Jakarta, Selektifnews.com – Pemerintah terus mengakselerasi proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera. Dalam Press Release Progress Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (11/2), Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Gus Ipul menyampaikan bahwa salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penyaluran santunan duka kepada ahli waris korban meninggal dunia serta bantuan bagi korban luka berat. Upaya ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial sekaligus meringankan beban keluarga yang terdampak musibah.
Tercatat hingga saat ini sebanyak 990 ahli waris korban meninggal akibat bencana di tiga provinsi di Sumatera telah menerima santunan. Total nilai bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp14.850.000.000. Santunan yang diberikan sebesar Rp15 juta untuk setiap korban meninggal dunia dan Rp5 juta bagi korban yang mengalami luka berat.
Menurut Gus Ipul, percepatan penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Data korban diverifikasi secara berjenjang guna memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima langsung oleh pihak yang berhak.
Selain santunan duka, Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan isian hunian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga. Bantuan ini diperuntukkan bagi keluarga terdampak untuk melengkapi kebutuhan dasar tempat tinggal mereka pascabencana, sehingga proses kembali ke hunian dapat berjalan lebih layak dan manusiawi.
Kemensos juga memberikan bantuan pemulihan ekonomi dalam rangka pemberdayaan masyarakat sebesar Rp5 juta per keluarga. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat memulai kembali usaha atau aktivitas ekonomi yang sempat terhenti akibat bencana, sekaligus mendorong kemandirian dan percepatan pemulihan ekonomi lokal.
Tak hanya itu, pemerintah turut menyalurkan bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa transisi pemulihan, sembari menunggu kondisi sosial dan ekonomi kembali stabil.
Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau dan mengevaluasi progres rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak. Sinergi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan. Pemerintah berkomitmen memastikan setiap warga terdampak memperoleh haknya secara adil dan transparan.
Rilis: Humas Kementerian Sosial RI
Editor: Zulfandi Kusnomo










