![]() |
| Foto Ilustrasi by AI |
Pematangsiantar — Kiprah Muhammad Ishak Hutasuhut dalam kehidupan sosial dan keumatan di Kota Pematangsiantar mendapat apresiasi melalui Selektif News Award 2026. Ishak menerima penghargaan dalam kategori Tokoh Toleransi Kota Pematangsiantar 2026 pada acara yang digelar di Sobat Bikers Cafe, Minggu, 9 Agustus 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kiprahnya dalam mendorong kebersamaan, kerukunan dan hubungan harmonis di tengah masyarakat yang memiliki keberagaman suku, agama dan latar belakang.
Penganugerahan itu juga dinilai relevan dengan perjalanan Ishak dalam aktivitas organisasi kemasyarakatan. Sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Al Jam’iyatul Washliyah Kota Pematangsiantar, ia memiliki ruang pengabdian yang bersentuhan langsung dengan bidang pendidikan, dakwah, sosial dan kehidupan masyarakat. Pada April 2026, Ishak kembali dipercaya memimpin PD Al Jam’iyatul Washliyah Kota Pematangsiantar untuk masa bakti 2026–2031. Kepercayaan tersebut kemudian diperkuat melalui pelantikan kepengurusan pada Juni 2026.
Dalam sejumlah kesempatan, Ishak menyampaikan pandangan bahwa keberadaan Al Washliyah tidak hanya ditujukan untuk kepentingan satu kelompok, tetapi harus memberikan manfaat bagi seluruh umat. Saat pelantikan kepengurusan periode 2026–2031, ia menegaskan kesiapan Al Washliyah untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam menjaga kerukunan serta mendorong kota tersebut menjadi semakin kuat dalam hal toleransi. Pernyataan itu menunjukkan bahwa isu toleransi tidak hanya menjadi slogan, tetapi ditempatkan sebagai bagian dari agenda sosial dan keumatan organisasi yang dipimpinnya.
Komitmen tersebut bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Pada periode sebelumnya, Ishak juga pernah mengajak jajaran Al Washliyah untuk bersama-sama membangun suasana yang sehat dan kondusif di Pematangsiantar. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kota agar tetap nyaman ditempati oleh masyarakat dari berbagai suku, agama dan golongan. Sikap tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Ishak sebagai tokoh organisasi kemasyarakatan di kota yang dikenal memiliki keberagaman tersebut.
Peran Ishak dalam menjaga ruang kebersamaan juga berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap posisi Pematangsiantar sebagai kota toleran. Pemerintah Kota Pematangsiantar menyebut kota tersebut berhasil meraih peringkat keempat sebagai Kota Toleran di Indonesia. Dalam konteks itu, sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut. Al Washliyah sendiri menyatakan kesiapan untuk ikut berkolaborasi dalam menjaga kerukunan dan mendorong Pematangsiantar menuju peringkat yang lebih tinggi.
Selain aktif dalam organisasi, Ishak Hutasuhut juga dikenal menjalani aktivitas profesional sebagai kontraktor. Perjalanan di dunia profesional tersebut melengkapi kiprahnya di tengah masyarakat, sehingga aktivitasnya tidak hanya berkaitan dengan urusan organisasi dan keumatan, tetapi juga dunia usaha. Dengan latar belakang tersebut, sosok Ishak berada pada persimpangan dua ruang pengabdian, yakni aktivitas profesional dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dijalankannya melalui organisasi.
Penghargaan Selektif News Award 2026 dengan kategori Tokoh Toleransi Kota Pematangsiantar kemudian menjadi momentum untuk menyoroti perjalanan tersebut. Penghargaan ini bukan sekadar simbol penghormatan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga toleransi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sosok seperti Ishak dinilai memiliki peran strategis karena berada dalam lingkungan organisasi keagamaan yang memiliki jaringan hingga tingkat masyarakat, sekaligus aktif menyuarakan pentingnya persatuan dan kebersamaan.
Bagi Pematangsiantar, penghargaan yang diterima Ishak Hutasuhut di Sobat Bikers Cafe pada 9 Agustus 2026 tersebut dapat dimaknai sebagai apresiasi terhadap kerja-kerja sosial yang menempatkan persatuan sebagai nilai utama. Di tengah keberagaman yang menjadi karakter kota ini, menjaga komunikasi antarelemen masyarakat merupakan pekerjaan yang tidak pernah selesai. Kiprah Ishak sebagai Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah periode 2026–2031 sekaligus seorang profesional di bidang kontraktor menjadi bagian dari dinamika masyarakat Pematangsiantar yang terus bergerak menuju kehidupan yang semakin rukun, inklusif dan toleran.
Laporan: Tim Selektifnews.com
Editor: Redaksi
