This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Mei 2025

Reog Ponorogo di Simalungun: Harmoni Budaya di Tanah Batak yang Bersemangat


Simalungun, Selektifnews.com – Di tengah bentangan perbukitan hijau Simalungun, Sumatera Utara, sebuah kisah akulturasi budaya yang memukau terjalin. Kesenian Reog Ponorogo, tarian tradisional yang berasal dari Jawa Timur, telah lama mengakar dan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya masyarakat setempat. Bagaimana kesenian ini bersemi di tanah Batak, dan bagaimana ia terus dilestarikan hingga kini, menjadi cerminan semangat multikulturalisme.


Ketua Umum Komunitas Reog Jawa Peranakan Sumatera Utara (KJRPS), Muhammad Dimas Pramana menjelaskan, perjalanan Reog Ponorogo ke Simalungun dimulai dari jejak migrasi masyarakat Jawa di masa lalu, yang datang sebagai buruh kontrak sekitar tahun 1999-2000. 



Para pendatang ini tak hanya membawa harapan baru, tetapi juga tradisi dan kesenian mereka, termasuk Reog Ponorogo. Di tanah baru ini, Reog Ponorogo tidak hanya bertahan, melainkan juga beradaptasi dengan budaya lokal.


"Ada perpaduan yang indah antara Reog Ponorogo dengan unsur budaya Batak. Gerakan tari, musik, dan kostumnya memiliki sentuhan khas Simalungun," ungkapnya saat dikonfirmasi. Kamis (22/5/2025).



Adaptasi ini terlihat jelas dalam penggunaan beberapa **alat musik tradisional Batak** seperti **gondang** dalam pertunjukan Reog, meskipun alur musiknya tetap berbeda dengan gondang Simalungun. Selain itu, beberapa gerakan tari juga dipengaruhi oleh gerakan tari tradisional Simalungun, menciptakan sebuah harmoni yang unik.


Namun, Dimas juga menyoroti perbedaan mendasar antara Reog Ponorogo di Simalungun dengan aslinya di Jawa Timur. 


"Banyak perbedaan, dimana Reog di Simalungun lebih fokus mengembangkan jaranan (kuda lumping)daripada Reog-nya sendiri," tegasnya.


Tak hanya itu,  sebagian besar perlengkapan Reog di Simalungun diproduksi sendiri dan tarian Reog di sini telah banyak beradaptasi. Di Jawa Timur, Reog dan jaranan tidak disatukan karena memiliki makna dan fungsi yang berbeda; Reog ada Unsur Magis , sedangkan jaranan untuk menghibur raja. Dan masyarakat yang memiliki hajatan 



"Namun, di Sumatera Utara, keduanya disatukan karena tidak ada penjajah yang membatasi ekspresi budaya, berbeda dengan masa kolonial di Jawa," ungkapnya.


Selain itu, perbedaan mencolok juga terletak pada konsep "kerajaan" atau "keraton" yang ada di Ponorogo. 


"Kita di Sumatera Utara tidak ada kerajaan yang mengikuti alur sama seperti Republik ini," ujar Dimas. 


Hal ini memberikan kebebasan bagi para seniman di Simalungun untuk berkreasi tanpa terikat aturan keraton. Faktor lain adalah komposisi masyarakat Simalungun yang beragam, di mana banyak marga Batak seperti Damanik, Sitorus, dan Sihotang turut mempelajari kesenian ini.



Di Simalungun, Dimas mengatakan terdapat 46 sanggar seni yang menjadi pusat pelestarian Reog Ponorogo. Jumlah ini meningkat pesat dari hanya 14 sanggar pada tahun 2019. Para seniman muda dan tua berlatih bersama, mewariskan ilmu dan keterampilan dari generasi ke generasi. 


"Kami ingin generasi muda Simalungun terus mencintai dan melestarikan Reog Ponorogo. Ini adalah warisan budaya yang tak ternilai," kata Dimas. 



Setiap akhir pekan, sanggar ini ramai dengan anak-anak muda yang antusias belajar menari, memainkan alat musik, dan membuat kostum Reog. Semangat mereka menjadi harapan bagi keberlangsungan kesenian ini di masa depan. KJRPS sendiri menaungi 179 sanggar Reog Ponorogo di seluruh Sumatera Utara, dengan total 13.000 anggota aktif di Simalungun.


