![]() |
| Presiden Barcelona Joan Laporta (c) AP Photo/Michel Euler |
Jakarta, Selektifnews.com -- Joan Laporta secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FC Barcelona menjelang pemilihan presiden klub yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret mendatang. Pengunduran diri ini dilakukan Laporta sebagai bagian dari langkah strategis untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilu, sekaligus mematuhi regulasi internal klub yang berlaku.
Keputusan tersebut diambil sebelum para anggota klub atau socios memberikan suara. Dalam aturan Barcelona, setiap presiden petahana yang ingin maju kembali dalam pemilihan wajib melepaskan jabatannya terlebih dahulu. Regulasi ini diberlakukan demi menjamin proses pemilu yang adil dan setara bagi seluruh kandidat.
Dengan mundurnya Laporta, Barcelona kini memasuki masa transisi kepemimpinan. Meski demikian, manajemen klub memastikan bahwa seluruh aktivitas dan operasional harian tetap berjalan normal selama periode pemilu berlangsung, termasuk urusan olahraga, keuangan, dan administrasi klub.
Selama masa transisi tersebut, tugas-tugas harian klub diawasi oleh sebuah komisi manajemen. Komisi ini bertanggung jawab menjaga stabilitas organisasi hingga presiden baru terpilih secara resmi. Adapun komisi manajemen dipimpin oleh Rafa Yuste, yang selama ini dikenal sebagai salah satu wakil presiden Laporta sejak 2021.
Pemilihan presiden Barcelona kali ini diperkirakan akan berlangsung ketat. Selain Laporta, sejumlah kandidat lain telah mengumumkan pencalonan mereka, di antaranya Victor Font, Marc Ciria, Xavier Vilajoana, dan Joan Camprubi. Persaingan antarkandidat diprediksi menarik perhatian besar dari para socios.
Untuk dapat masuk dalam daftar resmi calon presiden, setiap kandidat wajib memenuhi persyaratan administratif yang ketat. Salah satu syarat utama adalah mengumpulkan minimal 2.321 tanda tangan anggota klub. Tanda tangan tersebut menjadi penentu sah tidaknya nama seorang kandidat tercantum dalam surat suara pada hari pemilihan.
Laporta sendiri bukan sosok baru dalam sejarah kepemimpinan Barcelona. Ia terpilih kembali sebagai presiden pada 2021 untuk periode keduanya, setelah sebelumnya memimpin klub pada rentang 2003 hingga 2010. Pada pemilu 2021, Laporta meraih 30.184 suara, unggul jauh atas Victor Font yang memperoleh 16.679 suara, serta Toni Freixa dengan 4.769 suara.
Kampanye pemilu kali ini diperkirakan akan menyoroti sejumlah isu krusial, mulai dari kebijakan rekrutmen pemain pada bursa transfer musim panas, kondisi keuangan klub, hingga proyek renovasi Spotify Camp Nou yang kini memasuki tahap akhir. Selain itu, isu mengenai kemungkinan peran Lionel Messi di masa depan juga diprediksi menjadi topik hangat dalam pertarungan menuju kursi presiden Barcelona.
Sumber: ESPN
Editor: Zulfandi Kusnomo










