-->

Iklan

Menu Bawah

Iklan

Halaman

Presiden Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese Tegaskan Komitmen untuk Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Traktat Keamanan Bersama

Redaksi
Selasa, 10 Februari 2026, Februari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-02-09T21:23:35Z
Presiden Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese Tegaskan Komitmen untuk Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Traktat Keamanan Bersama


Jakarta, Selektifnews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan komitmen kuat kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis melalui penandatanganan Traktat Keamanan Bersama di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (6/2/2026). Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral Jakarta–Canberra yang terus berkembang, sekaligus menunjukkan kepercayaan serta sinergi antara kedua pemimpin untuk menghadapi tantangan keamanan bersama. 


Penandatanganan traktat ini berlangsung dalam suasana resmi dan hangat, di mana kedua kepala pemerintahan menyampaikan pernyataan pers bersama seusai upacara penandatanganan. Presiden Prabowo menegaskan bahwa perjanjian tersebut mencerminkan tekad kedua negara untuk bekerja lebih erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing. Selain itu, kerja sama ini merupakan kontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang tengah mengalami dinamika geopolitik yang kompleks. 


PM Anthony Albanese dalam sambutannya juga menyebut perjanjian ini sebagai bukti kedalaman kepercayaan antara Australia dan Indonesia. Ia menggambarkan hubungan bilateral sebagai salah satu fondasi utama bagi keamanan dan kemakmuran regional. Albanese bahkan menilai bahwa tidak ada hubungan yang lebih penting bagi Australia selain hubungan dengan Indonesia, sebagai negara tetangga strategis di kawasan Indo-Pasifik. 


Dalam traktat yang ditandatangani, kedua pihak sepakat untuk memperkuat konsultasi strategis secara berkala dan membangun mekanisme kerja sama militer dan pertahanan yang lebih terintegrasi. Beberapa inisiatif baru yang diumumkan termasuk pengembangan fasilitas latihan bersama dan kemungkinan penempatan perwira senior TNI dalam struktur Angkatan Pertahanan Australia untuk memperkuat interoperabilitas serta pertukaran pengalaman. 



Kesepakatan ini juga sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, di mana Jakarta berkomitmen untuk menjaga kemerdekaan dalam menentukan arah kebijakan sambil tetap membuka ruang kerja sama internasional yang konstruktif. Presiden Prabowo menekankan prinsip bertetangga baik, saling menghormati, serta membangun kepercayaan sebagai dasar hubungan bilateral yang sehat dan panjang antara Indonesia dan Australia. 


Kemitraan keamanan antara kedua negara bukan hanya dilihat sebagai hubungan bilateral tradisional, tetapi juga sebagai elemen penting dalam memperkokoh perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Dengan meningkatnya dinamika politik global dan meningkatnya ketegangan geopolitik di beberapa wilayah strategis, traktat ini dipandang sebagai alat diplomasi untuk merespons tantangan yang semakin kompleks dengan pendekatan kerja sama bersama. 


Selain aspek keamanan, pertemuan bilateral antara Prabowo dan Albanese juga membuka ruang dialog mengenai berbagai sektor lainnya, termasuk pendidikan, ekonomi, pertanian, serta investasi, yang menjadi bagian dari strategi pembangunan hubungan komprehensif kedua negara ke depan. Rangkaian kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan bilateral secara menyeluruh. 


Penandatanganan traktat keamanan bersama ini dianggap oleh para analis sebagai momentum penting yang menandai fase baru dalam hubungan Indonesia–Australia. Kedua negara menunjukkan tekad untuk bekerja lebih erat demi menjaga keamanan nasional masing-masing, sambil berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas lebih luas di kawasan Indo-Pasifik yang menjadi perhatian global saat ini. 


Reporter: Tim Selektifnews.com

Editor: Zulfandi Kusnomo

Komentar

Tampilkan

Terkini

Entertainment

+

Opini

+