![]() |
| LBP Usul Anak Muda Isi Jabatan OJK dan BEI, Dorong Reformasi Pasar Modal Berbasis Integritas dan Teknologi |
Jakarta, Selektifnews.com -- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, berencana mengajukan usulan kepada Presiden Prabowo Subianto agar generasi muda diberi ruang lebih besar untuk menduduki jabatan strategis di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bursa Efek Indonesia (BEI). Wacana tersebut muncul sebagai bagian dari langkah reformasi pasar modal Indonesia yang tengah disusun Dewan Ekonomi Nasional guna memperkuat kredibilitas dan daya saing sektor keuangan nasional.
Menurut Luhut, penempatan anak muda yang memiliki integritas dan kompetensi diyakini dapat memperkuat independensi lembaga pengawas dan pelaku pasar modal. Ia menilai, dengan diisi oleh sosok-sosok profesional muda yang berpengalaman dan berani, lembaga seperti OJK dan BEI akan lebih sulit diintervensi oleh kepentingan tertentu yang berpotensi merusak kepercayaan publik.
“Saya juga malah berpikir, usulan saya mungkin nanti saya akan lapor Bapak Presiden, cari saja anak muda. Yang paham uang, yang sulit untuk disogok-sogok,” kata Luhut saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (13/2). Ia menekankan pentingnya menghadirkan figur-figur baru yang tidak terbebani kepentingan masa lalu serta memiliki komitmen kuat terhadap tata kelola yang bersih.
Lebih lanjut, Luhut mempertanyakan kecenderungan untuk selalu menunjuk tokoh-tokoh lama atau nama-nama besar dalam mengisi jabatan strategis di sektor keuangan. “Kenapa mesti orang-orang terkenal? Cari anak muda yang punya pengalaman, yang punya kredibilitas, untuk menjadi (pejabat) misalnya di OJK, di pasar modal, yang tidak bisa diintervensi siapa-siapa gitu,” tegasnya.
Wacana ini merupakan bagian dari paket reformasi pasar modal yang tengah difinalisasi oleh Dewan Ekonomi Nasional. Reformasi tersebut diarahkan untuk memperbaiki struktur pengawasan, meningkatkan transparansi, serta memastikan mekanisme perdagangan saham berjalan secara adil dan akuntabel. Luhut menilai, penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi utama sebelum pembenahan teknis dilakukan.
Selain mendorong keterlibatan generasi muda, Luhut juga mengusulkan pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam sistem pengawasan dan transaksi pasar modal. Menurutnya, integrasi teknologi canggih akan mempersulit praktik manipulasi dan mempersempit ruang gerak pelanggaran di sektor keuangan.
Ia menegaskan bahwa kredibilitas pasar modal Indonesia merupakan aset penting dalam menarik investasi domestik maupun asing. Dengan tata kelola yang bersih, transparan, dan didukung teknologi modern, kepercayaan investor diyakini akan meningkat secara signifikan. “Karena kredibilitas di pasar modal kita itu sangat-sangat penting. Dan itu akan membangun saya kira confidence yang besar,” ujar Luhut.
Usulan tersebut kini menunggu pembahasan lebih lanjut di tingkat pemerintah pusat. Jika mendapat persetujuan Presiden, langkah ini berpotensi menjadi babak baru dalam tata kelola pasar modal Indonesia, dengan kombinasi semangat muda, integritas tinggi, dan dukungan teknologi sebagai pilar utama pembaruan sistem keuangan nasional.
Reporter: Tim Selektifnews.com
Editor: Zulfandi Kusnomo



