![]() |
| H.Adam Malik |
Pematangsiantar, Selektifnews.com – H. Adam Malik merupakan salah satu tokoh nasional yang memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan dan diplomasi Republik Indonesia. Lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 22 Juli 1917, Adam Malik dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, jurnalis, dan diplomat ulung yang jasanya diakui hingga tingkat internasional.
Sejak usia muda, Adam Malik telah menunjukkan ketertarikannya pada dunia pergerakan dan pers. Ia aktif menulis serta menyebarkan gagasan nasionalisme melalui berbagai media, yang kemudian membawanya ikut mendirikan Kantor Berita Antara pada tahun 1937. Melalui Antara, Adam Malik berperan penting menyuarakan perjuangan bangsa Indonesia kepada dunia internasional.
Pada masa pendudukan Jepang dan awal kemerdekaan, Adam Malik terlibat langsung dalam berbagai kegiatan perjuangan. Ia menjadi bagian dari kelompok pemuda yang mendorong terjadinya Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Peran tersebut menegaskan komitmennya terhadap kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
Setelah Indonesia merdeka, Adam Malik dipercaya mengemban berbagai tugas strategis di pemerintahan. Ia aktif dalam bidang diplomasi luar negeri dan terlibat dalam upaya memperoleh pengakuan kedaulatan Indonesia dari negara-negara lain. Kemampuannya dalam bernegosiasi menjadikannya sosok penting dalam diplomasi awal Republik Indonesia.
Karier Adam Malik di bidang hubungan internasional mencapai puncaknya ketika ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada periode 1966 hingga 1977. Dalam masa jabatannya, Indonesia kembali bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta memainkan peran aktif dalam percaturan politik global.
Salah satu kontribusi terbesarnya adalah keterlibatannya dalam pendirian Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) pada tahun 1967. Adam Malik menjadi salah satu arsitek utama lahirnya kerja sama regional Asia Tenggara yang bertujuan menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.
Pengakuan dunia internasional terhadap kiprah Adam Malik tercermin saat ia terpilih sebagai Ketua Majelis Umum PBB pada periode 1974–1975. Jabatan prestisius tersebut menunjukkan kepercayaan global terhadap kepemimpinan dan kemampuan diplomasi Indonesia di bawah perwakilan Adam Malik.
Selain di bidang diplomasi, Adam Malik juga mengabdi di tingkat nasional sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1978–1983. Dalam posisi tersebut, ia dikenal sebagai pemimpin yang tegas, sederhana, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan kepentingan rakyat.
Sepanjang hidupnya, Adam Malik dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan kepentingan bangsa, baik melalui jalur pers, diplomasi, maupun pemerintahan. Dedikasinya menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia dalam mengabdi kepada negara.
H. Adam Malik wafat pada 5 September 1984 di Bandung. Atas seluruh jasa dan pengabdiannya, pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional Indonesia. Hingga kini, nama dan perjuangannya terus dikenang sebagai simbol pengabdian dan diplomasi Indonesia yang bermartabat.
Penulis: Zulfandi Kusnomo