Lebih lanjut, Reog Ponorogo di Simalungun tidak hanya ditampilkan dalam pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari upacara adat dan festival budaya. Kehadirannya menambah semarak acara dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. 



"Reog Ponorogo menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan. Setiap kali ditampilkan, selalu menarik perhatian banyak orang," tuturnya.


Salah satu festival budaya yang menampilkan Reog Ponorogo adalah F1 Powerboat Danau Toba 2024. Dalam ajang Internasional ini, Reog Ponorogo tampil bersama kesenian tradisional lainnya dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa Reog Ponorogo telah diterima sebagai bagian dari keragaman budaya Sumatera Utara, meskipun tidak ada pencampuran langsung antara tarian Reog dengan tarian tradisional Simalungun.



Meskipun Reog Ponorogo telah mengakar kuat di Simalungun, Dimas mengaku tantangan tetap ada. Regenerasi seniman muda menjadi perhatian utama. Selain itu, promosi kesenian ini sebagai daya tarik wisata budaya juga perlu ditingkatkan.


Dimas Pramana juga menyoroti beberapa tantangan lain, seperti faktor usia pemain dan ketersediaan kostum yang belum memadai. Tantangan lain datang dari pemikiran kritis sebagian orang yang mengaitkan Reog Ponorogo dengan hal-hal yang bertentangan dengan agama, terutama Islam. Namun, Dimas menekankan bahwa Reog adalah ranah budaya, bukan akidah, dan keberadaannya adalah upaya melestarikan warisan leluhur. 


"Walaupun modernisasi terus berjalan, kesenian ini tidak akan pernah mati," ujarnya optimis.


Peran pemerintah daerah dalam pelestarian ini juga penting. Di masa pemerintahan Bupati Anton Saragih, diharapkan adanya fasilitasi kegiatan di ruang terbuka hijau untuk berkumpul bagi para sanggar-sanggar. Di sisi lain, masih dibutuhkan dukungan lebih lanjut untuk pengembangan Reog Ponorogo di Simalungun, termasuk anggaran untuk menjangkau sanggar-sanggar di desa-desa.


Lebih lanjut, katanya, dampak sosial budaya dari kehadiran Reog Ponorogo sangat positif. Selain melestarikan budaya, kesenian ini juga turut menghidupkan UMKM dan pengrajin lokal yang membuat kostum dan perlengkapan Reog.


'Antusiasme masyarakat Simalungun, termasuk dari kalangan non-Jawa, sangat tinggi, bahkan banyak anak muda yang tertarik mempelajarinya," katanya.


Ia menambahkna, dengan semangat para seniman dan dukungan yang terus berkembang dari masyarakat dan pemerintah daerah, kesenian Reog Ponorogo di Simalungun akan terus hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Simalungun, menunjukkan bahwa harmoni budaya dapat bersemi di mana saja.

Minggu, 10 September 2023

Jejak Cagar Budaya Di Museum Simalungun

 

Jejak Cagar Budaya Di Museum Simalungun

Pematang Siantar, Selektifnews.com - Museum Simalungun adalah cagar budaya yang memungkinkan kita untuk merenungkan masa lalu dan memahami sejarah serta kebudayaan yang kaya di wilayah ini.


Sebagai informasi, Museum Simalungun dibangun pada tanggal 10 April 1939 di Pematangsiantar oleh Raja-raja Simalungun. Tepat setahun setelah dibangun, Museum Simalungun kemudian diresmikan pada tanggal 30 April 1940. Museum ini menjadi pusat penelitian sejarah dan kebudayaan Simalungun.



Museum ini dikelola oleh Yayasan Museum Simalungun, yang diketuai Drs. Djomen Purba, sebagai penjaga setia warisan budaya Simalungun.


Museum ini buka setiap hari, dari hari Senin hingga hari Sabtu, mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Museum ini berlokasi di Jalan Sudirman No. 20, Kota Pematangsiantar, dekat dengan kantor pos yang banyak dilalui orang, tetapi tidak begitu dekat dengan hiruk pikuk lalu lintas kota.



