Aksi Unjuk Rasa Berjilid, Sekda Tebing Tinggi Dinilai Gagal Atasi Manajemen Konflik

 

Aksi Unjuk Rasa Berjilid, Sekda Tebing Tinggi Dinilai Gagal Atasi Manajemen Konflik

Tebing Tinggi, Selektifnews.com – Gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi secara berulang di Kota Tebing Tinggi dinilai menjadi cerminan buruknya sistem pengelolaan pemerintahan daerah. Demonstrasi yang terus berlangsung dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap jajaran pemerintah, khususnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik.


Para pengunjuk rasa menilai Sekda gagal dalam menjalankan fungsi manajemen konflik di tengah masyarakat. Kondisi ini dinilai memperkeruh situasi dan memperpanjang polemik yang seharusnya dapat diselesaikan melalui pendekatan komunikasi dan kebijakan yang tepat. Akibatnya, aksi demonstrasi pun terus terjadi secara berjilid tanpa solusi konkret.


Selain itu, sikap arogan yang dituduhkan kepada Sekda turut memperburuk persepsi publik. Tidak hanya itu, muncul pula dugaan penyalahgunaan anggaran saat yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Tuduhan tersebut semakin memicu kemarahan masyarakat dan mahasiswa yang kemudian turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka.


Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Tebing Tinggi pada 24 Juni 2026 merupakan lanjutan dari aksi serupa yang dilakukan sehari sebelumnya oleh kelompok Tebing Tinggi Bergerak. Kedua aksi tersebut memiliki tuntutan yang hampir sama, yakni mendesak evaluasi terhadap kinerja Sekda dan meminta adanya tindakan tegas dari kepala daerah.


Aksi berlangsung di depan Kantor Wali Kota Tebing Tinggi di Jalan Sutomo. Koordinator aksi, Muhamad Prima, dalam orasinya menegaskan agar Polres Tebing Tinggi segera menindaklanjuti seluruh pengaduan masyarakat (dumas) terkait dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Bappeda Kota Tebing Tinggi.


Selain itu, massa aksi juga menuntut Sekda untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tindakan yang dinilai tidak pantas terhadap Ketua GPA Kota Tebing Tinggi, yang saat ini diketahui merupakan kader HIMMAH. Tuntutan tersebut menjadi bagian dari akumulasi kekecewaan terhadap sikap dan kepemimpinan Sekda.


Aksi ini juga merupakan bentuk respons terhadap rekomendasi DPRD Kota Tebing Tinggi kepada Wali Kota, khususnya terkait poin pencopotan Sekda. Para demonstran mendesak agar rekomendasi tersebut segera ditindaklanjuti sebagai langkah nyata dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.


Dalam kesempatan tersebut, massa aksi diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tebing Tinggi, H. Muhamad Ikhwan. Ia menyampaikan bahwa DPRD telah secara resmi menyurati Wali Kota untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Sekda. Usai dari kantor DPRD, massa melanjutkan aksi ke Mapolres Tebing Tinggi guna mendesak aparat penegak hukum agar segera memproses laporan dugaan korupsi yang telah disampaikan masyarakat.


Laporan: Endra Syafutra 

Editor: Redaksi