tetapi juga bisa membantu dalam memahami bagaimana ekosistem purba bertahan dan berkembang dalam kondisi lingkungan ekstrem.


Keajaiban Alam yang Perlu Dilestarikan

Penemuan hutan bawah tanah ini juga menyoroti betapa pentingnya konservasi lingkungan. Meskipun berada di lokasi yang sulit dijangkau, eksplorasi yang berlebihan atau aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab dapat mengganggu keseimbangan ekosistem alami di dalamnya. Para ilmuwan dan pemerintah setempat kemungkinan besar akan bekerja sama untuk melindungi keunikan tempat ini dari eksploitasi yang tidak terkendali.


Dengan semakin banyaknya penemuan seperti ini, dunia semakin menyadari bahwa masih banyak rahasia alam yang belum terungkap. Hutan bawah tanah di Cina ini adalah salah satu bukti bahwa planet kita masih menyimpan keajaiban yang luar biasa dan menunggu untuk ditemukan.


Jumat, 07 Februari 2025

Tangkahan Pasir di Huta Kucingan Nagori Sei Mangke Menuai Kritik, Masyarakat Tuntut Agar Segera Ditutup!


Simalungun, Selektifnews.com – Tangkahan pasir yang beroperasi di Huta Kucingan, Nagori Sei Mangke, Kabupaten Simalungun, semakin menuai kritik dari masyarakat. Warga menilai keberadaan tambang pasir tersebut lebih banyak membawa dampak negatif, mulai dari kerusakan lingkungan hingga ketidakadilan dalam distribusi pasir bagi masyarakat setempat.


Kritik ini semakin memuncak ketika beberapa titik di sekitar lokasi tambang mengalami longsor akibat pengerukan bantaran sungai. Warga khawatir jika aktivitas ini terus berlanjut, dampak ekologis yang lebih besar akan terjadi, mengancam keselamatan mereka.



Aksi Unjuk Rasa Warga

Pada Kamis (5/2/2025), masyarakat Nagori Sei Mangke menggelar aksi unjuk rasa di Balai Nagori Sei Mangke, menuntut agar pemerintah setempat segera menutup operasi tangkahan pasir tersebut.


RJL, salah satu warga yang ikut dalam aksi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengelolaan tambang pasir yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.




"Kami sebagai warga sekitar tidak diberi kemudahan mendapatkan pasir, padahal kami membayar, bukan meminta gratis. Pasir yang kami beli pun untuk pembangunan di kampung-kampung, bukan untuk kepentingan pribadi," ujarnya.


Ia juga menyoroti bahwa tangkahan tersebut lebih mementingkan distribusi pasir untuk kepentingan perusahaan yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke.


"Jalan kami rusak, lingkungan kami terdampak, sementara pasirnya hanya untuk perusahaan. Ditambah lagi izin operasionalnya bermasalah. Kalau Pangulu Nagori tetap membiarkan ini beroperasi, ya wajar kami curiga karena dia dapat keuntungan dari setiap truk yang beroperasi," tambah RJL.



Pandangan Lembaga Swadaya Masyarakat

Ketua Aliansi Masyarakat Siantar Simalungun Bersatu Johan Arifin menegaskan bahwa tangkahan pasir tersebut memang sudah seharusnya ditutup. Ia merinci beberapa alasan utama yang membuat operasional tambang ini ilegal dan merugikan lingkungan serta masyarakat:

1. Penyalahgunaan Izin Usaha Pertambangan (IUP): Lokasi pengerukan tidak sesuai dengan titik yang tercantum dalam izin.

2. Pengelolaan Tidak Sesuai Regulasi: Pemegang IUP bukanlah pengelola, melainkan dikelola oleh pihak lain tanpa izin resmi.

3. Penggunaan Fasilitas Umum Secara Ilegal: Tidak memiliki jalan khusus perusahaan, sehingga menggunakan jalan masyarakat dan jalan milik BUMN (PTPN3), yang tidak diperbolehkan.

4. Pelanggaran Lingkungan: Dinas Perizinan dapat mencabut izin tambang jika operasionalnya sudah terbukti mengganggu lingkungan.


Johan Arifin juga meminta agar pihak kepolisian, terutama Polres Simalungun dan Satreskrim, segera menertibkan aktivitas tambang ini. Ia menyoroti ketimpangan dalam penegakan hukum terkait tambang pasir di wilayah tersebut.


"Saya lihat jika tangkahan milik masyarakat kecil langsung ditertibkan dengan tegas oleh Satreskrim. Tapi kenapa tangkahan di Huta Kucingan yang diduga dikelola oleh oknum TNI justru tidak tersentuh? Polisi harus adil, jangan takut untuk menegakkan hukum," tegasnya.


Ia juga menilai adanya praktik hukum yang tidak adil semakin memperbesar kesenjangan sosial di masyarakat. Oleh karena itu, ia mendesak agar masalah ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto.


"Jika penegakan hukum masih tebang pilih, masyarakat berhak memviralkan masalah ini agar Pak Prabowo tahu dan segera mengambil tindakan," tutup Johan Arifin.




Regulasi Terkait Pertambangan Pasir

Mengacu pada peraturan yang berlaku di Indonesia, aktivitas pertambangan pasir harus mengikuti ketentuan hukum yang jelas. Beberapa regulasi yang relevan dalam kasus ini antara lain:


1. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara:

- Pasal 158: Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin diancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

- Pasal 161: Pihak yang menyalahgunakan IUP juga dapat dikenai sanksi pidana.


2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup:

- Pasal 69: Setiap kegiatan yang merusak ekosistem, termasuk pengerukan bantaran sungai yang menyebabkan longsor, dapat dikenakan sanksi hukum.