Saat masuk ke areal museum, pengunjung akan disuguhi dengan sejumlah patung batu yang disebut hulu balang alias penjaga pintu. Dan ketika anda masuk kedalam, anda akan terpesona oleh berbagai koleksi yang dimilikinya.


Galeri sejarah, anda dapat melihat peta sejarah, foto-foto, dan barang bersejarah lainnya.


Salah satu barang paling istimewa adalah koleksi tekstil tradisional Simalungun yang cantik dan menawan. Termasuk ulos, kain tradisional Simalungun. Selain itu, museum ini juga memiliki koleksi senjata tradisional, peralatan rumah tangga kuno, dan ukiran kayu yang memukau.



Museum Simalungun ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, Museum ini juga berkontribusi dalam melestarikan budaya dan mengedukasi generasi muda tentang warisan budaya..


Johannes A.F Silaen, S.H, Salah satu Tokoh pemuda di Kota Pematang Siantar, yang berhasil ditemui awak media mengajak generasi muda Kota Pematang Siantar - Simalungun untuk menjaga dan melestarikan budaya Simalungun.


"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan melestarikan budayanya sendiri. Ayo, bersama-sama kita jaga kekayaan budaya kita. Jelajahi Museum Simalungun, saatnya generasi muda mengetahui sejarah," Pungkasnya. (Ricki)

Sabtu, 19 Agustus 2023

Lestarikan Rumah Adat Masyarakat Bangka Barat, PT Timah Tbk Kembali Bantu Pembangunan Rumah Adat Setana Jering Amantubillah

Rumah adat Setana Kering Amantubillah


BANGKA BARAT, SELEKTIFNEWS.COM – PT Timah Tbk kembali mendukung pembangunan Rumah Adat Setana Jering Amantubillah di Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritib, Kabupaten Bangka Barat.


Bantuan dari PT Timah Tbk untuk pembangunan Telatar Rumah Adat Setana Jering ini diterima Imam Setana Jering Amantubillah Dato’ Sardi Al Palangsi, Jumat (18/8/2023).


Bantuan dari PT Timah Tbk untuk Setana Jering merupakan salah satu komitmen Anggota holding industri pertambangan MIND ID untuk mendukung pelestarian adat istiadat masyarakat di wilayah opersional perusahaan.


Imam Setana Jering Amantubillah Dato’ Sardi Al Palangsi mengatakan, sejak awal pembangunan Setana Jering, PT Timah kerap menyalurkan bantuan untuk mendukung pembangunannya.


Ia menilai, PT Timah Tbk merupakan salah satu perusahaan yang sangat peduli dengan adat istiadat serta budaya masyarakat.


“Dari awal kami membangun rumah adat selalu dibantu oleh PT Timah. Bantuan kali untuk membangun Telatar adat, dimanfaatkan untuk kegiatan adat yang digunakan masyarakat adat maupun umum,” katanya.


Pihaknya, kembali mengapresiasi bantuan dari PT Timah Tbk yang telah membantu mereka.


“Kami ucapkan terima kasih, mudah-mudahan pembangunan telatar adat cepat selesai. Semoga PT Timah semakin maju, sukses selalu sehingga bisa membantu masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Camat Simpang Teritip Samsuri mengapresiasi kepedulian PT Timah Tbk dalam membantu masyarakat adat di wilayah mereka.


“Setiap kegiatan adat di Simpang Teritip PT Timah memberikan bantuan. Tidak hanya pelestarian adat tapi juga bantuan sosial lain seperti pembangunan tempat ibadah, bantuan untuk warga sakit, dan masih banyak lagi,” katanya.


Senada, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat Muhamad Ali mengapresiasi peran PT Timah mendukung pariwisata dan kebudayaan di Bangka Barat.


“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat mengapresiasi bantuan PT Timah mendukung Pariwisata dan kebudayaan Bangka Barat. Memajukan suatu daerah dibidang apapun bukan hanya tugas Pemerintah Daerah saja, tetapi semuanya harus terlibat dan berkontribusi, baik Pemerintah, Stakeholder, Perusahaan, media dan juga warga Bangka Barat,” jelasnya.

