-->

Iklan

Menu Bawah

Iklan

Halaman

Jalan Rusak, UMKM Lesu, Tapi Seremoni Jalan Terus: GMKI Siantar-Simalungun Sentil Keras Bupati Anton Achmad Saragih

Redaksi
Jumat, 13 Februari 2026, Februari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-02-13T15:22:40Z
Jalan Rusak, UMKM Lesu, Tapi Seremoni Jalan Terus: GMKI Siantar-Simalungun Sentil Keras Bupati Anton Achmad Saragih 


Simalungun, Selektifnews.com – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun menyoroti kinerja Dr. H. Anton Achmad Saragih yang dinilai lebih dominan tampil dalam agenda seremonial ketimbang menunjukkan capaian kerja yang terukur. Sorotan ini muncul di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap perbaikan infrastruktur, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Simalungun.


Dalam pernyataan resminya, GMKI menilai intensitas kehadiran Bupati dalam berbagai kegiatan simbolik akhir-akhir ini justru memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat. Publik, menurut mereka, lebih sering disuguhi dokumentasi kegiatan seremoni yang masif di ruang publik dan media sosial dibandingkan laporan progres pembangunan yang konkret dan dapat diukur secara transparan.


Ketua Cabang GMKI Pematangsiantar-Simalungun, Yova Ivo Cordiaz Purba, menegaskan bahwa hingga saat ini belum terlihat terobosan signifikan yang mampu menjawab persoalan mendasar di Kabupaten Simalungun. Ia menyebutkan sejumlah persoalan klasik seperti kondisi ruas jalan di beberapa kecamatan yang masih dikeluhkan warga serta pelayanan administrasi yang belum sepenuhnya efisien.


“Sejumlah ruas jalan di beberapa kecamatan masih dikeluhkan warga, pelayanan administrasi belum sepenuhnya efisien, serta optimalisasi potensi pertanian dan UMKM belum menunjukkan percepatan yang berarti. Namun agenda seremonial yang terus dipublikasikan berjalan seolah-olah semua persoalan telah tertangani dengan baik,” ujar Yova, Jumat (13/2/2026).


Menurut Yova, pemimpin daerah tidak seharusnya terjebak pada rutinitas simbolik semata. Seremoni tanpa evaluasi dan pengawasan yang kuat, kata mereka, hanya akan menghasilkan kesan kerja, bukan hasil kerja. Publik membutuhkan transparansi capaian program, kejelasan indikator keberhasilan, serta keberanian mengambil langkah korektif terhadap perangkat daerah yang dinilai tidak efektif.


Sementara itu, Sekretaris Cabang GMKI, Flora Simbolon, juga menyampaikan kritik serupa. Ia menilai Bupati Simalungun belum menunjukkan gebrakan nyata dalam membangun daerah. “Yang sering terlihat di publik justru kegiatan seremonial yang tidak jelas apa tujuannya untuk kemajuan Kabupaten Simalungun sehingga publik mempertanyakan kemampuan Bupati dalam memimpin daerah ini,” tegasnya.


Flora menegaskan bahwa jabatan Bupati merupakan amanah rakyat, bukan sekadar posisi representatif. Oleh karena itu, waktu dan energi kepala daerah seharusnya difokuskan pada penguatan tata kelola pemerintahan, percepatan realisasi anggaran yang tepat sasaran, serta memastikan setiap kebijakan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.


Menjelang 20 Februari mendatang, yang akan menandai genap satu tahun masa kepemimpinan Bupati Simalungun sebagai orang nomor satu di daerah tersebut, GMKI Siantar-Simalungun mendorong evaluasi menyeluruh di lingkup Pemerintah Kabupaten Simalungun. Mereka menilai momentum satu tahun kepemimpinan harus menjadi refleksi untuk berbenah diri dan menunjukkan kerja nyata. “Simalungun membutuhkan pemimpin yang bekerja dalam sunyi namun berdampak nyata, bukan sekadar terlihat aktif di publik tetapi minim progres di lapangan,” tutup pernyataan Yova, sembari mendorong terwujudnya pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan bertanggung jawab.


Reporter: Tim Selektifnews.com 

Editor: Zulfandi Kusnomo 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Entertainment

+

Opini

+