-->

Iklan

Menu Bawah

Iklan

Halaman

Bagnaia Akui Musim Terberat: Finis Kelima MotoGP 2025, Jauh dari Standar Juara

Redaksi
Sabtu, 17 Januari 2026, Januari 17, 2026 WIB Last Updated 2026-01-16T17:09:52Z

 

Francesco Bagnaia

Jakarta, Selektifnews.com  -- Francesco Bagnaia tak menutupi rasa kecewanya setelah menuntaskan musim MotoGP 2025 yang berjalan jauh dari ekspektasi. Pebalap andalan Ducati itu harus mengakhiri kejuaraan di posisi kelima klasemen akhir, sebuah hasil yang terasa pahit mengingat statusnya sebagai salah satu tolok ukur performa di kelas utama dalam beberapa musim terakhir.


Hasil tersebut juga menjadi catatan terburuk Bagnaia sejak memperkuat tim pabrikan Ducati asal Borgo Panigale. Sejak debutnya bersama tim merah, Bagnaia selalu tampil konsisten di papan atas, namun musim 2025 justru menghadirkan banyak tantangan yang membuat performanya naik turun dan sulit bersaing secara stabil.


Dalam empat musim beruntun sebelum 2025, Bagnaia selalu finis di posisi pertama atau kedua klasemen akhir. Tren impresif itu terhenti ketika ia harus mengakui keunggulan rekan setimnya, Marc Marquez, yang tampil dominan dan keluar sebagai juara dunia. Bagnaia finis dengan selisih 257 poin dari Marquez, bahkan sempat tertinggal hingga 267 poin saat gelar juara dipastikan di Jepang.


Situasi semakin sulit karena Bagnaia juga kalah bersaing dari Marco Bezzecchi yang memperkuat Aprilia serta Pedro Acosta dari KTM. Padahal, Marquez sempat mengalami cedera bahu serius di seri Indonesia dan harus absen di beberapa balapan terakhir, namun Bagnaia gagal memaksimalkan peluang untuk memangkas jarak poin secara signifikan.


Berbicara dalam podcast Supernova, Bagnaia secara jujur mengungkapkan perasaannya sepanjang musim. “Saya datang dari empat musim di mana selalu finis pertama atau kedua. Tahun lalu kami tidak pernah benar-benar menemukan keseimbangan untuk tampil konsisten,” ujar Bagnaia. “Saya merasa lebih seperti outsider daripada penantang gelar,” tambahnya.


Juara dunia dua kali itu juga mengakui adanya penyesalan karena merasa mampu berbuat lebih baik. “Saya tidak merasa terlalu baik karena sadar kami sebenarnya bisa berbuat lebih. Dalam banyak kesempatan, saya tidak tampil seperti seharusnya dan tidak mampu beradaptasi dengan situasi,” kata Bagnaia, menggambarkan tekanan mental yang ia rasakan sepanjang musim.


Salah satu kendala utama yang dihadapi Bagnaia adalah karakter Ducati GP25, terutama penggunaan ride height device yang mengubah perilaku motor saat pengereman. Padahal, pengereman agresif merupakan salah satu kekuatan terbesarnya. Kesulitan di sesi kualifikasi membuatnya kerap start dari posisi kurang ideal, terjebak di tengah rombongan, dan harus mengerem lebih awal akibat efek dirty air.


Meski demikian, Bagnaia memilih menjadikan musim 2025 sebagai pelajaran berharga untuk bangkit. Dengan kontraknya bersama Ducati yang akan berakhir pada akhir 2026, harapan kini tertuju pada pengembangan motor GP26 agar ia bisa menemukan kembali kepercayaan diri, kenyamanan berkendara, dan performa terbaiknya untuk kembali bersaing di papan atas MotoGP.


Reporter: Tim Selektifnews.com 

Editor: Zulfandi Kusnomo 

Komentar

Tampilkan

Terkini