Miris! Anggaran Rp2,49 Miliar Terealisasi, Pembangunan Rumah Dinas Nakes di Kecamatan Simuk Diduga Mangkrak

Foto: Bangunan Rumah Nakes yang masih mangkrak


NIAS SELATAN – Proyek pembangunan rumah dinas tenaga kesehatan (Nakes) di Kecamatan Simuk, Kabupaten Nias Selatan, yang telah menelan anggaran hingga Rp2.490.620.188 diduga mangkrak dan belum dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut menjadi sorotan masyarakat karena bangunan yang seharusnya mendukung pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan itu hingga kini disebut-sebut belum selesai dikerjakan.


Berdasarkan data yang diperoleh, pembangunan rumah dinas tersebut pertama kali dianggarkan pada Tahun Anggaran 2017 melalui paket pekerjaan bertajuk “Pembangunan Rumah Dinas Petugas Kesehatan di Puskesmas Simuk”. Paket pekerjaan dengan volume satu paket tersebut menggunakan metode pemilihan langsung dan bersumber dari APBD Kabupaten Nias Selatan dengan nilai anggaran mencapai Rp1.740.620.188.


Meski telah memperoleh alokasi dana yang cukup besar pada tahun 2017, proyek tersebut kembali mendapat kucuran anggaran pada Tahun Anggaran 2020. Saat itu tercatat paket pekerjaan “Rehabilitasi Bangunan Rumah Dinas Puskesmas Simuk” dengan uraian pekerjaan bangunan rumah dinas puskesmas dan metode pengadaan langsung. Dana yang digelontorkan berasal dari APBD Kabupaten Nias Selatan sebesar Rp150 juta.


Tidak berhenti sampai di situ, pada Tahun Anggaran 2023 proyek tersebut kembali memperoleh tambahan anggaran melalui paket “Lanjutan Pembangunan Rumah Dinas Puskesmas Simuk Kecamatan Simuk”. Paket yang menggunakan metode tender itu dibiayai dari APBD Perubahan Kabupaten Nias Selatan Tahun Anggaran 2023 dengan nilai sebesar Rp600 juta.


Dalam dokumen pekerjaan lanjutan tersebut disebutkan sejumlah item pekerjaan yang harus diselesaikan, mulai dari pekerjaan persiapan, pembongkaran, atap, langit-langit, pintu dan jendela, lantai, dinding, balok, pengecatan, instalasi listrik hingga sanitasi pada beberapa unit rumah dinas. Bahkan untuk rumah dinas nomor 3 hingga 6 juga mencakup pekerjaan akhir yang seharusnya mengarah pada penyelesaian bangunan secara menyeluruh.


Melihat rincian pekerjaan serta total anggaran yang telah dikucurkan selama beberapa tahun terakhir, masyarakat menilai proyek tersebut seharusnya sudah selesai dan dapat difungsikan untuk mendukung kenyamanan tenaga kesehatan yang bertugas di Kecamatan Simuk. Namun fakta di lapangan disebut menunjukkan bangunan tersebut belum sepenuhnya rampung dan terkesan terbengkalai.


Kondisi itu memunculkan berbagai pertanyaan terkait efektivitas penggunaan anggaran daerah. Pasalnya, jika dijumlahkan dari tahun 2017, 2020 dan 2023, total dana yang telah dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi rumah dinas tenaga kesehatan tersebut mencapai Rp2.490.620.188. Nilai tersebut dinilai sangat besar untuk sebuah proyek rumah dinas yang hingga kini diduga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.


Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan, Heni K. Duha, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan, Ranueli Buulolo, belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait kondisi proyek tersebut. Keduanya disebut belum merespons konfirmasi yang disampaikan tim di lapangan melalui pesan WhatsApp pada Senin (08/06/2026) sekitar pukul 14.55 WIB. Masyarakat pun berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka guna menjawab berbagai pertanyaan mengenai realisasi anggaran dan kelanjutan pembangunan rumah dinas tenaga kesehatan di Kecamatan Simuk.


Laporan: Asaskadar Dachi

Editor: Redaksi