Selasa, 11 Juli 2023

Berebut Uang Puluhan Juta 3 Bocil Pingsan Tembok Kelurahan Jebol


PEMALANG, SELEKTIFNEWS.COM  - Tradisi Penyelenggaraan udik-udikan atau menyebar uang untuk syukuran yang di laksanakan pada hari Minggu ( 9/7/2023 ) di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jawatengah, memakan korban diantaranya anak kecil yang terinjak-injak saat ikut berebut sebaran uang Udik Udikan dan pagar tembok kelurahan setempa roboh.



Pihak penyelenggara yang menggelar acara  ini guna meluapkan rasa bersyukur atas kelahiran anaknya yang ketiga yaitu Romadhon (38) mengaku  jika acara tersebut merupakan tradisi tasyakuran 40 hari kelahiran sang Jabang Bayi dan hal ini merupakan tradisi kearifan masyarakat setempat. 


"Kami menyebar uang sekitar 30-35-an juta. Alhamdulillah berjalan lancar, kalaupun ada yang pinsan, sudah kita tanggung sepenuhnya baik pengobatannya, termasuk pagar kelurahan yang rusak," ujar Romadhon, yang juga merupakan Bos perusahaan kain Batik Pekalongan.


Dirinya mengatakan kaget tidak mengira jika yang datang sampai membludak sebanyak itu.


Ada tiga korban anak-anak di ketahui pinsan karena ikut berebutan uang Udik Udikan dan sudah mendapatkan pengobatan, bahkan sudah kembali ke rumahnya masing-masing. 


" Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, kalaupun ada insiden sudah tertangani semuanya, " ujar Romadhon.


Ragil74.

Kamis, 06 April 2023

KRJPS Simalungun: Kesenian Reog Jaranan PKSS 70 Sanggar Akan Dikibarkan


SIMALUNGUN, SELEKTIFNEWS.COM - KRJPS Simalungun malam ini mengadakan pertemuan dengan ketua umum Pemuda Kreatif Siantar Simalungun Muhammad Dimas pramana S.pd di kediamannya Jalan Kampung Jawa Huta V, Rambung merah,  Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun,  Kamis (06/04/2023) sekira pukul 20.00 WIB.


Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Pemuda Kreatif Siantar Simalungun Muhammad Dimas Pramana, S.Pd malam tadi kepada sejumlah awak media.


Kepada wartawan Dimas mengatakan telah menerima laporan sedikitnya dari 70 sanggar kesenian yang ada di Kabupaten Simalungun.


"Iya, tadi mereka diwakili oleh mas Agus dan mas Budi. Mereka siap untuk memajukan KRJPS bersama Pemuda Kreatif Siantar Simalungun," ungkap Dimas.


Lebih lanjut Muhammad Dimas pramana juga menambahkan bahwasanya ini adalah bentuk antusias wadah Jawa yang sama sama harus mereka dukung, apalagi mereka ingin sekali Seni Jawa ini hidup kembali di Kabupaten Simalungun, ujarnya.


Perwakilan 70 Sanggar Seni Se Simalungun Agus Setiawan pada kesempatan tadi juga menyampaikan bahwa mereka terdiri dari perwakilan 70 sanggar tersebut berharap bisa menjadi penggerak wadah yang di bina oleh Pemuda Kreatif Siantar Simalungun.


"Untuk menindaklanjuti hasil pertemuan pada malam hari ini kedepannya KRJPS Simalungun nantinya akan mengadakan pertemuan dengan seluruh sanggar seni se Kabupaten Simalungun yang insya Allah akan diadakan 18 mei 2023 di pagar Jawa di sanggar singo weling dimana pada pertemuan tersebut akan membahas kemajuan kesenian dan di pastikan sekitar 200 orang akan hadir perwakilan setiap sanggarnya," ungkap Agus.


"Harapan kami semoga kedepannya pemerinta,  khususnya Pemerintah Kabupaten Simalungun agar cagar budaya Jawa di Simalungun ini bisa lebih di perhatikan lagi dimana kemarin saat pelaksanaan F1H20 Parapat kami sudah di tampilkan. Jadi harus lebih serius lagi dalam memperhatikan wadah yang akan kami bentuk ini," pungkasnya.


Hadir pada pertemuan ini Agus, Budi, Aji, Ikhsan dan Yudi.

