-->

Iklan

Menu Bawah

Iklan

Halaman

Pembekalan di Rapim TNI AD, Menko Polkam Tekankan Kepemimpinan Berkarakter dan Profesionalisme Prajurit

Redaksi
Kamis, 12 Februari 2026, Februari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-11T22:49:47Z

 

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago memberikan pembekalan kepada jajaran TNI Angkatan Darat dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (11/2/2025)

Jakarta, Selektifnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago memberikan pembekalan kepada jajaran TNI Angkatan Darat dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (11/2/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas kepemimpinan perwira serta profesionalisme prajurit sebagai fondasi utama kekuatan pertahanan negara.


Dalam arahannya, Menko Djamari menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto selalu menegaskan bahwa kokohnya bangsa ini ditopang oleh TNI dan Polri bersama seluruh komponen bangsa lainnya. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia di tubuh TNI menjadi hal mendasar yang harus terus diperkuat secara berkelanjutan dan terukur.


Menurutnya, pembenahan satuan harus dimulai dari pembenahan manusianya. Ia menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan menjadi kunci utama dalam membentuk prajurit yang profesional dan berintegritas. “Kalau kita akan memperbaiki satuan, tentu manusianya yang perlu diperbaiki. Dan dalam rangka memperbaiki manusianya, maka latihan dan pendidikan yang bisa kita perbaiki. Itu intinya. Maka pendidikan ini yang harus menjadi perhatian pokok,” ujar Djamari.


Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kepemimpinan yang dekat dengan prajurit. Seorang perwira, katanya, harus merasa paling nyaman berada di tengah-tengah anggotanya. Kedekatan emosional antara komandan dan prajurit akan melahirkan rasa tanggung jawab yang mendalam, bahkan kehilangan satu prajurit pun menjadi beban berat bagi seorang pemimpin.


Djamari juga membagikan pengalamannya bertemu seorang komandan yang rela berpuasa demi keselamatan prajuritnya. Baginya, keteladanan seperti itu menunjukkan adanya ikatan kasih sayang dan tanggung jawab moral yang kuat antara pemimpin dan yang dipimpin. Kepemimpinan bukan sekadar soal komando, tetapi tentang kepedulian dan ketulusan.


Selain itu, Menko Polkam menegaskan bahwa seorang prajurit harus memiliki kebanggaan terhadap profesinya. Namun kebanggaan tersebut bukan untuk kesombongan, melainkan untuk membangkitkan semangat pengabdian. Dengan kebanggaan yang sehat, seorang tentara akan menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab.


Ia juga mengingatkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya bagi negara. Menurutnya, rezeki terbesar adalah kesehatan, karena hanya dengan tubuh dan jiwa yang sehat seseorang dapat mengabdi secara optimal. “Sebagai tentara kita hanya punya dua pilihan, kalau tidak mati ya hidup, tidak ada kata sakit,” tegasnya, menggambarkan semangat pantang menyerah yang harus dimiliki setiap prajurit.


Dalam penutup arahannya, Djamari menekankan tiga hal penting yang harus dimiliki seorang tentara, yakni kecerdasan, semangat, dan karakter. Dari ketiganya, karakter menjadi fondasi utama. Tanpa karakter, kecerdasan dan semangat tidak akan berarti. Ia juga berpesan agar prajurit tidak risau soal harta, melainkan fokus pada niat tulus dan tujuan pengabdian. “Tugas kita ke depan masih panjang, tumpuan masyarakat dan bangsa kita ada di pundak kita,” pungkasnya.


Turut mendampingi Menko Polkam dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Mayjen TNI Purwito Hadi, serta Staf Khusus Menko Polkam H Janmat Sembiring.


Rilis: Humas Kemenko Polkam RI

Editor: Zulfandi Kusnomo

Komentar

Tampilkan

Terkini

Entertainment

+

Opini

+