![]() |
| Tokoh Agama Sergai Minta Polisi Tangkap Penadah dan Pencuri di Desa Firdaus |
SERGAI, SELEKTIFNEWS.COM – Tokoh agama Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), Ustad Julis Sanjaya, S.Pd.I., mengungkapkan keresahan masyarakat atas maraknya aksi pencurian yang terjadi di Dusun VII dan VIII, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah. Ia menilai, peristiwa pencurian yang terjadi berulang kali tersebut telah mengganggu ketenangan warga dan menimbulkan rasa tidak aman di tengah lingkungan masyarakat.
Menurut Ustad Julis Sanjaya, aparat kepolisian di Sergai diharapkan segera bertindak tegas dengan menangkap para pelaku pencurian beserta penadah barang hasil kejahatan. Ia menegaskan, selama pelaku dan penadah belum tertangkap, aksi pencurian akan terus terjadi bagaikan “cendawan tumbuh di musim hujan”. Kondisi ini, katanya, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memperburuk situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Untuk mencegah terulangnya aksi serupa dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, para tokoh agama meminta agar pihak kepolisian meningkatkan patroli rutin, khususnya pada malam hari. Kehadiran aparat di tengah masyarakat diyakini dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan serta mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah tersebut.
Hal senada disampaikan tokoh agama Sergai, Drs. H. Ridwan Yahya, S.Pd., yang juga mantan Ketua PD Al Washliyah Sergai. Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi secara aktif di lapangan sangat penting untuk menciptakan efek jera bagi pelaku kejahatan. Selain itu, ia berharap aparat tidak hanya menangkap pelaku pencurian, tetapi juga membongkar jaringan penadah yang selama ini diduga turut memfasilitasi maraknya aksi pencurian.
Ridwan Yahya juga menyoroti peran pemerintah daerah, kecamatan, hingga pemerintah desa agar cepat menyahuti keluhan masyarakat. Menurutnya, persoalan keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum semata, melainkan juga membutuhkan sinergi seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat. Ia mempertanyakan, sampai kapan warga harus terus mengalami kerugian materi akibat aksi pencurian yang belum tertangani secara maksimal.
Akibat masih bebasnya pelaku beraksi, dikhawatirkan jumlah korban akan terus bertambah. Warga pun merasa waswas setiap meninggalkan rumah atau tempat usaha mereka, terutama pada malam hari. Beberapa masyarakat bahkan mulai meningkatkan pengamanan secara swadaya dengan ronda malam guna mengantisipasi kejadian serupa.
Kasus terbaru yang memicu perhatian publik adalah hilangnya satu unit kompresor listrik milik pengusaha hiburan Pasar Malam yang beroperasi di lapangan bola kaki Dusun VII, Desa Firdaus. Peralatan tersebut diletakkan bersama perlengkapan lainnya di area lapangan dan diduga dicuri pada Selasa (4/3/2026) malam, sekitar pukul 21.10 WIB.
Peristiwa tersebut baru diketahui pada Rabu (5/3/2026) sekira pukul 11.00 WIB. Hingga kini, pelaku maupun penadah barang curian tersebut belum berhasil diamankan. Junita, salah satu panitia Pasar Malam, berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini, menangkap pelaku beserta penadah, serta mengembalikan barang yang hilang. Masyarakat pun menantikan langkah cepat aparat agar situasi keamanan di Desa Firdaus kembali kondusif dan aktivitas warga dapat berjalan tanpa rasa takut.