Senin, 20 Maret 2023

7 Paguyuban Reog Dan Jaran Kepang Siantar Simalungun Sepakat Bentuk Asosiasi


PEMATANG SIANTAR, SELEKTIFNEWS.COM - 7 Paguyuban Reog Dan Jaran Kepang di Siantar Simalungun sepakat bentuk asosiasi yang nantinya bisa menjadi wadah pemersatu sebagai sesama seniman yang melestarikan kebudayaan suku Jawa di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun.


Hal tersebut diungkapkan Muhammad Dimas Pramana, S.Pd selaku pemrakarsa terbentuknya wadah para seniman jawa ini di Langkat Coffee  Jalan Sumber Jaya, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar, Minggu (19/03/2023).



Menurutnya wadah ini memang sengaja dibentuk untuk mempersatukan seluruh seniman jawa khususnya Reog dan Jaran Kepang agar nantinya bisa lebih dikembangkan dan mewakili aspirasi mereka.


"Ada begitu banyak paguyuban-paguyuban di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun, namun tidak tertata dengan baik. Kalau kita menej lebih rapi diharapkan kedepannya akan bisa membawa dampak positif bagi perkembangan paguyuban dan kesejahteraan anggotanya," ungkap Dimas yang juga aktif di Organisasi IMM dan PKSS.


"Kita mau mempersatukan seluruh seniman dan merancang program program untuk memperkenalkan kebudayaan jawa khususnya di Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun serta nasional umumnya," tambahnya.


Hal senada dikatakan serentak oleh Budi, Agus dan Misnan yang mewakili paguyuban-paguyuban. Mereka berharap dengan adanya asosiasi diharapkan paguyuban peserta bisa lebih maju dan profesional.


"Contohnya saja masalah legalitas paguyuban yang hingga kini mereka termasuk saya belum faham terkait perizinan dan mempromosikan paguyuban agar bisa lebih profesional dan terdaftar di pemerintahan sehingga kedepannya bisa lebih diperhatikan keberadaan kami oleh pemerintah," ucap Budi mewakili teman-temannya sesama seniman.


Dalam rapat bernuansa santai ini terlihat hadir Ketua F.SPTD-K.SPSI Sumatera Utara Indra Syahputra, S.H,  Ketua PKSS Muhammad Dimas Pramana, S.Pd, Pemimpin Redaksi Media SelektifNews.com serta beberapa perwakilan paguyuban Reog Dan Jaran Kepang Siantar Simalungun. Rapat akan dilanjutkan pada sesi kedua yang belum ditentukan waktunya.

Jumat, 17 Maret 2023

Gugur Bunga, Tradisi Pemalang Yang Masih Bertahan


PEMALANG, SELEKTIFNEWS.COM - Bulan suci Ramadhan atau bulan puasa dalam beberapa hari kedepan akan segera tiba, banyak persiapan di lakukan oleh masyarakat guna untuk menyambut bulan yang banyak mendatangkan rahmat dan ampunan.


Tradisi Gugur Gunung atau bersih - bersih area pemakaman bagi warga desa Pedurungan yang terdiri dari beberapa dusun, pedurungan Tengah,baratt,Timur atau dusun kebumen serta dusun Kaladana melakukan serangkaian kegiatan gotong royong Gugur Gunung atau kerja gotong royong bersama ,bersih-bersih area pemakaman umum di wilayah masing-masing .Jum,at (17/3/2023 ) .dan kegiatan ini merupakan salah satu tradisi turun temurun masyarakat setempat menjelamg datangnya bulan suci Ramadhan atau pulan puasa.



Amad ( 50 ) salah seorang warga menuturkan,jika tradisi ini sejak dirinya masih kecil sudah di lakukan," kalau di daerah lain,banyak menyebutnya dengan nyadran,kalau disini mamanya Gugur Gunung" kata Amad.


" Mungkin Menjelang puasa dosa - dosa kita yang sebesar Gunung, agar supaya bisa di Gugurkan ( di hapuskan ) " jelas Amad.


Ragil Surono

Minggu, 19 Februari 2023

Eksistensi Wayang Kulit di Pemalang Membanggakan



PEMALANG, SELEKTIFNEWS.COM -- Ketua dewan kesenian pemalang ( DKP ) Andi rustono, menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk,di kediamannya padepokan lintang kemukus, dusun sirau kelurahan paduraksa, kecamatan Pemalang kota,pada minggu ( 19/2/2023 ) .


