Aceh Tamiang, Selektifnews.com — Selektifnews.com. Sejumlah relawan mahasiswa yang tergabung dalam tim Universitas Malikussaleh (Unimal) membuka penggalangan donasi bagi anak-anak korban bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan kemanusiaan ini diprakarsai oleh Muhammad Rizki Perdana, mahasiswa Universitas Malikussaleh yang juga merupakan warga asli Aceh Tamiang serta relawan di Pertamina, bersama tim relawan yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).
Muhammad Rizki Perdana menyampaikan bahwa kondisi di lapangan saat ini masih memerlukan perhatian serius, khususnya terkait pemulihan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan. Ia mengungkapkan, tim relawan mengalami keterbatasan peralatan untuk menjalankan program yang telah dirancang, seperti sekolah darurat serta pembersihan sekolah, puskesmas, dan fasilitas umum lainnya yang terdampak banjir bandang. “Kami sangat kekurangan peralatan. Harapan kami melalui donasi ini, program yang sudah kami susun bisa segera berjalan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rizki menuturkan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak di Aceh Tamiang pascabencana. Menurutnya, banyak anak yang terpaksa menghabiskan waktu dengan meminta-minta di pinggir jalan karena aktivitas belajar mereka terhenti. “Kondisi ini sangat memprihatinkan. Jika dibiarkan terlalu lama, tentu akan berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan minat belajar anak-anak,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui galangan dana ini, dirinya bersama rekan-rekan relawan ingin segera merealisasikan program sekolah darurat agar anak-anak dapat kembali memperoleh hak pendidikan. Program ini juga diharapkan menjadi ruang pemulihan psikososial bagi anak-anak korban bencana, sehingga mereka tidak terus berada di lingkungan yang berisiko dan tidak kondusif bagi tumbuh kembang mereka.
Rizki juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih banyak anak-anak dan orang tua yang belum memiliki tempat tinggal layak. Di wilayah pedalaman kampung halamannya yang berjarak sekitar 20 menit dari pusat Kota Aceh Tamiang, terdapat sekitar 1.000 jiwa dengan jumlah anak-anak mencapai kurang lebih 300 jiwa yang menjadi sasaran utama penerima manfaat program sekolah darurat tersebut.
Menurutnya, saat ini kebutuhan logistik dasar di wilayah tersebut relatif sudah terpenuhi. Namun, kebutuhan mendesak yang dirasakan para korban adalah peralatan gotong royong untuk membersihkan rumah-rumah yang masih bisa ditempati serta fasilitas umum seperti masjid dan puskesmas. “Alat kebersihan dan alat kerja inilah yang sangat kami butuhkan sekarang,” katanya.
Rizki juga menyebutkan bahwa selama ini bantuan yang diterima dari berbagai pihak, termasuk Pertamina dan sejumlah kampus, umumnya berupa logistik. Sementara itu, bantuan berupa alat gotong royong dan perlengkapan sekolah darurat masih sangat minim. Oleh karena itu, hasil dari penggalangan dana ini rencananya akan difokuskan untuk pembelian peralatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mematok target nominal donasi. Berapa pun dana yang terkumpul akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, khususnya warga pedalaman dan anak-anak Aceh Tamiang. “Tujuan kami sederhana, agar warga bisa membersihkan lingkungan dan fasilitas umum mereka, serta anak-anak tidak lagi berada di jalanan untuk meminta-minta,” pungkasnya.
Adapun tim relawan yang tergabung dalam kegiatan kemanusiaan ini bernama Tim Relawan Unimal x ITB, yang terdiri dari puluhan mahasiswa lintas fakultas dan disiplin ilmu. Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam donasi, dapat menyalurkan bantuan melalui rekening Bank BSI 1122748008 atas nama Muhammad Rizki Perdana atau menghubungi nomor WhatsApp 0821-6244-5904. Donasi ini diharapkan menjadi langkah nyata bersama dalam memulihkan masa depan anak-anak korban bencana di Aceh Tamiang.












