![]() |
| Stag beetle atau Kumbang rusa |
Jakarta, Selektifnews.com -- Melihat kumbang besar menempel di pohon sering kali membuat orang refleks ingin memukul atau mengusirnya. Padahal, bisa jadi itu adalah stag beetle atau kumbang rusa, salah satu serangga unik dari famili Lucanidae yang memiliki peran penting dalam ekosistem hutan. Ciri khasnya adalah ukuran tubuh yang besar dan “tanduk” atau mandibula mencolok pada kumbang jantan yang menyerupai tanduk rusa. Di dunia, terdapat lebih dari seribu spesies kumbang rusa yang sebagian besar hidup di area berhutan dengan banyak kayu lapuk.
Kumbang rusa bukanlah hama berbahaya bagi manusia. Mereka umumnya memakan getah pohon atau bahan organik yang membusuk, sehingga justru membantu proses daur ulang alami di hutan. Keberadaan mereka menandakan lingkungan yang relatif sehat. Karena itu, memukul atau membunuh kumbang ini tanpa alasan jelas justru merugikan keseimbangan alam.
Di Jepang, stag beetle memiliki tempat tersendiri dalam budaya populer. Sejak puluhan tahun lalu, memelihara kumbang rusa dan kumbang badak menjadi hobi yang sangat digemari, mulai dari anak-anak hingga kolektor dewasa. Toko khusus kumbang, majalah, hingga kontes ukuran dan bentuk tanduk rutin digelar. Bagi sebagian orang Jepang, memelihara kumbang bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap alam.
Nilai seekor stag beetle sangat bergantung pada spesies, ukuran tubuh, keindahan bentuk tanduk, serta tingkat kelangkaannya. Kumbang dengan ukuran besar dan bentuk tanduk simetris biasanya jauh lebih mahal dibandingkan yang berukuran kecil. Sebagian besar kumbang yang dijual di pasar hobi dihargai dari puluhan hingga ribuan dolar, tergolong mahal untuk ukuran serangga, namun masih wajar di dunia kolektor.
Fakta yang sering viral adalah kisah rekor harga kumbang rusa di Jepang. Berdasarkan catatan Guinness World Records, seekor kumbang rusa jantan berukuran sekitar 80 milimeter pernah terjual di Tokyo pada tahun 1999 dengan harga lebih dari 10 juta yen, atau sekitar 90 ribu dolar AS pada saat itu. Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu transaksi serangga termahal di dunia dan benar-benar terjadi, bukan hoaks.
Namun, penting untuk dipahami bahwa harga fantastis tersebut adalah kasus yang sangat langka. Itu bukan harga pasar umum, melainkan hasil dari kelangkaan ekstrem, momen koleksi, dan faktor prestise. Banyak konten di media sosial kerap menggeneralisasi seolah semua kumbang rusa bernilai miliaran rupiah, padahal kenyataannya tidak demikian.
Di balik harga dan hobi, stag beetle juga memiliki makna simbolik. Di Jepang, kumbang bertanduk besar sering diasosiasikan dengan kekuatan, keberanian, dan semangat juang, sehingga kerap disamakan dengan karakter samurai. Meski simbolisme ini tidak selalu bersifat resmi atau historis, ia tumbuh kuat dalam budaya populer dan komunitas kolektor.
Kesimpulannya, jika kamu melihat kumbang besar di pohon, sebaiknya jangan buru-buru memukulnya. Bisa jadi itu adalah stag beetle, makhluk penting bagi ekosistem dan bernilai tinggi bagi dunia ilmu pengetahuan maupun budaya. Menghormati kehidupan kecil di sekitar kita adalah langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan alam — dan siapa tahu, yang kamu lihat itu adalah serangga dengan kisah luar biasa di balik tubuhnya.
Sumber: Rakon TV
Editor: Zulfandi Kusnomo