Pagelaran wayang dengan lakon Gatotkaca gugur ini dibawakan oleh Ki dalang Mangun Yuwono dari kabupaten Pemalang.


Pertunjukan wayang kulit di rumah ketua DKP Pemalang ini ,dalam rangka syukuran pernikahan anak pertamanya Restu Marhaeningtyas dengan pasangannya sofyan tamim, dihadiri para pejabat, anggota ormas, pedepokan seni budaya, sejarawan, juga tak ketinggalan ratusan awak media hadir, untuk memberikan doa restu, buat anak pertamanya itu.


Andi rustono menuturkan," terima kasih kepada semua undangan yang hadir, tidak lupa khusus teman - teman media, yang selama ini menjadi mitra yang baik buat kami" katanya.


Lebih lanjut dirinya mengatakan," untuk syukuran pernikahan anak kami, sengaja menggelar pertunjukan wayang kulit,sebagai bentuk apresiasi kami,dengan budaya bangsa dan memperkenalkan kembali pertunjukan wayang ,yang akhir -akhir ini mengalami peningkatan setelah sekian lama, tiarap karena dampak pandemik korona " imbuhnya.


Dirinya berharap semoga, budaya asli bangsa ini,bisa terus bertahan sampai anak cucu keturunan kita , masih bisa merasakan hebatnya seni budaya bangsa Indonesia.


Ragil Surono.

Ikut Partisipasi Di Kirab Budaya, Pemuda Kreatif Siantar Simalungun Beri Apresiasi Kepada Wakil Bupati Simalungun



SIMALUNGUN, SELEKTIFNEWS.COM -- Ketua Pemuda Kreatif Siantar Simalungun (PKSS) Muhammad Dimas Pramana, S.Pd beri apresiasi yang mendalam kepada Wakil Bupati Simalungun Zonny Waldi pada acara Jalan santai yang dirangkai dengan Kirab Budaya di Open Stage Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sabtu (18/2/23).


"Pemuda Kreatif Siantar Simalungun diketahui pada tanggal 18 februari 2023 mendapatkan undangan dari Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Simalungun untuk ikut Andil dalam kegiatan jalan santai dan kirab budaya tersebut, tentunya kami dengan senang hati untuk ikut menyukseskan semua program pemerintah dan sangat mengapresiasi hal ini," ucap Dimas.




"Gerak jalan santai yang  dirangkai dengan kirab budaya ini kami nilai suatu bentuk gerakan baru di era tertinggalnya budaya Jawa di Kabupaten  Simalungun ini. Kurang agresif dan perhatian para tokoh jawa di Kabupaten Simalungun sangat memprihatinkan," ujar Dimas menambahkan.


Lebih lanjut, Muhammad Dimas Pramana, S.Pd berharap dengan Adanya kegiatan ini semoga kedepannya bisa lebih mengangkat nilai-nilai budaya semua suku yang ada di Kabupaten Simalungun. Dimas juga menyatakan siap mendukung segala kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak Pemkab Simalungun yang di nilai telah berperan aktif mengenalkan budaya Jawa khususnya di Parapat dan Kabupaten Simalungun sekitarnya.


"Harapannya semoga kegiatan ini terus bisa berkembang pesat dan pemerintah Kabupaten Simalungun bisa mengangkat budaya jawa secara intens dengan memperkenalkan kuda kepang, reog ponorogo dan lainnya," pungkas Dimas.


"Terakhir kami mohon agar kiranya Pemerintah Kabupaten Simalungun bisa memfasilitasi para seniman untuk bisa memajukan budaya sukunya masing-masing yang ada di Kabupaten  Simalungun," ungkapnya.


"Sekali lagi kami Pemuda Kreatif Siantar Simalungun memberikan apresiasi kepada Bapak Wakil Bupati Zonny Waldi agar tetap semangat dan konsisten mendukung semua budaya suku-suku yang ada di Kabupaten Simalungun," tutupnya.

Kamis, 16 Februari 2023

Tradisi Sumpah Banyu Taman ( air Taman ) Masih Ada di Pemalang



PEMALANG, SELEKTIFNEWS.COM -- Tradisi sumpah banyu Taman, ternyata tidak dengan sembarang air taman. Air yang dipakai dalam sumpah ini di ambil dari sebuah Blumbang (Kolam) tua yang terletak Di Desa Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang-Jawa Tengah.


