-->

Iklan

Menu Bawah

Iklan

Halaman

Ardy Wira Kesuma Keras Desak Bupati Anton Ahmad Saragih Copot Kadis PUTR, Diam Dinilai Bentuk Pembiaran Masalah

Redaksi
Sabtu, 10 Januari 2026, Januari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-01-09T22:47:48Z

 

Ardy Wira Kesuma, melontarkan kritik keras dan secara tegas mendesak Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih untuk segera mengevaluasi bahkan mencopot Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ir. Hotbinson Damanik, S.T., M.T., IPM dari jabatannya

SIMALUNGUN, SELEKTIFNEWS.COM – Polemik dugaan buruknya kualitas pengaspalan jalan di Nagori Pematang Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, memasuki babak baru yang lebih panas. Tokoh pemuda Kabupaten Simalungun, Ardy Wira Kesuma, melontarkan kritik keras dan secara tegas mendesak Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih untuk segera mengevaluasi bahkan mencopot Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ir. Hotbinson Damanik, S.T., M.T., IPM dari jabatannya.


Ardy menilai, sikap bungkam Kepala Dinas PUTR di tengah sorotan publik dan upaya konfirmasi media merupakan bentuk kegagalan kepemimpinan yang tidak bisa ditoleransi. Menurutnya, pejabat publik yang digaji dari uang rakyat wajib hadir memberi penjelasan, bukan justru menghindar saat muncul persoalan serius menyangkut kualitas pembangunan.


“Ini bukan masalah sepele. Jalan yang baru dikerjakan diduga sudah bermasalah, media bertanya, publik menunggu penjelasan, tapi kepala dinas memilih diam. Kalau seperti ini, untuk apa dipertahankan?” tegas Ardy Wira Kesuma dengan nada keras.


Ardy menyebut, proyek infrastruktur jalan menyangkut keselamatan masyarakat luas. Ketika kualitasnya dipertanyakan dan tidak segera dijelaskan oleh pihak berwenang, maka patut diduga ada kelalaian, baik dalam pengawasan maupun pelaksanaan pekerjaan. Ia menilai diamnya Kadis PUTR justru memperkuat dugaan lemahnya tata kelola di internal dinas tersebut.


Lebih lanjut, Ardy menegaskan bahwa tanggung jawab akhir ada di tangan kepala daerah. Ia mendesak Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih untuk tidak bersikap pasif dan segera mengambil langkah konkret. “Kalau bupati membiarkan ini, publik bisa menilai ada pembiaran. Evaluasi total harus dilakukan, dan pencopotan adalah langkah wajar jika kinerja memang buruk,” katanya.


Menurut Ardy, evaluasi bukan hanya soal individu, tetapi soal pesan moral kepada seluruh jajaran organisasi perangkat daerah. Ia menilai, jika pejabat yang dinilai tidak responsif dan tidak transparan tetap dipertahankan, maka budaya kerja yang abai terhadap kritik akan terus berulang di Kabupaten Simalungun.


Sebelumnya, Media Selektif News telah mengirimkan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Dinas PUTR Kabupaten Simalungun Ir. Hotbinson Damanik. Namun hingga berita ini kembali diturunkan, tidak ada satu pun tanggapan atau klarifikasi yang diberikan.


Ardy Wira Kesuma menilai kondisi ini berbahaya bagi kepercayaan publik. Ia mengingatkan bahwa pembangunan yang tidak diawasi dengan baik hanya akan melahirkan proyek bermasalah dan berpotensi merugikan keuangan daerah. “Uang rakyat jangan diperlakukan seperti uang pribadi. Kalau tidak becus mengelola, lebih baik diganti,” ujarnya.


Di akhir pernyataannya, Ardy menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan membuka kemungkinan membawa isu tersebut ke lembaga pengawas apabila tidak ada langkah tegas dari Bupati Simalungun. “Kami tidak akan diam. Ini soal tanggung jawab moral dan masa depan pembangunan di Simalungun,” pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Entertainment

+

Opini

+