![]() |
| Foto ilustrasi dibuat oleh AI |
SIMALUNGUN, SELEKTIFNEWS.COM — Penyakit masyarakat (pekat) berupa praktik judi tebak angka atau togel di Nagori Tanjung Purba dan Nagori Tambak Bawang, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, dinilai semakin sulit diberantas. Aktivitas yang diduga melanggar Pasal 303 KUHP itu disebut telah berakar hingga ke pelosok desa dan berlangsung terang-terangan tanpa rasa takut akan penindakan hukum.
Saat ini, praktik penulisan atau rekap togel disebut telah menjamur. Sejumlah warga menyebut adanya juru tulis (jurtul) yang melayani berbagai jenis togel, mulai dari Toto Hongkong hingga Toto Singapore. Aktivitas tersebut diduga berlangsung setiap hari dan menyasar berbagai kalangan, termasuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Tidak heran jika di sejumlah warung kopi, praktik judi togel disebut bebas beroperasi. Warga menuturkan, transaksi dilakukan secara terbuka, bahkan di meja-meja umum. Kondisi ini menimbulkan kesan seolah-olah praktik perjudian tersebut “kebal hukum” dan luput dari pengawasan aparat penegak hukum setempat.
Para penyedia nomor undian itu, menurut warga, terkesan abai terhadap imbauan dan larangan aparat kepolisian. Meski sudah sering disosialisasikan bahwa segala bentuk perjudian dilarang, praktik tersebut diduga tetap berjalan dan para pelakunya membandel membuka lapak judi berbagai jenis.
Seorang warga berinisial TG, kepada awak media, Minggu (4/1), meminta agar aparat penegak hukum di wilayah Kecamatan Dolok Silau segera melakukan razia, penertiban, hingga penangkapan terhadap para pelaku, khususnya juru tulis togel Hongkong dan Singapore. “Kami meminta Kapolsek Dolok Silau bertindak tegas dan menangkap bandar yang disebut-sebut bernama Usdek Gurning, yang menurut informasi warga berasal dari Tanah Karo,” ujar TG, seraya berharap proses hukum dilakukan secara adil dan transparan.
Keluhan serupa disampaikan warga Tanjung Purba bermarga SB. Ia mengaku di kedai kopi dekat rumahnya, penjualan kupon togel berlangsung hampir setiap malam dan tidak pernah tersentuh aparat. “Di atas meja tersedia buku tafsir mimpi Jayabaya, catatan angka keluar, dan pembeli diberikan kupon blok sebagai tanda pemasangan nomor,” ungkapnya.
SB juga mengeluhkan dampak sosial yang mulai terasa di desanya. Menurutnya, keberadaan penjual kupon tebakan nomor itu sudah meresahkan karena mulai memengaruhi generasi muda. “Anak-anak muda sudah sering saling bertanya soal mimpi dan mencocokkannya dengan buku primbon Jayabaya yang selalu terletak di meja kedai,” ujarnya dengan nada prihatin.
Masyarakat kini menanti gerakan nyata dari Polres Simalungun maupun Kapolsek Dolok Silau untuk memberantas praktik perjudian yang diduga marak di wilayah tersebut. Warga berharap penegakan hukum dilakukan secara konsisten tanpa tebang pilih, demi menjaga ketertiban, melindungi generasi muda, serta memutus mata rantai penyakit masyarakat yang kian menggurita di Dolok Silau.