Blumbang ini di yakini memiliki kekuatan magis dan khusus.  Kekuatan magis karena dipercaya Air Blumbang ini memiliki efek langsung jika diminum bagi yang bersalah. Dan khusus, karena sejauh ini dikenal kekuatan magis yang khusus untuk penyelesaian sebuah perselesisihan atau sangkaan saat seseorang diduga bersalah.


Bagi warga sekitar, Blumbang yang berada di Desa Taman ini disebut dengan nama Blumbang Beji. Padahal Beji adalah nama desa yang berdampingan persis dengan Desa Taman. Tapi justru disini, jejak ceritera Sumpah Banyu Taman merakit kisah.


Sebagaimana berkembang, menurut sang juru kunci yang warga Desa Taman, menuturkan bahwa dahulu kala Blumbang Taman itu terletak di Desa Beji. Blumbang itu berpindah ke Desa Taman disebabkan oleh adanya kisah adu kedigjayaan (kemampuan ilmu kanuragan), antara mbah Alif dan mbah Menu. Mbah Alif dikenal sebagai salah satu tokoh  berpengaruh di Desa Taman. Sebaliknya, Mbah Menu juga merupakan tokoh yang sangat disegani di Desa Beji. Kedua tokoh ini memiliki hubungan baik, walau secara keilmuan keduanya seperti tersimpan hubungan saling bersaing.


Suatu ketika, sang juru kunci mengawali kisah ini, Mbah Alif berkunjung ke rumah Mbah Menu. Sesampai di depan pintu, tiba-tiba daun pintu rumah lelaki yang kesohor berilmu tinggi itu membuka dengan sendirinya. Bak ada remot kontrolnya, dan engsel pintu mengeluarkan suara seperti rintihan, yang menembus dada dan menaikan darahnya seperti memuncak dikepala. Sementara sang tuan rumah, dengan santainya tengah duduk ongkang-ongkang di kursi ruang tamunya yang letaknya jauh dari pintu itu.


Tak ada orang di dekat pintu yang telah terbuka. ” Pamer ilmu ini orang,” gumamnya dalam hati. Dengan wajah tenang, Mbah Alif pun masuk tanpa menunjukan perasaanya yang memanas karena dapat suguhan tak enak dari tuan rumah untuk beradu ilmu. Mbah Alif sadar bahwa terbukanya pintu dengan sendirinya tadi adalah sebuah simbol, tantangan untuk adu kesaktian.


Singkat cerita, setelah lama bercengkerama, tibalah saat makan siang. Sebagai seorang sahabat, maka Mbah Menu siapkan santapan siang bersama. Ikan bakar adalah salah satu menu utamanya. Saat itulah, Mbah Alif merasa saatnya untuk berbalas unjuk kekuatan. Setelah daging ikan bakar habis dimakan, ia menaruh tulang-belulangnya kedalam kobokan, tempat ia cuci tangan. Dan apa yang terjadi ? Tulang belulang ikan itu menyatu dan dapat bergerak layaknya kerangka ikan yang hidup didalam air.


Tak berhenti di situ, melihat kesaktian Mbah Alif, mbah Menu makin keki dan kembali memberi tantangan. Kali ini ia menantang Mbah Alif untuk membawa pulang Blumbang yang ada dibelakang rumahnya. Di luar dugaan, ternyata Mbah Alif dapat membawa pulang Blumbang itu hanya dengan sekejap mata. Sejak saat itu, Blumbang tersebut berpindah tempat ke dekat rumah Mbah Alip di Desa Taman. Dan entah siapa yang memulai, yang jelas orang- orang tetap menyebutnya dengan Blumbang Beji, meskipun letaknya di Desa Taman.


Ragil Surono

BERITA TERBARU

Prabowo Subianto Gelar Silaturahmi dengan 160 Ulama di Istana, Bahas Perdamaian Palestina dan Diplomasi Timur Tengah

  Prabowo Subianto Gelar Silaturahmi dengan 160 Ulama di Istana, Bahas Perdamaian Palestina dan Diplomasi Timur Tengah JAKARTA, SELEKTIFNEWS...