-->

Iklan

Menu Bawah

Iklan

Halaman

Comeback Terbesar Sepanjang Sejarah MotoGP: Marc Marquez Kembali ke Singgasana Juara Dunia

Redaksi
Rabu, 14 Januari 2026, Januari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-01-14T02:00:04Z

 

Marc Marquez (Motosport)

Jakarta, Selektifnews.com  -- Comeback terbesar sepanjang sejarah Kejuaraan Dunia Balap Motor akhirnya terwujud. Setelah melalui rentetan cedera panjang sejak 2020 dan terakhir kali merasakan gelar juara dunia pada 2019, Marc Marquez kembali menorehkan tinta emas dengan merebut titel Juara Dunia MotoGP 2025. Prestasi ini menjadi klimaks dari perjalanan penuh luka, keraguan, dan perjuangan tanpa henti pembalap asal Spanyol tersebut.


Keberhasilan Marquez bersama Ducati tidak hanya bermakna sebagai gelar juara semata, tetapi juga memiliki nilai historis yang luar biasa. Dengan tambahan satu titel ini, Marc Marquez kini mengoleksi total sembilan gelar juara dunia di semua kelas, menyamai pencapaian rival abadinya, Valentino Rossi. Sebuah pencapaian prestisius yang menegaskan Marquez sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah MotoGP.


Memasuki usia 33 tahun pada Februari 2026, Marc Marquez akan menghadapi musim yang sangat krusial di MotoGP 2026. Bukan hanya soal ambisi mempertahankan gelar juara dunia, musim tersebut juga menjadi penentuan masa depan kariernya karena kontraknya bersama Ducati akan berakhir. Spekulasi pun menguat, apakah Marquez akan memperpanjang kerja sama dengan pabrikan asal Italia itu atau justru mencari tantangan baru.


Pilihan yang dihadapi Marquez tidaklah sederhana. MotoGP 2027 akan menjadi era baru dengan perubahan regulasi besar-besaran, yang membuat peta kekuatan tim sulit diprediksi. Tidak ada jaminan Ducati akan tetap dominan, sementara pabrikan yang saat ini terpuruk seperti Honda dan Yamaha berpotensi bangkit dan kembali kompetitif dalam regulasi baru tersebut.


Musim MotoGP 2026 sendiri memiliki arti khusus karena menjadi era terakhir motor 1000cc. Jika Marc Marquez mampu kembali merebut gelar juara dunia di musim tersebut, maka ia akan mengoleksi total sepuluh gelar juara dunia. Angka ini sangat istimewa karena Valentino Rossi pun tidak pernah mampu mencapainya. Hingga kini, hanya dua pembalap yang memiliki gelar lebih banyak dari Marquez, yakni Angel Nieto dengan 13 gelar dan Giacomo Agostini dengan 15 gelar.


Melihat faktor usia dan realitas persaingan, mengejar rekor Nieto dan Agostini dinilai terlalu ambisius. Karena itu, sepuluh gelar juara dunia bisa menjadi titik akhir yang sempurna bagi Marc Marquez. Pensiun saat masih berada di puncak performa dinilai sebagai opsi ideal, agar reputasinya tetap terjaga sebagai pembalap legendaris yang menutup karier dengan gemilang.


Pertimbangan lain yang tak kalah penting adalah faktor cedera. Cedera telah menjadi bagian dari perjalanan karier Marc Marquez dalam beberapa tahun terakhir. Terbaru, ia kembali harus naik meja operasi setelah mengalami crash di MotoGP Mandalika. Insiden tersebut membuatnya absen dalam empat seri terakhir MotoGP 2025 serta melewatkan tes pramusim di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.


Jika dampak cedera itu kembali mengganggu performanya di MotoGP 2026, keputusan pensiun bisa semakin menguat. Pada usia 33 tahun di 2026 dan 34 tahun di 2027, Marc Marquez tentu enggan mengambil risiko salah memilih tim yang dapat merusak reputasinya di penghujung karier. Oleh karena itu, MotoGP 2026 berpotensi menjadi musim penentuan, bukan hanya untuk mempertahankan gelar, tetapi juga untuk menentukan akhir perjalanan luar biasa sang juara dunia.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Entertainment

+

Opini

+