AMAN-SI Desak Razia Rutin Dua Kali Sepekan di Brewzy Bar Perdagangan, Soroti Dugaan Praktik Terselubung

Ketua Aliansi Masyarakat Anti Narkoba Simalungun (AMAN-SI), Muh Rizky Anshori Manurung, S.Pd., Gr


Simalungun, Selektifnews.com — Keberadaan Brewzy Bar yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun kembali menjadi sorotan publik. Ketua Aliansi Masyarakat Anti Narkoba Simalungun (AMAN-SI), Muh Rizky Anshori Manurung, S.Pd., Gr, mendesak aparat gabungan untuk segera melakukan razia rutin minimal dua kali dalam sepekan.


Menurut Muh Rizky Anshori Manurung, S.Pd., Gr, yang juga Ketua Aliansi Masyarakat Anti Narkoba Simalungun (AMAN-SI), langkah ini penting sebagai bentuk pengawasan nyata terhadap aktivitas yang dinilai berpotensi melanggar hukum dan norma sosial. Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan tidak bisa lagi dibiarkan tanpa tindakan tegas dari pihak berwenang.


Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, terdapat dugaan aktivitas terselubung di lokasi tersebut. “Untuk jenis pil yang diduga beredar, kami kurang mengetahui secara pasti namanya karena dilakukan secara terselubung. Ini justru menjadi alasan kuat mengapa razia rutin harus segera dilakukan,” ujarnya.


Selain itu, ia juga menyoroti adanya praktik transaksi yang dinilai menyimpang. Disebutkan bahwa tarif untuk “booking” perempuan berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, sementara untuk “open table” mencapai sekitar Rp1 juta. Minuman yang dijual pun beragam, mulai dari bir, anggur merah, vodka, hingga minuman ringan seperti soda.



Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa status perizinan usaha tersebut hingga kini masih belum jelas. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait legalitas operasionalnya, terutama mengingat aktivitas malam hari yang berlangsung cukup terbuka di tengah masyarakat.


Dari sisi lokasi, keberadaan tempat hiburan malam ini dinilai sangat tidak tepat. Jaraknya hanya sekitar 500–700 meter dari SMP/SMA Abdi Sejati, sekitar ±1 kilometer dari Rumah Sakit Karya Husada, serta ±500 meter dari masjid. Bahkan, gereja terdekat hanya berjarak sekitar ±200 meter. “Kalau dari rumah ibadah, tinggal menyeberang saja, lokasi itu sudah nampak,” jelasnya.


Ia juga mengungkapkan bahwa lantai pertama bangunan digunakan sebagai arena biliar yang kerap dikunjungi anak-anak sekolah. “Tidak jarang pelajar singgah untuk bermain biliar di sana. Ini menjadi perhatian serius karena sangat dekat dengan lingkungan pendidikan,” tambahnya.


Dengan kondisi tersebut, Muh Rizky Anshori Manurung, S.Pd., Gr, selaku Ketua Aliansi Masyarakat Anti Narkoba Simalungun (AMAN-SI), mendesak keterlibatan Polres Simalungun, Satpol PP, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Bea Cukai untuk melakukan razia rutin secara terpadu. Ia berharap langkah ini dapat menjadi upaya preventif sekaligus penegakan hukum yang tegas.


“Ini bukan hanya soal penindakan, tetapi juga perlindungan terhadap generasi muda dan menjaga nilai-nilai sosial masyarakat. Kami berharap ada tindakan nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.


Desakan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait agar kawasan Perdagangan kembali menjadi lingkungan yang aman, kondusif, serta selaras dengan nilai pendidikan dan kehidupan beragama masyarakat.


Laporan: Tim Selektifnews.com 

Editor: Zulfandi Kusnomo