![]() |
| Foto Istimewa |
Pematangsiantar, Selektifnews.com — Sorotan terhadap operasional Koin Bar di Jalan Parapat kian menguat. Tempat hiburan malam tersebut kembali diduga menjadi titik peredaran narkotika jenis pil ekstasi, sekaligus lokasi praktik yang mengarah pada eksploitasi perempuan. Isu yang berkembang di tengah masyarakat bahkan menyebut adanya kendali oleh seorang pria berinisial NZ, yang diduga terlibat dalam aktivitas yang berpotensi masuk kategori Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Ketua Barisan Rakyat Hancurkan Tindakan Ilegal (BARAHATI), Zulfikar Efendi, menilai situasi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai isu biasa. Ia menyoroti minimnya tindakan nyata dari aparat penegak hukum, khususnya Polres Pematangsiantar, yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret untuk merespons keresahan publik yang terus berkembang.
Menurut Zulfikar, dugaan peredaran ekstasi di Koin Bar bukanlah hal baru. Informasi terkait aktivitas tersebut telah lama beredar, bahkan disebut berasal dari individu yang mengaku pernah terlibat atau mengetahui langsung kondisi di lokasi. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya operasi berkelanjutan atau penindakan terbuka yang mampu memberikan kepastian hukum.
Lebih serius lagi, dugaan eksploitasi terhadap perempuan dinilai sebagai persoalan yang jauh lebih berat. Jika benar terjadi, praktik tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan yang mendasar. Zulfikar menegaskan bahwa indikasi adanya kontrol terhadap perempuan untuk kepentingan tertentu sudah masuk dalam kategori kejahatan berat yang tidak bisa ditoleransi.
Ia juga mengkritik keras sikap aparat yang dinilai terkesan pasif. Menurutnya, pembiaran terhadap dugaan aktivitas ilegal yang berlangsung berulang kali hanya akan memperkuat persepsi publik bahwa ada ketidakberesan dalam penegakan hukum. Kondisi ini dinilai berbahaya karena dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Kalau ini terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada citra hukum, tapi juga pada masa depan generasi muda. Narkoba dan eksploitasi itu merusak dari dalam,” ujar Zulfikar dengan tegas.
Sebagai langkah konkret, BARAHATI mendesak Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, untuk turun langsung dan mengambil alih penanganan. Mereka meminta adanya razia rutin setiap hari di lokasi tersebut, bukan sekadar operasi sesaat yang dinilai tidak menyentuh akar persoalan.
Zulfikar menekankan, transparansi dan konsistensi penindakan adalah kunci untuk mengungkap fakta sebenarnya. Ia mempertanyakan alasan tidak dilakukannya pengawasan intensif jika memang tidak ada pihak yang dilindungi.
“Kalau bersih, kenapa tidak dibuktikan dengan razia rutin? Justru dari situ akan terlihat jelas siapa yang bermain dan siapa yang tidak,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Zulfikar memastikan bahwa BARAHATI akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan. Ia menegaskan bahwa tekanan publik akan terus meningkat apabila aparat tidak segera bertindak.
“Ini suara masyarakat. Kalau hukum tetap diam, maka publik akan menilai sendiri. Dan itu jauh lebih berbahaya,” tutupnya.
Laporan: Tim Selektifnews.com
Editor: Zulfandi Kusnomo
