-->

Iklan

Menu Bawah

Iklan

Halaman

Resmi! PP Muhammadiyah Tetapkan Puasa Ramadan 1447 H Dimulai Rabu, 18 Februari 2026

Redaksi
Selasa, 10 Februari 2026, Februari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-02-09T17:13:53Z
Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, No 62, Jakarta Pusat


Jakarta, Selektifnews.com  -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi telah menetapkan jadwal puasa Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Keputusan ini dikeluarkan jauh sebelum Sidang Isbat yang diselenggarakan pemerintah melalui Kementerian Agama, sehingga menjadi acuan masyarakat yang mengikuti perhitungan Muhammadiyah. 


Berdasarkan perhitungan hisab yang digunakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini telah dituangkan dalam maklumat resmi yang dikeluarkan oleh organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia. 


Majelis Tarjih dan Tajdid, sebagai otoritas dalam penentuan waktu ibadah di lingkungan Muhammadiyah, menggunakan metode hisab hakiki kontemporer melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dalam menentukan awal bulan Ramadan dan bulan-bulan penting lainnya dalam kalender Islam. 


Menurut keterangan resmi, penetapan awal Ramadan 1447 H tersebut didasarkan pada perhitungan astronomis yang telah melalui kajian intensif oleh para ahli falak Muhammadiyah, termasuk mempertimbangkan fenomena ijtimak (konjungsi bulan) dan parameter visibilitas hilal. 


Dengan penetapan ini, umat Islam yang mengikuti ketetapan Muhammadiyah akan memulai puasa Ramadan pada Rabu pagi, 18 Februari 2026 dan menjalankan seluruh rangkaian ibadah Ramadan hingga sekitar tanggal 19 Maret 2026. Selain itu, Hari Raya Idul Fitri 1447 H versi Muhammadiyah diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. 


Penetapan awal puasa Muhammadiyah ini dinilai penting karena memberi kepastian bagi anggota dan warga muslim di seluruh Indonesia terhadap jadwal ibadah Ramadhan, meskipun terdapat potensi perbedaan tanggal dengan penetapan pemerintah atau organisasi Islam lain seperti NU. 


Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama tetap menjadwalkan Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026 untuk menentukan awal Ramadan berdasarkan pengamatan hilal (rukyatul hilal) dan hasil perhitungan astronomis bersama lembaga terkait. Keputusan tersebut biasanya diumumkan menjelang akhir bulan Syakban. 


Perbedaan penetapan awal puasa antara Muhammadiyah dan pemerintah menjadi dinamika yang sering terjadi setiap tahun karena metode hisab dan rukyat yang digunakan masing-masing lembaga berbeda. Namun demikian, masing-masing keputusan tetap dihormati oleh umat Islam di Indonesia sebagai bagian dari keragaman dalam praktik ibadah. 


Reporter: Tim Selektifnews.com 

Editor: Zulfandi Kusnomo 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Entertainment

+

Opini

+