- Pasal 76: Pemerintah berhak mencabut izin usaha jika ditemukan pelanggaran lingkungan.


3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup:

Mengatur bahwa perusahaan tambang wajib melakukan kajian Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) sebelum beroperasi.


Respons Pihak Terkait

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola tangkahan pasir serta Pangulu Nagori Sei Mangke belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan masyarakat. Reporter kami masih berupaya menghubungi mereka untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.


Masyarakat berharap agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera bertindak tegas terhadap operasional tambang pasir yang dianggap ilegal ini. Jika tidak, mereka berencana untuk terus melakukan aksi protes hingga tuntutan mereka dipenuhi.


(Laporan: Tim SelektifNews)

Polres Simalungun Raih Nilai Sempurna dalam Penilaian IPKA 2024, Bukti Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran


Simalungun, Selektifnews.com – Polres Simalungun mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih nilai sempurna dalam Penilaian Indikator Kinerja Anggaran (IPKA) Tahun Anggaran 2024. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kapolda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal (Irjen) Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., kepada Kapolres Simalungun, AKBP Choky Sentosa Meliala, S.I.K., S.H., M.H., dalam rangkaian Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Sumut 2025 yang digelar pada Kamis (6/2/2025) pukul 09.00 WIB.


Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Jumat (7/2/2025) pukul 10.00 WIB, menyampaikan bahwa pencapaian nilai sempurna 100 dalam penilaian IPKA ini merupakan bukti nyata komitmen Polres Simalungun dalam mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel.


"Ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran Polres Simalungun dalam memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami berkomitmen untuk terus menjaga standar ini guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar AKP Verry Purba.


Penilaian IPKA sendiri merupakan tolok ukur kinerja satuan kerja kepolisian dalam mengelola anggaran secara bertanggung jawab. Aspek yang dinilai meliputi efisiensi penggunaan anggaran, kepatuhan terhadap regulasi keuangan, serta dampak positif dari penggunaan anggaran terhadap peningkatan pelayanan publik.



Rapim Polda Sumut 2025: Menyelaraskan Kebijakan dan Strategi

Rapim Polda Sumut 2025 mengusung tema “Peran Polda Sumut yang Presisi Siap Mendukung Terwujudnya Asta Cita di Provinsi Sumatera Utara.” Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto memaparkan sejumlah arah kebijakan strategis untuk seluruh jajaran kepolisian di wilayah Sumatera Utara.


Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan profesional.


"Polisi harus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan. Jangan menyakiti masyarakat, jangan arogan. Kita harus memberikan yang terbaik bagi mereka," tegas Irjen Pol. Whisnu Hermawan.


Selain itu, Kapolda juga menyoroti lima program prioritas yang harus dijalankan oleh seluruh jajaran kepolisian, yaitu:

1. Pemberantasan narkoba dan judi online – Memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap peredaran narkotika serta praktik perjudian ilegal.

2. Penanganan kejahatan jalanan – Mengurangi angka kriminalitas dengan meningkatkan patroli dan tindakan preventif.

3. Dukungan terhadap program ketahanan pangan – Berpartisipasi dalam pengelolaan satu juta hektare lahan jagung di Sumut sebagai bagian dari program swasembada pangan pemerintah.

4. Pengembangan pendekatan persuasif dalam penanganan masalah – Mengedepankan dialog dan penyelesaian berbasis komunitas dalam menangani konflik sosial.

5. Peningkatan profesionalisme anggota kepolisian – Meningkatkan pelatihan dan pembinaan bagi personel untuk menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.


Terkait program ketahanan pangan, Polda Sumut berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan di wilayah Sumatera Utara.


"Kami akan memastikan program ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tambah Kapolda.


Motivasi untuk Meningkatkan Kinerja

Kapolres Simalungun, AKBP Choky Sentosa Meliala, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polres Simalungun untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.


"Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi kami, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar untuk terus menjaga integritas dalam pengelolaan anggaran serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ungkapnya seusai menerima penghargaan.


Kapolres juga menegaskan bahwa Polres Simalungun akan terus berupaya mempertahankan standar kinerja yang tinggi, sejalan dengan arahan dan program prioritas yang telah ditetapkan oleh Kapolda Sumut.


Di sisi lain, keberhasilan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja kepolisian lainnya untuk terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran, sehingga program-program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Polres Simalungun, Teladan bagi Jajaran Polda Sumut

Prestasi Polres Simalungun dalam meraih nilai sempurna dalam penilaian IPKA 2024 semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu satuan kerja terbaik di lingkungan Polda Sumut.


Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa kepolisian yang profesional, transparan, dan akuntabel mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Dengan komitmen yang kuat, Polres Simalungun siap menghadapi tantangan di masa depan dan terus berkontribusi dalam menciptakan keamanan serta ketertiban yang kondusif di wilayah hukumnya.


"Ke depan, kami akan terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kinerja ini, sambil tetap fokus pada tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Simalungun," pungkas AKP Verry Purba.


Dengan pencapaian ini, Polres Simalungun tidak hanya mengharumkan nama institusi kepolisian di tingkat regional, tetapi juga membuktikan bahwa akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.

BERITA TERBARU

Kenaikan Pangkat dan Penghargaan Jadi Momentum Penguatan Profesionalisme, Lapas Kelas I Medan Kukuhkan Duta Layanan 2026

Kenaikan Pangkat dan Penghargaan Jadi Momentum Penguatan Profesionalisme, Lapas Kelas I Medan Kukuhkan Duta Layanan 2026 Medan, Selektifnews...