-->

Iklan

Menu Bawah

Iklan

Halaman

Gubernur Sumut Bobby Nasution Minta Dukungan TKD Pusat untuk Penanganan Bencana di Sumatera

Redaksi
Jumat, 16 Januari 2026, Januari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-01-16T07:35:38Z
Gubernur Sumut Bobby Nasution Minta Dukungan TKD Pusat untuk Penanganan Bencana di Sumatera


Medan, Selektifnews.com  -- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meminta dukungan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk memperkuat penanganan bencana yang melanda wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Sumatera Utara. Permintaan tersebut disampaikan Bobby dalam rapat bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang digelar di Jakarta, Kamis (15/1/2026).


Dalam rapat tersebut, Bobby mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah melakukan pergeseran anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 430 juta untuk penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor. Pergeseran anggaran tersebut dilakukan meskipun sebelumnya telah disahkan untuk pos kegiatan lain, sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat di daerah terdampak.


Bobby menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat dapat mengembalikan sebagian TKD Sumut sehingga anggaran penanganan bencana dapat diperbesar. Ia menegaskan bahwa Pemprov Sumut tidak meminta bantuan secara berlebihan, melainkan difokuskan pada daerah-daerah yang benar-benar terdampak bencana. “Kami enggak minta banyak-banyak, cukup daerah yang terdampak bencana saja dulu,” ujar Bobby dalam rapat tersebut.


Lebih lanjut, Bobby menjelaskan bahwa dari total 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, tidak semuanya diajukan untuk menerima dukungan anggaran tambahan. Menurutnya, bantuan difokuskan pada wilayah yang mengalami dampak paling besar, baik secara langsung akibat bencana maupun dari sisi tekanan terhadap keuangan daerah. Pendekatan ini dinilai lebih tepat sasaran agar pemulihan berjalan efektif.


Bobby juga memaparkan rincian penggunaan anggaran hasil pergeseran APBD tersebut. Dari total Rp 430 juta, lebih dari Rp 275 juta dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir dan tanah longsor. Anggaran tersebut merupakan tambahan di luar pagu APBD Tahun Anggaran 2026, sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan fasilitas umum yang vital bagi masyarakat.


Selain infrastruktur, Pemprov Sumut turut mengalokasikan anggaran untuk sektor lain yang terdampak. Di antaranya bidang komunikasi dan informatika sebesar Rp 1,6 juta, sektor pendidikan sebesar Rp 21 juta untuk menggratiskan sekolah di lima kabupaten/kota terdampak bencana, serta Rp 15 juta untuk perbaikan fisik bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.


Bobby menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi perhatian serius pemerintah provinsi agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan meskipun dalam situasi pascabencana. Selain itu, Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran untuk sektor kesehatan dan bantuan keuangan daerah sebesar Rp 110 juta sebagai bagian dari upaya menyeluruh dalam menangani dampak sosial dan ekonomi akibat bencana.


Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.189 jiwa berdasarkan data hingga Senin (12/1/2026). Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan korban meninggal terdiri dari 550 jiwa di Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, dan 231 jiwa di Sumatera Barat, dengan 33 jiwa masih dalam proses identifikasi serta 195.542 orang mengungsi, sehingga pemerintah menetapkan dan memperpanjang status tanggap darurat di berbagai daerah terdampak.


Reporter: Tim Selektifnews.com 

Editor: Zulfandi Kusnomo 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Entertainment

+

Opini

+