-->

Iklan

Menu Bawah

Iklan

Halaman

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kecewa, Beasiswa Tahfiz Al-Qur’an Dicoret Pemko Tebing Tinggi

Redaksi
Kamis, 15 Januari 2026, Januari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-01-15T00:42:46Z

 

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Tebing Tinggi, Indra Gunawan

Tebing Tinggi – selektifnews.com — Keputusan Pemerintah Kota Tebing Tinggi yang mencoret usulan pemberian beasiswa bagi santri dan penghafal (tahfiz) Al-Qur’an menuai kekecewaan dari kalangan legislatif. Kebijakan tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat pembinaan keagamaan dan penguatan karakter generasi muda di daerah itu.


Kekecewaan tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Tebing Tinggi, Indra Gunawan, yang terlibat langsung dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Menurutnya, pencoretan beasiswa tahfiz Al-Qur’an menunjukkan minimnya keberpihakan pemerintah kota terhadap aspirasi masyarakat.


Indra menegaskan bahwa usulan beasiswa tahfiz bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil serapan aspirasi warga saat ia melakukan kunjungan ke daerah pemilihan. “Usulan ini murni aspirasi masyarakat. Banyak warga berharap pemerintah kota memberi perhatian nyata kepada anak-anak yang memilih jalan menjaga dan menghafal Al-Qur’an,” ujar Indra Gunawan kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).


Secara faktual, kata Indra, jumlah penghafal Al-Qur’an 30 juz di Kota Tebing Tinggi sangat terbatas. Bahkan, jumlahnya diperkirakan tidak mencapai sepuluh orang. “Kalau bicara anggaran, nilainya sangat kecil. Tetapi nilai moral, sosial, dan spiritualnya sangat besar bagi masa depan daerah,” tegasnya.


Ia menilai pencoretan usulan tersebut sulit diterima secara akal sehat kebijakan. Menurutnya, beasiswa tahfiz bukan semata bantuan pendidikan, melainkan bentuk penghargaan negara kepada generasi muda yang telah berjuang menjaga nilai-nilai keagamaan. “Ini bukan soal besar atau kecilnya anggaran, tapi soal keberpihakan dan komitmen pemerintah dalam pembangunan karakter,” katanya.


Indra juga membandingkan dengan sejumlah kabupaten/kota lain di Sumatera Utara yang telah lebih dahulu menjalankan program serupa. Daerah seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai, hingga Kota Medan diketahui memiliki skema bantuan dan pembinaan bagi santri serta penghafal Al-Qur’an, meski dengan kemampuan fiskal yang berbeda-beda.


“Daerah lain bisa menjalankan program ini, padahal kondisi keuangannya beragam. Tebing Tinggi seharusnya juga mampu, apalagi penerima beasiswa tahfiz jumlahnya sangat terbatas,” ujarnya. Ia menambahkan, DPRD akan terus mendorong agar kebijakan tersebut dikaji ulang pada pembahasan anggaran berikutnya.


Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kota Tebing Tinggi belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pencoretan usulan beasiswa tahfiz Al-Qur’an tersebut. Sementara itu, kekecewaan juga datang dari sejumlah warga yang menilai pemerintah kota kurang responsif terhadap aspirasi masyarakat, khususnya dalam hal pembinaan keagamaan dan dukungan bagi generasi muda penghafal Al-Qur’an.


Reporter: Endra Syafutra 

Editor: Zulfandi Kusnomo 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Entertainment

+

Opini

+