![]() |
| Foto: Istimewa |
Tebing Tinggi, Selektifnews.com – Dugaan penyimpangan anggaran di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tebing Tinggi tahun anggaran 2024 menjadi sorotan publik. Puluhan massa yang tergabung dalam Tebing Tinggi Bergerak (TTB) menggelar aksi unjuk rasa di Polres Tebing Tinggi, Kamis (9/4/2026), guna mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan tersebut secara transparan dan profesional.
Dalam aksi yang berlangsung di depan markas kepolisian tersebut, massa menyampaikan berbagai tuntutan terkait dugaan kejanggalan dalam pengelolaan anggaran Bappeda. Mereka menilai sejumlah pos pengeluaran, seperti perjalanan dinas, konsumsi rapat, serta pengadaan barang dan jasa, perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan yang merugikan keuangan daerah.
Koordinator aksi, Aswadi Simatupang, dalam orasinya menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik. Ia menyebut, indikasi yang ditemukan di lapangan perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
“Ini perlu ditelusuri secara menyeluruh agar tidak menimbulkan prasangka negatif di tengah masyarakat. Kami ingin ada kejelasan dan keterbukaan,” ujar Aswadi di hadapan para peserta aksi dan aparat keamanan yang berjaga.
Selain menyampaikan aspirasi melalui aksi, TTB juga mengaku telah menyerahkan laporan resmi kepada pihak kepolisian. Laporan tersebut dilengkapi dengan sejumlah data awal yang dinilai dapat menjadi bahan bagi penyelidikan lebih lanjut. Massa juga menyinggung adanya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan yang menurut mereka perlu dikaji ulang dalam konteks dugaan penyimpangan tersebut.
Menanggapi aksi tersebut, Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, Budi Sihombing, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat. Ia menjelaskan bahwa saat ini proses masih berada pada tahap awal, yakni pengumpulan bahan keterangan serta verifikasi terhadap data yang disampaikan.
“Kami masih melakukan pengumpulan bahan keterangan dan verifikasi. Semua laporan akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku dan berdasarkan bukti yang ada,” jelas Budi kepada awak media.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebut dalam tuntutan aksi, termasuk Erwin Suheri Damanik, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan oleh massa. Upaya konfirmasi yang dilakukan media masih belum memperoleh tanggapan.
Di sisi lain, tokoh pemuda Tebing Tinggi, Khadir Amri, mengimbau agar seluruh pihak menyikapi persoalan ini secara objektif. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta memberikan ruang bagi proses hukum untuk berjalan secara adil dan transparan.
“Aparat harus bekerja secara profesional, namun kita juga harus menghormati hak semua pihak sampai ada kepastian hukum. Jangan sampai opini publik mendahului proses hukum,” ungkap Khadir.
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian. Massa TTB berharap agar penanganan kasus ini dapat dilakukan secara terbuka dan akuntabel, sehingga mampu memberikan kejelasan kepada masyarakat serta mencegah munculnya spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial di Kota Tebing Tinggi.
Laporan: Endra Syafutra
Editor: Zulfandi Kusnomo

