![]() |
| Ketua Anak Muda Bergerak Kabupaten Simalungun, Ahmad Fauzi |
Simalungun, Selektifnews.com -- Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Simalungun tahun 2025 dari sektor retribusi parkir tepi jalan umum dan jasa pelabuhan dipastikan tidak tercapai. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp648 juta, realisasi penerimaan hingga akhir tahun hanya mencapai Rp243 juta atau sekitar 37 persen. Kondisi ini menimbulkan sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
Ketua Anak Muda Bergerak Kabupaten Simalungun, Ahmad Fauzi, menilai rendahnya realisasi retribusi parkir tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan sektor tersebut. Ia meminta Bupati Simalungun untuk melihat dan mendengar langsung aspirasi masyarakat terkait potensi peningkatan PAD yang sebenarnya masih sangat besar, sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal.
“Parkir ini punya potensi besar untuk meningkatkan APBD daerah dan merekrut tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Tapi kondisi hari ini justru jauh dari harapan. Kami menduga ada pengelolaan yang tidak maksimal dan jangan sampai ada udang di balik peyek dalam penunjukan rekanan pengelola parkir,” kata Fauzi dalam keterangannya.
Fauzi juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak asal menunjuk pihak ketiga dalam pengelolaan parkir. Menurutnya, jika tidak dilakukan secara transparan dan profesional, hal tersebut berpotensi menimbulkan penyelewengan serta kebocoran pendapatan daerah yang seharusnya bisa dimaksimalkan.
Ia menambahkan bahwa sistem penyetoran retribusi parkir yang sebelumnya melalui pihak ketiga kini telah dialihkan langsung ke Badan Pendapatan Daerah. Langkah ini dinilai sebagai upaya positif untuk mencegah potensi penyimpangan dan memperkuat pengawasan terhadap penerimaan retribusi parkir.
Namun demikian, Fauzi berharap langkah tersebut diiringi dengan kinerja maksimal dari Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun. Ia menegaskan bahwa target PAD dari sektor retribusi parkir tahun 2026 yang telah ditetapkan sebesar Rp1.010.000.000 harus menjadi perhatian serius dan disertai strategi yang jelas serta terukur.
Selain itu, Anak Muda Bergerak juga mendorong Dishub Simalungun untuk menggali potensi lahan parkir baru di berbagai titik strategis. Menurut Fauzi, dengan pemetaan lokasi parkir yang tepat dan pengelolaan yang profesional, sektor ini dapat menjadi salah satu sumber PAD andalan daerah.
Secara tegas, Ahmad Fauzi meminta Dinas Perhubungan Simalungun agar memutus dan membatalkan kontrak kerja sama dengan rekanan pengelola parkir apabila terbukti tidak mampu memenuhi kewajiban. Ia juga menyarankan agar ke depan dibuat perjanjian yang jelas dan melibatkan pihak yang kredibel, profesional, serta bebas dari kepentingan tersembunyi.
Tidak hanya itu, Fauzi bersama rekan-rekannya juga meminta Kejaksaan Negeri Simalungun untuk memeriksa dugaan potensi penyelewengan retribusi parkir di Kabupaten Simalungun. “Kami mohon agar Kadis Perhubungan Simalungun dan rekanannya diperiksa demi transparansi dan kepastian hukum. Ini demi kepentingan daerah dan masyarakat,” tutup Fauzi.
Reporter: Tim Selektifnews.com
Editor: Zulfandi Kusnomo










