![]() |
| GEMBARA Tekankan Profesionalisme Dinas PU dan Desak DPRD Batu Bara Lebih Aktif dalam RDP |
BATU BARA, SELEKTIFNEWS.COM – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Gerakan Masyarakat Bawah (GEMBARA) dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Batu Bara serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batu Bara digelar di Kantor DPRD Batu Bara. Dalam forum tersebut, GEMBARA secara tegas menekankan agar Dinas PU Batu Bara lebih profesional dalam menjalankan tugasnya, serta mendesak DPRD Batu Bara agar tidak hanya diam, melainkan aktif melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan yang menggunakan anggaran negara.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa GEMBARA di Kantor DPRD Batu Bara dan Kantor Bupati Batu Bara pada Jumat (12/12/2025) lalu. Aksi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan difasilitasinya pertemuan resmi antara GEMBARA dan DPRD Batu Bara yang berlangsung di Ruang Komisi IV DPRD Batu Bara, guna membahas berbagai tuntutan dan keluhan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur.
Koordinator Lapangan (Korlap) GEMBARA, Jumarik, menyampaikan bahwa dalam forum RDP tersebut GEMBARA menekankan tiga poin utama yang menjadi tuntutan organisasi. Ia menegaskan bahwa GEMBARA membawa aspirasi murni dari masyarakat yang selama ini merasakan langsung dampak dari pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak maksimal dan cenderung asal-asalan.
“Kami membawa tuntutan dari aksi di Kantor DPRD Batu Bara dan Kantor Bupati Batu Bara. Pada RDP ini kami menekankan agar Dinas PU lebih profesional dalam membuat keputusan dan melakukan pengawasan atas pekerjaan yang dikerjakan, supaya hasilnya tidak abal-abal dan benar-benar layak digunakan sesuai fungsinya. Bendungan Cita Maju di Sungai Dalu-Dalu, jembatan penghubung Desa Dahari Selebar dan Desa Dahari Indah, serta pintu klip air di Desa Perupuk harus diperhatikan sampai ke akar-akarnya, karena ketiga poin ini merupakan fasilitas umum yang setiap hari digunakan masyarakat,” tegas Jumarik.
Menanggapi hal tersebut, pihak DPRD Batu Bara menjelaskan bahwa dua dari tiga proyek yang disoroti GEMBARA merupakan proyek milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Meski demikian, DPRD Batu Bara menegaskan tetap melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut dengan menampung keluhan masyarakat, yang selanjutnya akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Pihak DPRD Batu Bara juga menyampaikan bahwa untuk proyek Bendungan Dalu-Dalu, anggaran telah diajukan dan pengerjaannya siap dilaksanakan pada tahun ini dengan nilai anggaran sebesar Rp21 miliar. DPRD menyatakan komitmennya untuk tetap mengawal proyek tersebut agar berjalan sesuai perencanaan dan tidak merugikan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas PU Batu Bara dalam forum tersebut menyampaikan bahwa pintu klip air yang berada di Desa Perupuk telah dilakukan perbaikan dengan menggunakan anggaran sebesar Rp50 juta. Dinas PU mengklaim perbaikan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari aspirasi masyarakat dan hasil penyampaian dalam berbagai forum.
Namun demikian, salah satu kader GEMBARA, Ridho Hamdani, menyampaikan dugaan serius terkait dua proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Ia menduga adanya indikasi tindakan korupsi karena hasil pekerjaan dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digunakan. “Kami menduga ada tindakan korupsi, karena proyek dengan anggaran besar tetapi hasilnya sangat abal-abal. Oleh karena itu, kami akan mengusut tuntas dugaan korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait dan terlibat,” tegas Ridho.
Di sisi lain, kader GEMBARA lainnya, Sholihin, menyampaikan apresiasi kepada Dinas PU yang telah menindaklanjuti aspirasi terkait pintu klip air di Desa Perupuk. Namun, ia berharap pembangunan tersebut dapat diperbesar dan ditingkatkan lagi, mengingat debit air yang sudah sangat tinggi dan berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.
Menutup pernyataannya, GEMBARA menegaskan akan terus mengawal hasil RDP tersebut hingga benar-benar ada kejelasan dan tindakan nyata yang dirasakan oleh masyarakat. GEMBARA juga menyatakan tidak akan berhenti untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi hingga ke akar-akarnya demi terciptanya pembangunan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Reporter: Tim Selektifnews.com
Editor: Zulfandi Kusnomo










